Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Dolar Kembali Menguat, Kilau Emas Pudar Lagi

Vania Rossa, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:16 WIB
Dolar Kembali Menguat, Kilau Emas Pudar Lagi
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia melorot lebih dari 1 persen pada perdagangan hari Rabu, terbebani lonjakan dolar dan imbal hasil US Treasury menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika yang dapat memengaruhi jalur kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Mengutip CNBC, Kamis (6/10/2022), harga emas di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD1.712,93 per ounce setelah mencapai puncak tiga minggu di USD1.729,39 pada sesi Selasa ini.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,6 persen lebih rendah menjadi USD1.720,80 per ounce.

"Kita melihat kebangkitan dalam dolar dan imbal hasil, sebagai hasilnya, kita melihat mundurnya emas setelah cukup agresif bergerak lebih tinggi selama beberapa sesi terakhir," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Indeks dolar menguat membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Dolar melonjak lebih dari 1 persen terhadap sekeranjang pesaingnya, setelah membukukan hari terburuk sejak Maret 2020 pada sesi Selasa. Imbal hasil US Treasury 10-tahun juga naik.

Data menunjukkan pengusaha swasta Amerika meningkatkan perekrutan pada September, memperlihatkan permintaan untuk pekerja tetap kuat meski suku bunga naik dan kondisi keuangan yang lebih ketat.

Fokus sekarang bergeser ke data non-farm payrolls Departemen Tenaga Kerja AS untuk periode September, yang dirilis Jumat.

"The Fed sangat fokus pada pasar tenaga kerja saat ini. Kita melihat sedikit petunjuk tentang perlambatan di bidang manufaktur. Namun, jika kita melihat jumlah pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan, itu mungkin mengecewakan pasar emas," kata Meger.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan opportunity cost untuk memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

baca juga

Sementara itu harga perak di pasar spot anjlok 2,7 persen menjadi USD20,54 per ounce, setelah melejit ke puncak tiga bulan di sesi sebelumnya. Platinum menyusut 1,5 persen menjadi USD915,97 per ounce, dan paladium melorot 2,8 persen menjadi USD2.250,67.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mewah, Trophy MPL Indonesia Musim Ke-10 Dibuat Bertabur Emas Solid

Mewah, Trophy MPL Indonesia Musim Ke-10 Dibuat Bertabur Emas Solid

Lifestyle | Kamis, 06 Oktober 2022 | 04:45 WIB

Naik Lagi, Harga Emas Antam Dibanderol Rp962.000/Gram Hari Ini

Naik Lagi, Harga Emas Antam Dibanderol Rp962.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:26 WIB

Harga Emas Berkilau Lagi, Sentuh Level Tertinggi Tiga Pekan

Harga Emas Berkilau Lagi, Sentuh Level Tertinggi Tiga Pekan

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2022 | 08:37 WIB

Terkini

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB