Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Bank Sentral Dunia Kompak Kerek Suku Bunga, Sri Mulyani Ketar-Ketir Soal Resesi

Vania Rossa | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 26 September 2022 | 17:17 WIB
Bank Sentral Dunia Kompak Kerek Suku Bunga, Sri Mulyani Ketar-Ketir Soal Resesi
Menkeu Sri Mulyani. [Antara]

Suara.com - Kekhawatiran pasar terhadap potensi resesi kian mengemuka setelah sejumlah bank sentral dunia mengkerek naik suku bunga acuannya secara berjamaah mengikuti The Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan di kisaran 3,00-3,25 persen beberapa waktu lalu.

Kondisi ini pun membuat khawatir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dia bilang ancaman resesi pada tahun depan semakin nyata usai beberapa negara dunia secara bersamaan menaikkan suku bunga acuan mereka.

"Bank Dunia sudah menyampaikan kalau bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, maka dunia pasti mengalami resesi di 2023," kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita secara virtual, Senin (26/9/2022).

Menurut dia, kenaikan suku bunga ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi masing-masing negara cukup terpukul.

"Inilah yang sekarang sedang terjadi, yaitu kenaikan suku bunga oleh bank sentral terutama di negara-negara maju secara cukup cepat dan ekstrem dan itu pasti akan memukul pada pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut," kata Sri Mulyani.

Pengetatan suku bunga yang dilakukan negara maju untuk menjinakkan inflasi yang saat ini menggerogoti hampir seluruh negara di dunia.

Tanda-tanda pelemahan ekonomi pun, kata dia, sudah mulai terlihat dari aktivitas Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur global yang turun dari 51,1 ke 50,3 pada Agustus 2022.

Dari negara-negara G20 dan ASEAN-6, hanya 24 persen saja yang aktivitas manufakturnya masih di level ekspansi dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Mereka adalah Indonesia, Thailand, Filipina, Rusia, Vietnam dan Arab Saudi.

"Hanya 24 persen dari negara G20 dan ASEAN-6, artinya mayoritas melambat dan kontraksi," katanya.

Indonesia, dikatakan Sri Mulyani, masih cukup bergerak positif karena masih dijalur akselerasi. Meski demikian, dia mengatakan Indonesia mesti harus bersikap hati-hati karena saat ini lingkungan ekonomi dunia sedang mengalami pelemahan.

"Indonesia dengan kelima negara yang lain masih pada level yang akseleratif. Ini hal yang cukup positif tapi kita juga sangat menyadari lingkungan global kita mengalami pelemahan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekhawatiran Resesi Jadi Penyebab IHSG Anjlok Parah Awal Pekan Ini

Kekhawatiran Resesi Jadi Penyebab IHSG Anjlok Parah Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 26 September 2022 | 11:03 WIB

KPR Naik, Bisnis Properti Diperkirakan Melambat Akibat Kenaikan Suku Bunga BI

KPR Naik, Bisnis Properti Diperkirakan Melambat Akibat Kenaikan Suku Bunga BI

Bisnis | Minggu, 25 September 2022 | 11:58 WIB

Kenaikan Suku Bunga BI Tekan Kredit Perbankan, Pakar: Kredit UMKM Harus Dipertahankan

Kenaikan Suku Bunga BI Tekan Kredit Perbankan, Pakar: Kredit UMKM Harus Dipertahankan

Bisnis | Jum'at, 23 September 2022 | 16:53 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun ke USD 90-an Usai AS-Iran Beri Sinyal Gencatan Senjata Jangka Panjang

Harga Minyak Turun ke USD 90-an Usai AS-Iran Beri Sinyal Gencatan Senjata Jangka Panjang

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:54 WIB

Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional

Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:33 WIB

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:32 WIB

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:19 WIB

MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor

MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:12 WIB

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:15 WIB

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:42 WIB

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:16 WIB

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:43 WIB