Mahasiswi Indonesia Temukan Ide Brilian Perangi Sampah Makanan

Vania Rossa

Jum'at, 16 September 2022 | 09:31 WIB
Mahasiswi Indonesia Temukan Ide Brilian Perangi Sampah Makanan
Ilustrasi sampah makanan. [Shutterstock]

Pada acara FWTF, konsep Swandewi itu kemudian berkembang menjadi lebih luas. Di sana, bersama anggota tim dari universitas lain, Ibu Foodies berkembang menjadi sebuah platform edukasi sosial.

“Semangatnya masih sama, yakni mencegah timbulnya sampah makanan. Namun lewat platform ini kami merancang program edukasi bagi para ibu-ibu untuk mengenal lebih jauh bahan makanan yang biasa mereka beli,” jelasnya.

Lewat program edukasi “Turn That Veggie Waste Into Delicious Taste” ini, peserta diajak untuk memanfaatkan sisa sayuran yang biasa terbuang untuk diolah kembali jadi makanan yang tak kalah lezat dan bernutrisi, atau ditanam kembali sehingga dapat tumbuh dan menghasilkan.

“Kami spesifik memilih segmen ibu-ibu karena kami menganggap mereka punya kekuatan untuk jadi agen perubahan khususnya jika menyasar food waste dalam skala rumah tangga. Kami berharap, jika semakin banyak ibu-ibu yang mendapat edukasi soal manajemen sampah makanan ini, maka perubahan besar yang kita harapkan bisa tercapai,” kata Swan.

Untuk tahap awal, program edukasi yang dijalankan Swan dan kawan-kawan menggandeng Komunitas Ibu Pembelajar Indonesia yang anggotanya sudah mencapai ribuan di berbagai daerah. Anggota komunitas ini pun terbilang cukup melek dengan teknologi dan memiliki keinginan belajar yang cukup tinggi.

Lewat komunitas ini, Swan berharap pemahaman soal manajemen sampah makanan bisa menyebar luas. Ia dan kawan-kawan juga sudah merancang purwarupa situs Internet yang di dalamnya berisi aneka informasi, edukasi, serta resep-resep makanan dari bahan-bahan pangan yang selama ini kerap terbuang, seperti misalnya kulit pisang.

Sementara itu, mahasiswa Prasmul lainnya dari Program Studi Ekonomi Bisnis, Ethelind B. Santoso bersama tim menghadirkan konsep “No Action Too Small”, yang hampir mirip dengan program edukasi yang diusung Swandewi. Bedanya, Ethelind dan kawan-kawan menyasar para pelaku usaha kecil dan pedagang kaki lima penjual makanan sebagai target edukasi mengenai manajemen sampah makanan.

Edukasi yang disampaikan tim Ethelind dan kawan-kawan juga berupa informasi mengenai perlunya mengelola sampah makanan, resep-resep makanan dari bahan-bahan organik yang kerap terbuang, seperti perkedel tanpa sisa yang mengandung cincangan daun wortel, kulit kentang, dan irisan bonggol seledri.

Selain itu, bagian dari edukasi tersebut juga memperkenalkan cara menumbuhkan kembali beberapa jenis sayuran tertentu seperti daun bawang dari bonggolnya yang gundul.

baca juga

“Selain rumah tangga, penjual makanan juga menjadi kontributor sampah sisa makanan terbesar di Indonesia. Melalui program ini kami berharap dapat memberikan informasi dan mengajak mereka untuk mengubah perilaku dalam menangani sampah makanan,” kata Ethelind.

Namun, Ethelind bercerita, dalam praktiknya, edukasi tersebut kerap menemui hambatan saat disampaikan kepada target mereka, lantaran sampah makanan masih dianggap asing terutama di kalangan para penjual makanan.

Namun Ethelind cukup optimistis, konsep ini ke depannya dapat dikembangkan menjadi platform edukasi yang bisa menjangkau masyarakat lebih luas. Di sisi lain, Ethelind juga mengembangkan konsep baru untuk mengurangi potensi sampah makanan.

“Konsep baru yang saya kembangkan sebetulnya sederhana, berupa program Bazar Hortikultura untuk menjual sayur-mayur atau buah-buahan, yang biasanya dibuang oleh toko dan pedagang di pasar karena dianggap sudah terlalu matang dan penampilannya tidak menarik,” Ethelind bercerita.

Konsep ini rencananya akan ia kembangkan berkolaborasi dengan jaringan retail atau toko-toko yang menjajakan sayur dan buah segar, di mana konsumen dapat mencampur jenis-jenis sayur dan buah yang penampilannya dianggap jelek tapi padahal masih layak konsumsi dengan harga murah meriah.

Aneka konsep yang diusung para mahasiswa Prasetiya Mulya ini, kendati tak murni berupa ide bisnis, namun menurut Wisnu Wijaya, tetap potensial untuk dikembangkan dan direalisasikan di kemudian hari.

“Di Prasmul, sejak awal kami mendorong mahasiswa untuk mencari dan merancang berbagai ide baik bisnis komersial, maupun gerakan sosial yang dapat berdampak luas bagi masyarakat. Bagi para mahasiswa, ide-ide ini pun selalu diselaraskan dengan kurikulum yang diajarkan dan mereka dapat mengembangkan idenya menjadi tugas akhir,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Boleh Ditiru! Cara Olah Bahan Masakan Agar Tidak Jadi Sampah ala Chef Ragil

Boleh Ditiru! Cara Olah Bahan Masakan Agar Tidak Jadi Sampah ala Chef Ragil

Lifestyle | Senin, 22 Agustus 2022 | 00:05 WIB

Cegah Penumpukan Food Waste, Anak Wajib Dididik untuk Makan Secukupnya

Cegah Penumpukan Food Waste, Anak Wajib Dididik untuk Makan Secukupnya

Health | Minggu, 21 Agustus 2022 | 22:04 WIB

Soroti Makanan Mubazir dari Industri Pariwisata di Event G20, Menparekraf Sandiaga Uno: Jadi Penyumbang Emisi Karbon

Soroti Makanan Mubazir dari Industri Pariwisata di Event G20, Menparekraf Sandiaga Uno: Jadi Penyumbang Emisi Karbon

Lifestyle | Senin, 18 Juli 2022 | 20:34 WIB

Terkini

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

News | Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:20 WIB

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Banten | Senin, 21 September 2026 | 22:14 WIB

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:11 WIB

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:08 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:06 WIB

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 21:52 WIB

×