Jaga Devisa, GenPI Dukung Presiden Gairahkan Pariwisata Dalam Negeri

Iwan Supriyatna | Suara.com

Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:30 WIB
Jaga Devisa, GenPI Dukung Presiden Gairahkan Pariwisata Dalam Negeri
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/10/2022). [Dok.Antara]

Suara.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi minta jajaran pemerintah daerah untuk menggairahkan pariwisata dalam negeri, karena Indonesia kaya akan potensi wisata. Selain itu, mengutamakan wisata dalam negeri akan membantu devisa negara.

Pegiat Pariwisata yang juga Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Siti Chotijah mengatakan, permintaan Presiden Jokowi kepada kepala daerah untuk mengutamakan wisata dalam negeri sangat tepat, karena jika wisata dalam negeri diprioritaskan maka akan membawa manfaat yang besar bagi bangsa dan masyarakat.

“Kalau dari komunitas GenPI terkait dengan arahan presiden mengenai lebih mengutamakan wisata dalam negeri, tentu kami sangat sepakat dan sangat mendukungnya jadi banyak manfaat dari yang instruksi ini,” kata Siti Chotijah.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mba Jhe ini, selain bertujuan untuk mempopulerkan wisata-wisata yang ada, ada manfaat besar yakni pergerakan ekonomi. Jika dalam sehari ada pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain (wisata), maka dipastikan ada perputaran ekonomi di tempat yang dituju.

“Ini memberikan dampak yang luar biasa, salah satunya adalah menggerakkan ekonomi lokal. Kita juga bisa melihat bahwa dengan adanya pergerakan satu orang ke daerah lain itu sebenarnya adalah pergerakan ekonomi yang sangat signifikan,” ujarnya.

“Karena bisa dibayangkan ketika satu orang ini melakukan perjalanan wisata tentu yang hidup itu sektornya banyak sekali, dari transportasi, baik itu dari transportasi darat, udara atau bahkan transportasi kereta api dan sebagainya,” sambungnya.

Selain itu, ada juga sektor akomodasi dalam artian hotel, homestay, resort penginapan dan juga sektor penunjang lainnya.

“Yang pertama misalnya sektor restoran makanan dan sebagainya, sektor oleh-oleh, juga transportasi lokal rentcar dan sebagainya dan mayoritas dari ini adalah industri kecil kan. Orang membawa oleh-oleh berarti itu kan menghidupi industri lokal,” ucapnya.

Dikatakan Mba Jhe, permintaan Presiden agar wisata dalam negeri diutamakan ini sangat berpengaruh besar, baik buat kemajuan wisata maupun ekonomi Indonesia. Olehnya itu, Pemerintah dalam hal ini Menteri, Kepala Daerah harus memberikan contoh yang baik, bukan memamerkan brand-brand luar negeri.

“Ini efeknya sangat luar biasa dan kenapa pejabat bisa seperti ini karena mereka harus memberikan role model atau contoh, kalau pejabatnya saja pamernya brand-brand luar negeri, lalu perginya ke luar negeri kapan kita mau maju. Apalagi perjalanannya masih didukung oleh perjalanan dinas misalnya wah ini kan repot sekali ya,” jelasnya.

Lebih jauh Mba Jhe, dengan banyaknya wisatawan di dalam negeri khususnya yang dipelopori oleh pemerintah daerah dan juga publik-publik figur lainnya, ini akan lebih mengenalkan destinasi wisata Indonesia.

“Satu kebanggaan bahwa inilah wonderfull Indonesia gitu, masa kita sudah punya jargonnya adalah wonderfull tapi kita justru tidak mengakui wonderfulland itu dengan memilih destinasi ke luar. Berarti kan janji dari brand pariwisata kita dipertanyakan ya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, ketika seseorang melakukan perjalanan ke satu tempat maka yang akan tersisa adalah memori. Artinya, ada yang bentuknya konten dan ada yang bentuknya memori xperience, hingga perlu ada pengembangan ke depan agar kelangsungan dari destinasi-destinasi wisata itu membaik.

“Nah contohnya Borobudur dan sebagainya itu kan kelestarian menjadi nomor satu, lalu pengembangan ke depan untuk pariwisata ini harapakan juga bisa memberikan experience bukan hanya memberikan hiburan saja, jadi ketika ada xperience ini masih memungkinkan orang untuk datang kembali,” jelasnya juga.

Dalam pengembangan tempat wisata, kata Mba Jhe harus melibatkan masyarakat lokal dan juga pelaku-pelaku lokal yang diberikan ruang-ruang kreativitas seperti komunitas, desa wisata dan juga buat UMKM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Minta Kapolri Lakukan Investigasi

Presiden Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Minta Kapolri Lakukan Investigasi

| Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:20 WIB

Instruksi Presiden Jokowi Pada Tragedi Stadion Kanjuruhan: Lakukan Investigasi, Hentikan Liga 1 Sementara

Instruksi Presiden Jokowi Pada Tragedi Stadion Kanjuruhan: Lakukan Investigasi, Hentikan Liga 1 Sementara

Lampung | Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:13 WIB

Tragedi Di Stadion Kanjuruhan, Jokowi Perintahkan Menpora Turun Langsung Ke Malang

Tragedi Di Stadion Kanjuruhan, Jokowi Perintahkan Menpora Turun Langsung Ke Malang

Sport | Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:10 WIB

Terkini

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:17 WIB

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:07 WIB

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:32 WIB

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:10 WIB

Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen

Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:00 WIB

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:27 WIB

Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril

Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:10 WIB

Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT

Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:56 WIB

SPPG Kini Jadi Jantung Ekonomi Desa

SPPG Kini Jadi Jantung Ekonomi Desa

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:50 WIB

Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 00:16 WIB