Bukalapak Merana? Tutup Bisnis E-commerce dan Kini Defisit Rp9,7 Triliun

Rabu, 30 Juli 2025 | 13:14 WIB
Bukalapak Merana? Tutup Bisnis E-commerce dan Kini Defisit Rp9,7 Triliun
Ilustrasi Kantor Bukalapak. Pendapatan Bukalapak kini sepenuhnya ditopang oleh lini usaha gaming yang melonjak fantastis 199,7 persen menjadi Rp2,461 triliun.[Blog Bukalapak]

Suara.com - Setelah memutuskan mundur dari bisnis e-commerce utama mereka, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kini menjadi sorotan. Meskipun berhasil membukukan laba bersih pada semester I 2025, perusahaan milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja ini masih terjerat dalam akumulasi rugi alias defisit yang mencapai Rp9,791 triliun!

Laporan keuangan semester I 2025 tanpa audit yang diunggah di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (30/7/2025) menunjukkan, Bukalapak memang mencatat pertumbuhan pendapatan 27,9 persen secara tahunan menjadi Rp3,087 triliun. Namun, angka ini disumbang bukan lagi dari bisnis inti e-commerce yang dulu jadi andalan.

Jika dicermati, lonjakan pendapatan Bukalapak kini sepenuhnya ditopang oleh lini usaha gaming yang melonjak fantastis 199,7 persen menjadi Rp2,461 triliun. Senada, pendapatan dari investasi juga tumbuh 11,5 persen menjadi Rp25,2 miliar.

Ironisnya, lini usaha yang dulu menjadi tulang punggung Bukalapak justru anjlok parah. Pendapatan dari daring ke luring (offline) ambles 63,5 persen menjadi Rp439,9 miliar, dan lini ritel terjun bebas 55,8 persen menjadi Rp160,7 miliar. Ini menegaskan bahwa strategi transformasi Bukalapak telah menggeser fokus utama bisnis mereka.

Meskipun pendapatan dari bisnis-bisnis lama hancur, Bukalapak berhasil menekan beban usaha sedalam 13,7 persen menjadi Rp3,145 triliun. Ditambah lagi, BUKA membukukan laba nilai investasi senilai Rp243,2 miliar pada semester I 2025, berbalik dari kerugian investasi Rp1,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Alhasil, Bukalapak meraih laba usaha Rp58,1 miliar pada akhir Juni 2025, membaik signifikan dibanding akhir Juni 2024 yang masih merugi Rp1,23 triliun. Direktur Utama BUKA, Willix Halim, bahkan melaporkan laba bersih Rp464,45 miliar, berbalik arah tajam dibanding rugi bersih Rp751,9 miliar pada Juni 2024.

Namun, di balik capaian laba ini, akumulasi rugi atau defisit Bukalapak masih terpampang Rp9,791 triliun pada akhir Juni 2025, meski sudah terpangkas 4,5 persen dibanding akhir 2024. Ini menunjukkan PR besar bagi perusahaan untuk benar-benar lepas dari bayang-bayang kerugian masa lalu.

Selain itu, total ekuitas perusahaan juga menyusut 1,6 persen menjadi Rp23,352 triliun. Meski demikian, ada kabar baik dari sisi kewajiban yang berkurang 34,4 persen dibanding akhir 2024 menjadi Rp717,56 miliar.

Baca Juga: Emiten CGAS Bidik Pendapatan Rp 150 Miliar per Tahun dari Fasilitas Baru di Gresik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI