Sawah dan Lahan Cabai Terendam Banjir, Petani di Aceh Utara Rugi Rp32 Miliar

M Nurhadi
Sawah dan Lahan Cabai Terendam Banjir, Petani di Aceh Utara Rugi Rp32 Miliar
Sawah di Aceh Utara terendam banjir (Antara)

"Luas lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai 2.848 hektare, tersebar di 12 kecamatan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp32,1 miliar," kata Erwandi.

Suara.com - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara memperkirakan, sektor pertanian di wilayah itu rugi hingga Rp32,1 miliar akibat bencana banjir.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara Erwandi, berdasarkan data sementara, areal pertanian yang dilanda banjir seluas 2.848 hektare yang tersebar di 12 kecamatan.

"Luas lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai 2.848 hektare, tersebar di 12 kecamatan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp32,1 miliar," kata Erwandi, Minggu (9/10/2022) kemarin.

Menurut dia, kerugian kemungkinan bisa bertambah karena petugas masih mendata di lapangan. Apalagi banjir di Kabupaten Aceh Utara sudah meluas.

Baca Juga: Wali Kota Manado Minta Masyarakat di Bantaran Sungai Segera Pindah

Sementara lahan pertanian yang terendam banjir yakni, untuk persemaian padi dengan luas mencapai 395 hektare. Kerugian diperkirakan mencapai Rp197,5 juta dan sawah pertanian padi seluas 2.413 hektare dengan kerugian diperkirakan Rp31,6 miliar.

Selanjutnya, untuk lahan tanaman cabai merah seluas 10 hektare dengan kerugian sebesar Rp150 juta dan lahan tanaman kedelai seluas 30 hektare dengan kerugian sebesar Rp150 juta.

"Kami belum bisa memastikan berapa total pastinya padi rusak atau mengalami puso karena banjir. Apalagi banjir masih berlangsung," kata Erwandi.

Menurut Erwandi, potensi gagal panen atau puso bisa dipastikan akan terjadi karena genangan air merendam sudah lebih dari tiga hari. Sebab, batang padi akan cenderung rusak dan membusuk lebih dari tiga hari.

Erwandi menyebutkan usia padi di area persawahan yang terendam banjir tersebut bervariasi karena penanaman padi di Kabupaten Aceh Utara tidak serentak. Yakni dengan umur tanaman berkisar 10 hingga 110 hari.

Baca Juga: Manado Diterjang Banjir Meski Sudah Ada Bendungan Kuwil Kawangkoan, Ini Kata Kementerian PUPR!

"Umur padi bervariasi, mulai dari mulai tanam hingga memasuki musim panen. Petugas di lapangan terus berupaya memperbaharui data kerugian akibat banjir," pungkas dia.