Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Program Aggregator Dinilai Mampu Akselerasi UMK Naik Kelas

Iwan Supriyatna

Senin, 10 Oktober 2022 | 06:22 WIB
Program Aggregator Dinilai Mampu Akselerasi UMK Naik Kelas
PT Pertamina (Persero) memiliki program yang mendukung kebijakan pemerintah tersebut berupa Pertapreneur Aggregator Program.

Suara.com - Pemerintah menerapkan sistem aggregator sebagai pendekatan baru dalam membina dan mengakselerasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas.

Dengan konsep ini, pembinaan UMKM tidak lagi dilakukan satu per satu melainkan dengan menciptakan ekosistem bisnis yang mampu mengatasi berbagai persoalan yang kerap ditemui pelalu usaha seperti biaya logistik yang mahal dan kesulitan menembus pasar ekspor.

PT Pertamina (Persero) memiliki program yang mendukung kebijakan pemerintah tersebut berupa Pertapreneur Aggregator Program.

“Pelaku UMKM didorong bermitra dengan usaha besar agar UMKM tergabung dan masuk dalam rantai produksi global (global value chain) untuk meningkatkan peluang UMKM naik kelas. Selama ini, biaya logistik berkontribusi 83,5% dari total biaya produksi. Pemerintah terus mendorong agar UMKM memasuki rantai pasok dengan mengkoneksikan para pelaku usaha dalam sistem aggregator. Dengan demikian, pembinaan UMKM ke depan tidak lagi dilakukan satu per satu,“ tutur Menteri UMKM dan Koperasi Teten Masduki, di Jakarta.

Pertamina tengah menyelenggarakan Pertapreneur Aggregator Program sebagai ruang sinergi UMK agar mitra binaan yang selama ini mendapatkan pinjaman murah dari Dana Kemitraan. Peserta program ini sebanyak 100 UMK yang telah melewati proses kurasi dari 200 lebih peserta UMK Academy 2022. Mitra binaan yang terpilih menjadi aggregator akan merangkul UMK lain dalam rantai bisnis yang dikembangkannya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati meresmikan kick off UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator pada Agustus 2022. Pertamina berharap mitra binaan yang menjadi pertapreneur aggregator tidak hanya memiliki brand yang kuat tetapi memberikan manfaat pula bagi UMK di sekitarnya.

Selain itu, Pertamina mendorong inovasi yang dapat mendukung mitra binaan mendapatkan dan memiliki entrepreneurial value. Pertamina menginisiasi kolaborasi UMK satu dengan UMK atau mitra lain dalam pengembangan usaha yang saling menguntungkan.

Pengembangan industri UMK dapat dipercepat dengan fokus memberi dukungan pada peningkatan empat karakteristik yakni kepercayaan, petumbuhan, daya saing dan kolaborasi. Pertamina menumbuhkan tingkat percaya diri UMK dengan mendukung kemudahan berbisnis dan mempromosikan entrepreurial mindset.

Untuk pertumbuhan, Pertamina memfasilitas akses ke pasar global dan memberikan bantuan teknis yang dapat mendorong inovasi dan produksi finansial untuk ekspansi.

baca juga

Pertamina juga berupaya menciptakan UMKM berdaya saing global dengan menyediakan infrastruktur bisnis serta secara aktif mendukung produktivitas dan penetrasi teknologi. Selain itu, BUMN energi terintegrasi ini mendukung UMKM saling berkolaborasi menggabungkan kekuatan sebagai kunci sukses di pasar domestik maupun global.

Denny W Kurnia, Konsul Jendral Indonesia di Shanghai, mengungkapkan pasar Tiongkok merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan UMKM yang dibina Pertamina. Namun, apabila ingin sukses mengekspor ke negara itu, perusahaan harus memperhatikan kapasitas suplai yang dimilikinya.

“Karena pengekspor dengan suplai sedikit akan menjadi tidak efisien. Market kebutuhan dan permintaan selangit karena pasarnya besar. Kalau sedikit, tersendat suplainya, tidak akan prospektif,“ ujarnya.

Dia menuturkan Pertamina dapat mengikutkan UMK binaannya dapat mengikuti tata cara yang sudah ada, seperti memanfaatkan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

“Bisa berkoordinasi dengan yang ada di Shanghai, atau atase perdagangan, mereka akan punya daftar orang-orang yang biasa memfasilitasi, semacam agen. Untuk bisa masuk pasar Tiongkok dengan ribuan distributor maka paling mudah dengan agen. Mereka menarik fee, tapi tidak apa-apa,” ungkapnya.

Barang apapun kalau unik bisa diterima pasar Tiongkok. Menurut Denny, produk UMK yang memiliki prospek adalah makanan atau perhiasan yang unik. Untuk kain atau barang kerajinan agak susah diterima masyarakat karena harga di Tiongkok lebih kompetitif.

“Jadi, keberhasilan ekspor menyangkut produk UMKM harus dalam satu tim besar, dalam satu tim skala produksi besar yang unik. Tidak perlu kuatir, kalau produknya unik, tidak ada kompetitor maka barang akan laku,“ katanya.

Ridwan Hasan, Duta Besar Indonesia untuk Qatar, mengatakan pasar Timur Tengah sangat potensial untuk ditembus produk UMKM. Dia menambahkan produk yang dapat diterima pasar Qatar dapat berupa perhiasan, makanan dan minuman, produk kayu, kosmetik atau peralatan kesehatan dan hospitality.

“Celah masuk lewat pameran-pameran. Namun, untuk masuk ke pasar Timteng membutuhkan strategi yang matang karena menyangkut biaya logistik yang mahal,“ katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kebijakan Nasional Gunakan Produk UMKM, Bupati Karawang Mendukung Penuh

Soal Kebijakan Nasional Gunakan Produk UMKM, Bupati Karawang Mendukung Penuh

Purwasuka | Minggu, 09 Oktober 2022 | 21:36 WIB

Bantuan Untuk UMKM di 25 Desa Miskin Ekstrem di Karawang Tuntas Diberikan, Begini Kata Dinas

Bantuan Untuk UMKM di 25 Desa Miskin Ekstrem di Karawang Tuntas Diberikan, Begini Kata Dinas

Purwasuka | Minggu, 09 Oktober 2022 | 21:16 WIB

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Desa, BRI Hadirkan Program Desa BRILian Batch III 2022

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Desa, BRI Hadirkan Program Desa BRILian Batch III 2022

Riau | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 21:00 WIB

Terkini

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:43 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:56 WIB

×