Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 25 Mei 2026 | 14:05 WIB
Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
baca 10 detik
  • RI jadi satu-satunya negara ASEAN yang alami outflow obligasi.
  • Investor asing tarik dana US$1,48 miliar dari pasar obligasi RI.
  • BI dinilai agresif jaga rupiah lewat kenaikan suku bunga 5,25%.

Suara.com - Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan yang mengalami arus keluar modal asing (capital outflow) di pasar obligasi. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek pasar keuangan domestik, terutama terkait arah kebijakan fiskal pemerintah.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan tekanan di pasar obligasi menunjukkan investor global kini semakin sensitif terhadap kualitas kebijakan ekonomi suatu negara, bukan sekadar melihat angka pertumbuhan.

“Sedih banget. Hanya Indonesia yang mengalami outflow,” kata Josua dalam pelatihan wartawan Bank Indonesia (BI) di Makassar, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, kondisi pasar obligasi sangat erat kaitannya dengan persepsi investor terhadap kebijakan fiskal pemerintah serta arah investasi jangka pendek. Ketidakpastian kebijakan membuat investor memilih mengurangi eksposur di instrumen keuangan domestik.

Permata Bank mencatat investor asing masih membukukan net outflow sekitar 1,48 miliar dolar AS di pasar obligasi Indonesia sepanjang kuartal I 2026. Sementara itu, di pasar saham, arus modal keluar tercatat mencapai 1,95 miliar dolar AS.

“Memang semuanya mengalami outflow di sisi sahamnya, lalu di sisi bonds-nya pun juga hampir sama,” ujarnya.

Meski demikian, Josua menilai Bank Indonesia telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah. Salah satu langkah yang disorot ialah kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan respons bank sentral yang cepat dan antisipatif dalam meredam tekanan pasar.

“Kebijakan BI ini adalah salah satu kami melihatnya adalah kebijakan yang bold dan pre-emptive,” katanya.

baca juga

Josua menambahkan, investor kini tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga memperhatikan kualitas fundamental ekonomi serta konsistensi kebijakan pemerintah.

Di tengah ketidakpastian global dan gejolak pasar keuangan, pelaku pasar dinilai semakin selektif dalam menempatkan modalnya di negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Mereka juga sangat mempertimbangkan kualitasnya ketimbang melihat angka,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:24 WIB

IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau

IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:12 WIB

IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor

IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×