Joe Biden Bikin Harga Minyak Dunia Panas Lagi

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 20 Oktober 2022 | 07:32 WIB
Joe Biden Bikin Harga Minyak Dunia Panas Lagi
Presiden AS Joe Biden. (Foto: AFP)

Suara.com - Harga minyak dunia kembali melesat pada perdagangan hari Rabu, karena kehati-hatian atas pengetatan pasokan mengimbangi dampak negatif dari permintaan yang tidak pasti.

Selain itu rencana Amerika Serikat (AS) yang akan melepaskan lebih banyak minyak mentah dari cadangannya juga menguntungkan harga minyak.

Mengutip CNBC, Kamis (20/10/2022) minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Desember, patokan internasional, ditutup melonjak USD2,38, atau 2,6 persen menjadi USD92,41 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman November, yang berakhir Kamis, melambung USD2,73 atau 3,3 persen menjadi USD85,55 per barel.

"Secara realistis, pelepasan SPR adalah bearish jangka pendek, bullish jangka panjang karena pada akhirnya Amerika harus membelinya kembali," kata Gary Cunningham, Direktur Tradition Energy.

Pada sesi sebelumnya, minyak mentah berjangka mencapai level terendah dua minggu setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan dia berencana untuk melepaskan 15 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR).

Biden, dalam pernyataannya, Rabu, mencatat rencana AS untuk membeli kembali minyak untuk cadangan tersebut jika harga turun. Pelepasan cadangan tersebut akan menjadi penjualan terakhir dari rencana penjualan 180 juta barel minyak yang diumumkan tak lama setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari.

Harga minyak menguat sejak OPEC setuju untuk mengurangi target produksinya sekitar 2 juta barel per hari - meski itu diperkirakan hanya mencakup sekitar 1 juta barel dari penurunan output aktual.

"Mereka menginginkan Brent sekitar USD90, jadi mereka bakal mendapatkannya dan akan terus memangkas output untuk mempertahankan angka itu," kata Cunningham.

baca juga

Persediaan minyak mentah Amerika di luar dugaan turun minggu lalu - menyusut 1,7 juta barel, menurut data mingguan pemerintah, dibandingkan ekspektasi untuk peningkatan 1,4 juta barel. Level SPR berkurang 3,6 juta barel menjadi 405 juta, tingkat terendah sejak Mei 1984.

Larangan Uni Eropa yang tertunda pada minyak mentah dan produk minyak Rusia serta pengurangan output dari Organisasi Negara Eksportir Minyak dan produsen lain termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, sebesar 2 juta barel per hari juga mendukung harga.

Sanksi Uni Eropa terhadap minyak mentah Rusia mulai berlaku pada Desember, dan sanksi terhadap produk minyaknya berlaku Februari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Melorot, WTI Anjlok ke Level USD82/Barel

Harga Minyak Dunia Melorot, WTI Anjlok ke Level USD82/Barel

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2022 | 07:46 WIB

Menko Luhut Ungkap 17 Kepala Negara Akan Hadiri KTT G20 Bali, Salah Satunya Presiden AS Joe Biden

Menko Luhut Ungkap 17 Kepala Negara Akan Hadiri KTT G20 Bali, Salah Satunya Presiden AS Joe Biden

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2022 | 21:33 WIB

2023, Harga Minyak Dunia Diprediksi Mencapai 90 Dolar AS

2023, Harga Minyak Dunia Diprediksi Mencapai 90 Dolar AS

Deli | Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:24 WIB

Terkini

Update Layanan Transjakarta: Kembali Normal, Namun Sejumlah Rute Non-BRT Masih Dialihkan

Update Layanan Transjakarta: Kembali Normal, Namun Sejumlah Rute Non-BRT Masih Dialihkan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Apakah Cuci Muka di Pagi Hari Cukup Pakai Air Biasa Tanpa Sabun? Ini Jawabannya

Apakah Cuci Muka di Pagi Hari Cukup Pakai Air Biasa Tanpa Sabun? Ini Jawabannya

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Prabowo Bisa Jatuh, Peringatan Keras Eks Direktur Intelijen BAIS Soal Momentum Oktober

Prabowo Bisa Jatuh, Peringatan Keras Eks Direktur Intelijen BAIS Soal Momentum Oktober

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Eks Intel BAIS Wanti-wanti Prabowo: Aksi Agustus Adalah Embrio, Bisa Lanjut atau Jatuh!

Eks Intel BAIS Wanti-wanti Prabowo: Aksi Agustus Adalah Embrio, Bisa Lanjut atau Jatuh!

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus

Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Anime Fate/Strange Fake Season 2 Resmi Diumumkan, Holy Grail War Berlanjut

Anime Fate/Strange Fake Season 2 Resmi Diumumkan, Holy Grail War Berlanjut

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Tandatangani PJBL, PLN Bakal Serap 223.584 MWh Listrik dari PSEL Bekasi

Tandatangani PJBL, PLN Bakal Serap 223.584 MWh Listrik dari PSEL Bekasi

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:04 WIB

8 Perbedaan iPad dan Tablet Android yang Perlu Diketahui, Serupa Tapi Tak Sama

8 Perbedaan iPad dan Tablet Android yang Perlu Diketahui, Serupa Tapi Tak Sama

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL

Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik

Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:00 WIB

×