Fadli Zon Kembali Tanggapi Stafsus Menkeu: Pemerintah Tidak Profesional dan Tak Bertanggung Jawab

M Nurhadi

Selasa, 13 September 2022 | 11:48 WIB
Fadli Zon Kembali Tanggapi Stafsus Menkeu: Pemerintah Tidak Profesional dan Tak Bertanggung Jawab
Politisi Partai Gerindra Fadli Zon saat berada di Kota Solo. [suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Politisi Partai Gerindra Fadly Zon kembali menanggapi ucapan Staf Khusus Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yustinus Prastowo melalui media sosial Twitter.

"Pada tgl 1 Agustus 2022 Presiden Jokowi sendiri yang menyebut “subsidi BBM” mencapai Rp502 triliun. Pernyataan itu jelas keliru, karena angka subsidi BBM yang sebenarnya di dalam APBN jauh di bawah angka tsb," kata Fadli Zon via Twitter.

Padahal, menurutnya, APBN wajib diatur melalui UU APBN, bukan UU BUMN, Perpres, terlebih Permenkeu. "Sehingga, pengalokasian dana kompensasi yg tidak dilakukan melalui UU APBN jelas bermasalah," ucapnya.

"Pernyataan Pemerintah bahwa sesudah BBM dinaikkan pun subsidi tetap tidak cukup hingga akhir tahun adalah pernyataan tidak profesional dan tak bertanggung jawab. Pernyataan itu hanya menunjukkan bagaimana buruknya perencanaan pemerintah," lanjut Fadli Zon.

Anggota DPR RI ini juga menyinggung adanya SPBU lain, yakni Vivo yang menjual BBM dengan harga yang lebih murah. Sehingga mempertanyakan apakah benar masih ada subsidi.

"Kita bahkan perlu bertanya, dgn kenaikan harga Pertalite hingga 31%, benarkah masih ada subsidi? Buktinya, ada SPBU asing yang bisa jual bensin di bawah harga Pertamina, sebelum kemudian “dipaksa” pemerintah utk menaikkan harga," tulis dia.

"Jika tidak ada lagi subsidi Pertalite, dan Premium secara de facto sudah tidak ada lagi di lapangan, bagaimana bisa Pemerintah menyebut anggaran subsidi BBM kita masih kurang hingga Rp89,3 T?" ujar Fadli Zon.

Berkaitan dengan tanggapan Stafsus Yustinus Prastowo terkait nilai tukar uang. Fadli mengaku menyadari hal itu, namun alasan tersebut justru membuat dalih pemerintah makin aneh.

"Kenapa aneh? Di satu sisi Pemerintah selalu klaim depresiasi rupiah paling rendah jika dibanding mata uang negara lain, tapi kenaikan harga BBM kita justru yang paling tinggi," ujar dia.

baca juga

"Menurut BI, sampai 22 Agt 2022, rupiah hanya terdepresiasi 4,27 persen, jauh lebih rendah dari depresiasi India 6,92 persen, Malaysia 7,13 persen, dan Thailand 7,38 persen. Anehnya, dalam 12 bulan terakhir harga BBM di Indonesia telah naik rata-rata 55%, jauh lebih tinggi dibanding Malaysia (9%), Vietnam (25,7%), atau Thailand (22%)," sambung Fadli Zon.

Fadli Zon lantas menuding pemerintah telah gagal menjaga fundamental ekonomi sehingga nilai rupiah terus merosot. "Sebagai catatan, pada 2011 harga ICP pernah capai US$111,6/barel, asumsi APBN-nya hanya US$80. Tapi karena kurs kuat, hanya Rp9.144/USD, tidak ada kenaikan harga BBM," kata dia.

Ia lantas membandingkan hal ini dengan tahun 2008 silam saat harga ICP melonjak. Lantaran kurs rupiah saat itu berada di angka Rp9.161/USD sehingga kenaikan harga BBM tidak terlalu besar sebelum akhirnya kembali turun.

Tidak hanya itu, Fadli Zon juga menganggap pemerintah tidak berpihak ke masyarakat karena ekonomi yang baru saja mulai bertumbuh pasca pandemi COVID-19.

"Inflasi rendah justru merupakan bukti lemahnya kinerja pemerintah. Sejak 2015, inflasi kita selalu di bawah 4%. Kenapa rendah? Karena pertumbuhan ekonomi kita sangat rendah!" kata Fadli.

Ia lanyas membandingkan era Presiden Jokowi dengan masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Di masa @SBYudhoyono, inflasi memang tinggi, tetapi itu terjadi karena capaian pertumbuhan ekonominya juga tinggi. Jadi, rendahnya inflasi era @jokowi bukanlah hasil dari skenario dan desain pemerintah,” ungkapnya.

“Rendahnya inflasi jusrtru mengindikasikan bahwa pemerintah kesulitan dalam mengendalikan dan menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. Rendahnya inflasi ini terjadi sejalan dengan turunnya angka pertumbuhan ekonomi di era @jokowi,” sambung dia.

Keduanya diketahui sudah saling adu argumentasi sejak Fadli Zon membuat sebuah utas terkait tanggapannya mengenai kenaikan harga BBM. Menurut dia, ada narasi sesat dalam kenaikan BBM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyesuaian Harga BBM Bersubsidi, KAMMI: Sosialisasikan Secara Masif

Penyesuaian Harga BBM Bersubsidi, KAMMI: Sosialisasikan Secara Masif

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 11:44 WIB

Ada Pengalihan Arus untuk Antisipasi Demo Kenaikan BBM, Warga Diminta Hindari Kawasan Istana Merdeka Siang Ini

Ada Pengalihan Arus untuk Antisipasi Demo Kenaikan BBM, Warga Diminta Hindari Kawasan Istana Merdeka Siang Ini

Bekaci | Selasa, 13 September 2022 | 11:36 WIB

Sekelompok Orang Bertopeng Hacker Bjorka di Tasikmalaya Bentangkan Spanduk "BBM Naik Jokowi Turun"

Sekelompok Orang Bertopeng Hacker Bjorka di Tasikmalaya Bentangkan Spanduk "BBM Naik Jokowi Turun"

Jabar | Selasa, 13 September 2022 | 11:23 WIB

Yuk Cek Apakah Kalian Penerima BSU Dari Pemerintah di Kemnaker.go.id

Yuk Cek Apakah Kalian Penerima BSU Dari Pemerintah di Kemnaker.go.id

Purwokerto | Selasa, 13 September 2022 | 11:03 WIB

Warga Sumsel Berganti Jenis Rokok Lebih Murah Akibat Harga BBM Subsidi Naik

Warga Sumsel Berganti Jenis Rokok Lebih Murah Akibat Harga BBM Subsidi Naik

Sumsel | Selasa, 13 September 2022 | 10:51 WIB

Bjorka Tantang Pemerintah: Saya Menanti Hukumannya!

Bjorka Tantang Pemerintah: Saya Menanti Hukumannya!

Surabaya | Selasa, 13 September 2022 | 10:43 WIB

Terkini

Dear Bakom RI! Ini Santapan Lamine Yamal Biar Gesit, Apa Ada di Menu MBG?

Dear Bakom RI! Ini Santapan Lamine Yamal Biar Gesit, Apa Ada di Menu MBG?

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:06 WIB

Motul Pamerkan Teknologi Pelumas McLaren di Grand Prix Italia

Motul Pamerkan Teknologi Pelumas McLaren di Grand Prix Italia

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

News | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Video | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

×