Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Kilau Emas Makin Pudar Kini Ambles 1,2 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 27 September 2022 | 08:48 WIB
Kilau Emas Makin Pudar Kini Ambles 1,2 Persen
Ilustrasi emas (shutterstock)

Suara.com - Harga emas melorot di dekat level terendahnya pada perdagangan hari Senin, karena yield  US Treasury dan dolar melesat, sementara kegelisahan atas kenaikan suku bunga Federal Reserve mengurangi daya tarik logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Mengutip CNBC, Selasa (27/9/2022) harga emas di pasar spot merosot 1,2 persen menjadi USD1.623,79 per ounce setelah jatuh ke posisi USD1.620,85, level terendah sejak April 2020.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 1,3 persen lebih rendah menjadi USD1.633,40 per ounce.

"Emas bukan satu-satunya aset yang diinginkan dalam hal keamanan. Uang juga masuk ke US Treasury," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Prospek emas bergantung pada Federal Reserve, kata Haberkorn, menambahkan bahwa "ini semacam badai yang harus kita hadapi sekarang jika kita seorang investor emas," katanya.

Suku bunga AS yang lebih tinggi menumpulkan daya tarik emas dengan imbal hasil nol, sambil memperkuat dolar dan yield obligasi.

Emas kehilangan lebih dari USD400, atau lebih dari 20 persen sejak melesat di atas level kunci USD2.000 per ounce pada Maret karena bank sentral utama menaikkan suku bunga.

Membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, Indeks Dolar (Indeks DXY) menyentuh level tertinggi sejak 2002.

"Pergerakan dolar belum berakhir dan itu akan menjaga tekanan pada emas," Edward Moya, analis OANDA.

Kendati prospek kenaikan suku bunga yang agresif meredam sentimen terhadap emas saat ini, beberapa analis mengatakan bullion  masih tetap didukung oleh risiko resesi dan ketegangan geopolitik.

"Kita mendapati penguatan dolar dan peningkatan imbal hasil US Treasury, yang biasanya akan mendorong emas lebih rendah. Namun, secara umum, emas tidak terlalu buruk dalam skema ini," kata Ross Norman, analis independen.

Di pasar fisik, net impor emas China melalui Hong Kong melonjak hampir 40 persen ke level tertinggi lebih dari empat tahun pada Agustus, berdasarkan data yang dirilis Senin.

Logam lainnya, harga perak di pasar spot anjlok 2,5 persen menjadi USD18,37 per ounce.

Platinum turun 0,4 persen menjadi USD850,43 per ounce dan paladium kehilangan 0,8 persen menjadi USD2.050,79. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Kembali Terpuruk, The Fed Jadi Biang Keroknya

Harga Emas Kembali Terpuruk, The Fed Jadi Biang Keroknya

Bisnis | Selasa, 27 September 2022 | 07:54 WIB

Harga Emas Anjlok Menuju Level Terendah Sejak April 2020

Harga Emas Anjlok Menuju Level Terendah Sejak April 2020

Bisnis | Senin, 26 September 2022 | 08:16 WIB

Rincian Harga Emas Pegadaian Jelang Akhir Pekan

Rincian Harga Emas Pegadaian Jelang Akhir Pekan

| Jum'at, 23 September 2022 | 10:32 WIB

Terkini

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:25 WIB

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:17 WIB

IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau

IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:08 WIB

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

DPR Dorong Buyback, Saham Bank Himbara Kompak Melesat, IHSG Ikut Terbang

DPR Dorong Buyback, Saham Bank Himbara Kompak Melesat, IHSG Ikut Terbang

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:53 WIB

CFX Luncurkan Indeks CFX10, Acuan Baru Pantau Pergerakan Pasar Kripto Indonesia

CFX Luncurkan Indeks CFX10, Acuan Baru Pantau Pergerakan Pasar Kripto Indonesia

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:40 WIB

DPR-Danantara Mau 'Serok' Saham BUMN, Emiten Bank Himbara Siap-siap Rebound?

DPR-Danantara Mau 'Serok' Saham BUMN, Emiten Bank Himbara Siap-siap Rebound?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:05 WIB

Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:55 WIB