Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Rupiah Bangkit ke Level Rp15.262 Setelah Beberapa Hari Terpuruk

Vania Rossa, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 29 September 2022 | 16:56 WIB
Rupiah Bangkit ke Level Rp15.262 Setelah Beberapa Hari Terpuruk
Nilai tukar rupiah (Foto: antara)

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (29/9/2022), setelah beberapa hari terakhir terpuruk ke zona pelemahan. Mata uang Garuda ditutup menguat bersama beberapa mata uang lain di kawasan Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat 4 poin atau 0,03 persen sehingga parkir di posisi Rp15.262,50 per dolar AS.

Indeks dolar AS pada pukul 15.10 WIB terpantau menguat 1,02 poin atau 0,91 persen ke level 113,62.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS melanjutkan pergerakannya yang tampaknya tanpa henti lebih tinggi serta intervensi Bank of England ke pasar obligasi menghilang.

"Bank of England mengumumkan pembelian obligasi darurat pada hari Rabu, mencoba untuk menopang pasar emas yang telah merosot, bersama dengan Pound, setelah pemerintah Inggris yang baru mengumumkan pemotongan pajak yang substansial, kemungkinan didanai oleh pinjaman yang besar," kata Ibrahim dalam analisisnya.

Selain itu, mata uang tunggal juga dibebani oleh eskalasi krisis energi zona euro baru-baru ini, dengan penjaga pantai Swedia mengumumkan telah menemukan kebocoran gas keempat pada pipa Nord Stream yang rusak. Uni Eropa menduga sabotase berada di balik kebocoran pipa yang membawa gas dari Rusia ke Eropa dan telah menjanjikan tanggapan "kuat" terhadap gangguan yang disengaja terhadap infrastruktur energinya.

"Selain itu, sejumlah pejabat Fed menegaskan kembali minggu ini bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga tajam tahun ini, karena berjuang untuk memerangi inflasi yang mencapai puncak 40 tahun," katanya.

Sementara itu, dari sisi internal inflasi Indonesia tahun ini bisa mencapai 6.27 persen. Angka ini jauh dari proyeksi Pemerintah yang menargetkan inflasi di bawah 5 persen. Selain itu diprediksi Bank Indonesia akan terus menaikkan suku bunga acuan sampai 5 persen di tahun ini.

Sementara itu, musim dingin di belahan dunia Barat diprediksi akan membuat inflasi di negara Barat naik. Di Indonesia sendiri, musim hujan dan libur Natal dan liburan tahun baru 2023 sendiri diperkirakan akan mendorong inflasi.

baca juga

Inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi menjadi tantangan bagi negara-negara di seluruh dunia.

Ibrahim pun memprediksi untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat tipis di rentang Rp15.240 - Rp15.300.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Babak Belur, Jokowi: Masih Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain

Rupiah Babak Belur, Jokowi: Masih Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain

Bisnis | Kamis, 29 September 2022 | 12:28 WIB

Dua Faktor Kunci Penguatan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Dua Faktor Kunci Penguatan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Bisnis | Kamis, 29 September 2022 | 10:09 WIB

Alasan Pandemi Covid-19, Target Anies Bangun Rumah DP 0 Rupiah Turun Jadi 9.081 Unit

Alasan Pandemi Covid-19, Target Anies Bangun Rumah DP 0 Rupiah Turun Jadi 9.081 Unit

Jakarta | Rabu, 28 September 2022 | 18:36 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×