Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, Bahana TCW Utamakan Penilaian Risiko Pada Bahana Gebyar Dana Likuid

Iwan Supriyatna

Senin, 19 September 2022 | 15:42 WIB
Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, Bahana TCW Utamakan Penilaian Risiko Pada Bahana Gebyar Dana Likuid
Ilustrasi ekonomi saat pandemi (pixabay)

Suara.com - Saat ini, kondisi ekonomi global masih sangat dinamis serta dibayangi risiko dan tantangan yang semakin kompleks, utamanya akibat ketegangan geopolitik imbas konflik Rusia-Ukraina, tingkat inflasi dunia yang melonjak tinggi serta dampak pandemi yang belum juga usai.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran sebagian besar masyarakat yang ingin berinvestasi di produk investasi dimana masyarakat yang ingin berinvestasi berupaya mencari investasi dengan tenor jangka pendek dengan volatilitas rendah serta menawarkan imbal hasil menarik semakin tinggi.

Sebagai salah satu upaya menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan manajemen investasi terkemuka PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) sebagai anak usaha dari Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan (Indonesia Financial Group - IFG) bekerjasama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah meluncurkan produk investasi teranyar yaitu Bahana Gebyar Dana Likuid (BGDL).

BGDL adalah Reksa Dana Pasar Uang yang dikembangkan dan disesuaikan dengan karakteristik nasabah wealth management BCA. Produk investasi bertenor satu tahun ini hadir untuk menjawab kebutuhan investasi jangka pendek, memiliki imbal hasil optimum dengan mempertimbangkan likuiditas aset.

Direktur Bahana TCW, Danica Adhitama mengatakan, bahwa BGDL diproyeksikan sebagai jawaban akan kebutuhan investasi masyarakat. Konsep investasi yang dikembangkan Bahana TCW untuk produk ini adalah dengan lebih menekankan pada penilaian risiko kuantitatif dan kualitatif (risk screening) serta kualitas perusahaan atau emiten penerbit obligasi sebagai prioritas utama tanpa mengesampingkan unsur imbal hasil yang dapat dinikmati oleh investor.

“Sehingga strategi alokasi aset produk ini terdiri dari 60 persen di obligasi, 38 persen di deposito dan 2 persen di instrument likuiditas. Produk ini memiliki volatilitas rendah, serta risiko penurunan nilai aktiva bersih (NAB) relatif lebih rendah dibanding reksa dana saham atau pendapatan tetap, karena produk ini mayoritas portofolionya dialokasikan pada obligasi korporasi dengan rating minimum AA,” terang Danica.

Mengingat target aset alokasi produk ini mayoritas pada obligasi, maka ada beberapa syarat obligasi yang akan dipilih atau menjadi target investasi produk ini. Sejumlah syarat tersebut diantaranya, penerbit obligasi haruslah berstatus perusahaan terbuka, dengan rating obligasi AA atau investment grade. Selain itu, kapitalisasi pasar minimal Rp 200 miliar dengan tenor tidak lebih dari satu tahun setiap seri obligasi.

Sementara syarat untuk penempatan di instrumen deposito adalah produk ini hanya akan berinvestasi di bank BUKU 2, 3 dan 4 dengan aspek kecukupan modal sesuai dengan ketentuan OJK yaitu di atas 10%. Selain harus memiliki fundamental dengan laba yang positif, bank tersebut harus lah memiliki persentase penempatan deposito terhadap total DPK (Dana Pihak Ketiga) tidak lebih dari 10% serta tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) di bawah 5%.

“Kondisi perekonomian global dan dunia investasi sangat dinamis sehingga menuntut kita untuk selalu beradaptasi dalam setiap keputusan investasi. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk dan layanan investasi yang sesuai dan memenuhi perkembangan kebutuhan investasi masyarakat. Tidak berhenti di nasabah BCA saja, ke depan, kami akan terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap produk-produk investasi yang mengedepankan penilaian risiko namun tetap mampu memberikan imbal hasil yang optimal,” tutup Danica.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Kekhawatiran Soal Perlambatan Ekonomi Global Membuat Rupiah Melemah 33 Poin

Duh! Kekhawatiran Soal Perlambatan Ekonomi Global Membuat Rupiah Melemah 33 Poin

Jawa Tengah | Rabu, 07 September 2022 | 16:19 WIB

Jokowi ke Para Ekonom: Dunia Berubah, Pakai Pikiran yang Abu Nawas

Jokowi ke Para Ekonom: Dunia Berubah, Pakai Pikiran yang Abu Nawas

Bisnis | Rabu, 07 September 2022 | 12:02 WIB

Bahana TCW Kembali Raih Tiga Penghargaan Dari Alpha Southeast Asia 2022

Bahana TCW Kembali Raih Tiga Penghargaan Dari Alpha Southeast Asia 2022

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2022 | 15:43 WIB

Terkini

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Bogor | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

×