CIPS: Swasta Perlu Dilibatkan Pada Sektor Pertanian Demi Ketahanan Pangan

M Nurhadi

Senin, 10 Oktober 2022 | 15:37 WIB
CIPS: Swasta Perlu Dilibatkan Pada Sektor Pertanian Demi Ketahanan Pangan
Petani beras Srinuk, Harjono asal Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Klaten, menilai kedatangan Ganjar ke tempatnya untuk mengecek beras Srinuk sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap petani. [Istimewa]

Suara.com - Perlu keterlibatan sektor swasta mewujudkan ketahanan pangan masih perlu ditingkatkan dengan mengurangi intervensi pemerintah yang bersifat diskriminatif.

"Reformasi kebijakan terkait keterlibatan swasta pada sektor pertanian perlu jadi opsi untuk mewujudkan ketahanan pangan," kata peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran, Senin (10/10/2022).

Hasran mengatakan, potensi keterlibatan swasta sangat potensial. Sayangnya, ada sejumlah intervensi yang dilakukan yang dapat memunculkan keengganan karena terkadang bersifat diskriminatif.

Sebagai contoh, intervensi stabilisasi harga yang dilakukan pemerintah yang pada dasarnya bertujuan untuk menjaga harga agar tetap stabil pada kisaran yang ditargetkan. Beberapa komoditas strategis, seperti beras, menjadi satu dari beberapa komoditas yang terdampak kebijakan serupa.

Sedangkan di sektor swasta, menurut Hasran, intervensi tersebut berpotensi menutup ruang gerak mereka untuk mengambil keuntungan. 

Contohnya, acuan harga jual di pasaran yang terlalu rendah berpotensi merugikan swasta yang tidak mampu menekan biaya produksi di bawah acuan harga tersebut.

Berdasarkan penelitian CIPS mengenai Foreign Direct Investment in Indonesia’s Agriculture menyebut, investasi asing di sektor pertanian Indonesia masih tergolong rendah, yakni hanya sebesar 3-7 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia pada tahun 2015 hingga 2019.

Sebagian besar investasi pun masuk ke sektor kelapa sawit, sementara sektor pertanian lainnya, seperti tanaman pangan dan hortikultura, masih jauh lebih rendah.

"Peningkatan investasi di sektor pertanian perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk pertanian Indonesia," kata dia, dikutip dari Antara.

baca juga

Menurut dia, peran pemerintah justru harusnya lebih ditingkatkan pada pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian, seperti irigasi, bendungan dan sumber air. Pasalnya, kondisi infrastruktur sektor pertanian yang layak seringkali menjadi pertimbangan bagi investor.

Tidak hanya mendorong kemudahan dalam memulai bisnis, investasi di sektor pangan tidak bisa serta merta terjadi tanpa menyelesaikan permasalahan utama, yaitu adanya kebijakan intervensi pemerintah. Langgengnya kebijakan ini bisa juga terjadi karena permasalahan logistik dalam sistem rantai pasok pangan.

Ia juga turut menyoroti ketersediaan gudang berteknologi yang tercipta dengan mendorong terjadinya kerja sama antara institusi akademik, pemerintah dan pelaku usaha untuk dapat mewujudkan gudang yang mampu menjaga kualitas komoditas pangan.

"Infrastruktur jalan untuk mendukung kelancaran transportasi dan pengangkutan juga perlu jadi prioritas. Konsistensi terhadap pembangunan infrastruktur perlu terus dilakukan untuk mendukung pemerataan produksi pangan antar wilayah Indonesia," pungkas Hasran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bupati Kayong Utara Citra Duani Godok Regulasi Tentang Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan, Buat Apa?

Bupati Kayong Utara Citra Duani Godok Regulasi Tentang Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan, Buat Apa?

Kalbar | Minggu, 09 Oktober 2022 | 08:00 WIB

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Menjadi Sorotan Netizen

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Menjadi Sorotan Netizen

Tangsel | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 15:41 WIB

TV Swasta Ini Tangguhkan Penghargaan Rizky Billar Sebagai Gorgeous Dad, Netizen: Jangan Lupa Best Couple Juga!

TV Swasta Ini Tangguhkan Penghargaan Rizky Billar Sebagai Gorgeous Dad, Netizen: Jangan Lupa Best Couple Juga!

Kalbar | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 18:38 WIB

Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Alat Pengering Padi, Mantan Kadis Pertanian OKU Selatan Ditahan

Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Alat Pengering Padi, Mantan Kadis Pertanian OKU Selatan Ditahan

Sumsel | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 17:11 WIB

Menteri Pertanian Panen Hujatan Usai Ajak Warga Makan Sagu Jika Beras Mahal, Netizen: Harga Sagu 2x Lipat Harga Beras!

Menteri Pertanian Panen Hujatan Usai Ajak Warga Makan Sagu Jika Beras Mahal, Netizen: Harga Sagu 2x Lipat Harga Beras!

Bekaci | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 13:05 WIB

Hadapi Dinamika Global, DPR Dorong Pemerintah Fokuskan Strategi Ketahanan Pangan

Hadapi Dinamika Global, DPR Dorong Pemerintah Fokuskan Strategi Ketahanan Pangan

DPR | Senin, 10 Oktober 2022 | 14:15 WIB

Terkini

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×