Guru Besar IPB: Pemerintah Harus Libatkan Peternak Rakyat untuk Swasembada Sapi

M Nurhadi

Rabu, 07 September 2022 | 12:34 WIB
Guru Besar IPB: Pemerintah Harus Libatkan Peternak Rakyat untuk Swasembada Sapi
Sejumlah sapi diperdagangkan di peternakan Segoroyoso, Pleret, Bantul, Senin (4/7/2022). [Suarajogja.id/Wahyu Tri Krisanti]

Suara.com - Guru Besar IPB University, Muladno menyebut, butuh gotong royong berbagai pihak mulai dari pengusaha ternak, peternak rakyat, dan perguruan tinggi agar swasembada daging sapi terpenuhi dalam jangka panjang.

"Sinergi dan kolaborasi komunitas dan pengusaha menjadi satu-satunya penyelesaian (budi daya sapi), yang tentu saja didampingi pemerintah dan perguruan tinggi. Namanya gotong royong produktif,” kata Muladno.

Ia menjelaskan, perkembangan budi daya ternak sapi di Indonesia ditentukan oleh empat unsur yaitu peternak rakyat, pengusaha ternak, pemerintah, dan akademisi perguruan tinggi.

Setiap unsur tersebut, lanjutnya, memiliki kekuatan masing-masing, namun keempat unsur tersebut sampai saat ini belum bergotong royong secara maksimal agar bisa menutupi kelemahan masing-masing.

“Saya ingin sampaikan apa kekuatan peternak rakyat? Pertama, jumlahnya banyak dan menguasai budi daya ternak. Kepemilikan sapi di Indonesia dikuasai oleh peternak rakyat, yang kecil-kecil. Sebesar 98 persen populasi sapi dikuasai oleh mereka. Termasuk yang indukan,” kata Muladno, dikutip dari Antara.

Tidak hanya itu, peternak rakyat juga dikenal tekun dan menyayangi hewan ternak mereka. Mereka menjadikan ternak sebagai tabungan, amanah, dan bertanggung jawab.

“Sayang kekuatan ini belum dimaksimalkan. Yang saya dengar dari sejak saya kuliah sampai hari ini, itu menjadi seolah-olah kekurangan. Padahal ini kekuatan," kata Muladno. 

Sementara pengusaha ternak, kata dia, memiliki kekuatan keuangan yang mapan, jaringan bisnis luas, keunggulan bersaing, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam efisiensi dan produktivitas, serta dipercaya oleh lembaga keuangan seperti bank.

“Ini tidak dimiliki oleh peternak-peternak kecil,” ujar Muladno.

baca juga

Selanjutnya, unsur perguruan tinggi dinilai memiliki kekuatan ilmu pengetahuan dan mampu mengembangkan teknologi. Lalu berjiwa pendidik, kreatif dan inovatif, detail dan komprehensif, serta berorientasi keilmuan.

Sementara unsur pemerintah, yang diwakili Kementerian Pertanian, memiliki kekuatan berupa kewenangan untuk mengatur, memiliki kekuasaan untuk memanfaatkan dana rakyat untuk kesejahteraan rakyat, berjangkauan luas, taat pada atasan dan prosedural, serta memiliki banyak aset lahan untuk pengembangan peternakan.

“Jadi, mestinya kekuatan dari empat pihak itu minimal ini kalau diramu sedemikian rupa menjadi kekuatan,” katanya.

Untuk mengatasi menurunnya populasi sapi di Indonesia terutama karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), menurut Muladno, yang harus dilakukan pada tahap awal adalah mengubah pola pikir dan karakter budidaya sapi para peternak rakyat. Caranya, memberikan edukasi layak tentang usaha ternak sapi.

Salah satunya, kata dia, memasukkan peternak dalam Sekolah Peternak Rakyat (SPR) yang digagas perguruan tinggi. “Kalau mau bilang pengembangbiakan ternak sapi, maka yang paling penting adalah peternak rakyat," katanya.

Edukasi bagi peternak rakyat dibutuhkan agar peternak memiliki kesetaraan penguasaan ilmu dengan pemerintah, pengusaha, dan perguruan tinggi. “Peternak rakyat harus disamakan frekuensinya dengan tiga unsur lain. Supaya frekuensinya sama, setara segalanya,” kata dia.

Jika empat unsur tadi sudah setara, kata dia, akan mempermudah gotong royong untuk mencapai target Indonesia swasembada daging sapi untuk jangka panjang. “Dengan cara seperti ini nantinya bisa menambah populasi sapi. Nanti industri daging dan pengolahan produk bisa juga. Ratusan BUMDes bisa dipekerjakan untuk ini," kata Muladno.

Berdasarkan proyeksi Dosen Peternakan IPB University Afton Atabany, populasi sapi lokal harus berjumlah 37 juta ekor atau dua kali lipat dari jumlah saat ini yang sekitar 18,5 juta ekor untuk mencapai swasembada pada 2026.

Setiap tahun dibutuhkan impor sapi indukan sebanyak 1 juta ekor, yang dalam pemeliharaannya harus memiliki angka kelahiran 70 persen dan angka kematian maksimal 30 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Pengadaan Sapi, Dinas Peternakan Sumbar Digeledah Timsus Kejati: 20 Saksi Diperiksa

Kasus Pengadaan Sapi, Dinas Peternakan Sumbar Digeledah Timsus Kejati: 20 Saksi Diperiksa

Sumbar | Rabu, 07 September 2022 | 12:18 WIB

Gotong Royong Bisa Jadi Solusi Swasembada Daging Sapi

Gotong Royong Bisa Jadi Solusi Swasembada Daging Sapi

Bisnis | Rabu, 07 September 2022 | 09:46 WIB

BBM Naik, Harga Beras dan Daging Sapi di Kota Bandung  Alami Kenaikan

BBM Naik, Harga Beras dan Daging Sapi di Kota Bandung Alami Kenaikan

Bandung | Selasa, 06 September 2022 | 19:51 WIB

Sosok Bule Cantik Asal Jerman Terpikat Domba Garut Hingga Budaya Sunda

Sosok Bule Cantik Asal Jerman Terpikat Domba Garut Hingga Budaya Sunda

Jabar | Selasa, 06 September 2022 | 15:54 WIB

Harga Pakan Masih Tinggi, Peternak Telur Berharap Pemerintah Beri Solusi

Harga Pakan Masih Tinggi, Peternak Telur Berharap Pemerintah Beri Solusi

Jogja | Selasa, 06 September 2022 | 10:15 WIB

Resep Gyudon Khas Yoshinoya Anti Gagal, Beef Bowl Daging Sapi ala Jepang

Resep Gyudon Khas Yoshinoya Anti Gagal, Beef Bowl Daging Sapi ala Jepang

Lifestyle | Selasa, 06 September 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:31 WIB

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Entertainment | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Menjajal Masakan Modern Nusantara Antarasa: Ada Kepiting Soka Saus Padang hingga Rahang Tuna Bakar

Menjajal Masakan Modern Nusantara Antarasa: Ada Kepiting Soka Saus Padang hingga Rahang Tuna Bakar

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Usai Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, DPR Minta Penyelenggara Pemilu Introspeksi Diri

Usai Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, DPR Minta Penyelenggara Pemilu Introspeksi Diri

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Arah Keberuntungan dan Kesialan Berdasarkan Angka Kua Pria dan Wanita

Arah Keberuntungan dan Kesialan Berdasarkan Angka Kua Pria dan Wanita

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:25 WIB

×