Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Harga Emas Berada di Jalur Mingguan Terburuk Sepanjang 4 Pekan

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 19 September 2022 | 08:15 WIB
Harga Emas Berada di Jalur Mingguan Terburuk Sepanjang 4 Pekan
Ilustrasi Emas Batangan. (pixabay.com)

Suara.com - Harga emas menguat tipis pada perdagangan akhir pekan lalu. Tetapi ekspektasi lonjakan kenaikan suku bunga the Fed di USA membuat emas mencatat harga jauh di bawah angka kunci USD1.700.

Emas juga di jalur pelemahan mingguan terburuk dalam 4 pekan terakhir.

Mengutip CNBC, Senin (19/9/2022) harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD1,673,19 per ounce. Emas berjangka AS naik 0,3 persen menjadi USD1,682,10.

"Kami melihat dolar berubah negatif, dan akselerasi penurunan pasar ekuitas AS, yang mungkin telah memicu sedikit" pembelian, kata Philip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Menurut dia, harga emas masih turun sekitar 2,5 persen sejauh minggu ini, setelah sebelumnya turun ke level terendah sejak April 2020. Emas gagal memanfaatkan kekhawatiran meningkatnya risiko resesi AS sepanjang minggu, dan "bahkan tidak dianggap sebagai tempat yang aman" pada kesempatan tertentu, Streible menambahkan.

Dolar AS sempat berubah negatif sebelum terhenti. Tapi itu masih terikat untuk kenaikan mingguan, membuat emas lebih mahal untuk pembeli luar negeri.

Pasar melihat peluang kenaikan suku bunga the Fed hingga 75 bps mencapai 75 persen dan kemungkinan naik 100 bps mencapai 25 persen. Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi, kenaikan suku bunga membuat emas batangan yang tidak menghasilkan kurang menarik.

"Kemungkinan kepanikan tiba-tiba tentang potensi kenaikan 100bps setelah laporan CPI yang buruk berkontribusi pada penurunan besar," kata Tai Wong, seorang pedagang senior di Heraeus Precious Metals di New York.

Sementara itu, permintaan emas fisik meningkat di India karena harga domestik turun menjelang festival utama. Harga spot silver naik 1,9% menjadi USD19,52 per ons. Platinum naik 0,1 persen menjadi USD905,13, sementara paladium turun 0,2 persen menjadi USD2.132,68. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Anjlok, Pengamat Ungkap Penyebab Harga Emas Tertekan

Harga Emas Anjlok, Pengamat Ungkap Penyebab Harga Emas Tertekan

Deli | Sabtu, 17 September 2022 | 09:01 WIB

Harga Emas Ambrol ke Level Terendah Sejak April 2020

Harga Emas Ambrol ke Level Terendah Sejak April 2020

Bisnis | Jum'at, 16 September 2022 | 08:18 WIB

Harga Emas Kian Anjlok, Kini di Bawah Level USD 1.700/Ounce

Harga Emas Kian Anjlok, Kini di Bawah Level USD 1.700/Ounce

Bisnis | Kamis, 15 September 2022 | 08:44 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×