Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap membanjiri 10.000 hunian second ke pasar properti nasional melalui program Lelang Akbar BTN 2026. BTN menawarkan puluhan ribu properti tersebut dengan harga kompetitif mencapai 40% di bawah harga pasar. BTN juga memberikan opsi skema pembiayaan rumah second dengan bunga mulai 5% guna memperluas akses masyarakat memiliki hunian maupun berinvestasi properti serta mendorong Program 3 Juta Rumah.
SEVP Assets Management BTN Benjamen Sihombing mengatakan tren rumah second dan aset lelang saat ini semakin diminati masyarakat karena menawarkan harga lebih terjangkau dengan lokasi yang umumnya sudah berkembang dan memiliki fasilitas yang lengkap.
“Melalui Lelang Akbar BTN 2026, kami ingin membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang lebih sehat, transparan, dan mudah diakses masyarakat di Indonesia,” ujar Benjamen dalam acara Lelang Akbar BTN 2026 di Jakarta, Senin (25/5).
Adapun, puluhan ribu hunian second tersebut dapat diakses melalui platform Bale Lelang BTN baik melalui Balelelang.btn.co.id atau aplikasi mobile Bale by BTN. Platform ini merupakan inovasi BTN yang menghadirkan ekosistem hunian second dan aset lelang mulai dari katalog aset, proses transaksi, hingga dukungan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Menurut Benjamen, aset yang ditawarkan mencakup rumah tapak, apartemen, ruko, hingga aset komersial lain. Lokasinya pun beragam mulai dari Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga luar Pulau Jawa.
Benjamen melanjutkan, sebagian besar aset tersebut berada di kawasan yang telah memiliki akses infrastruktur, fasilitas publik, serta lingkungan hunian yang sudah terbentuk. “BTN menargetkan tingkat keberhasilan lelang sebesar 35% sepanjang 2026 setelah sebelumnya berhasil mencatatkan performa laku lelang tertinggi di antara bank Himbara pada 2025 dengan realisasi mencapai 34,4%,” tutur Benjamen.
Kemudian, untuk mendukung masyarakat membeli rumah lelang, BTN juga menghadirkan produk KPR BTN Maju dengan bunga mulai 5% fixed 5 tahun, uang muka mulai 1%, dan tenor hingga 30 tahun.
“Kami melihat rumah second kini tidak hanya menjadi alternatif investasi, tetapi juga solusi kepemilikan hunian bagi masyarakat di tengah kenaikan harga rumah baru. Penguatan ekosistem rumah second ini diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, mendukung Program 3 Juta Rumah, sekaligus menciptakan pasar properti yang lebih sehat dengan pilihan harga yang lebih kompetitif,” kata Benjamen.
Dalam kesempatan yang sama, Property Expert Panangian Simanungkalit mengatakan masuknya hunian lelang ke pasar melalui Lelang Akbar BTN 2026 berpotensi menjadi salah satu pendorong booming properti dalam beberapa tahun ke depan.
“Jangan terlewat kesempatan ini apalagi proses lelang kini semakin mudah. Pasar hunian second memiliki potensi besar untuk tumbuh karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun,” ujar Panangian.
Panangian menilai secondary market dapat menjadi solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah tingginya backlog perumahan nasional. Menurutnya, dengan harga kompetitif, lokasi strategis, infrastruktur yang sudah terbentuk, serta dukungan KPR bunga single digit, hunian second menjadi opsi menarik bagi masyarakat untuk memiliki rumah maupun berinvestasi properti.
Sementara itu, Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Syukriah HG mengatakan penyelenggaran Lelang Akbar BTN 2026 ini sejalan dengan peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bahwa lelang merupakan instrumen ekonomi yang adaptif, transparan, dan relevan dalam mendukung perekonomian nasional.
Menurutnya, tema tersebut juga sangat selaras dengan dinamika ekonomi saat ini terutama dalam memperluas akses ekonomi masyarakat.
Syukriah menambahkan DJKN terus melakukan penyempurnaan layanan lelang melalui digitalisasi aplikasi dan sistem layanan agar proses lelang semakin cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. “Kami meyakini sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam menentukan kesuksesan Lelang Akbar BTN 2026 sekaligus memperluas partisipasi publik dalam ekosistem lelang nasional,” ujar Syukriah. ***