Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rekind Raih Penghargaan TKDN di Ajang Anugerah Cinta Indonesia 2022

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 12:54 WIB
Rekind Raih Penghargaan TKDN di Ajang Anugerah Cinta Indonesia 2022
Rekind dianugerahi penghargaan Kategori Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Jasa Infrastruktur dalam ajang Anugerah Cinta Indonesia 2022.

Suara.com - Performa PT Rekayasa Industri (Rekind) dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang engineering, procurement dan construction (EPC) terus mendulang apresiasi positif dari berbagai kalangan.

Sebagai satu-satunya Perusahaan EPC milik bangsa Indonesia tersebut dianugerahi penghargaan Kategori Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Jasa Infrastruktur dalam ajang Anugerah Cinta Indonesia 2022 yang diadakan oleh Harian Umum Republika.

Rekind dinilai memiliki komitmen untuk terus meningkatkan performa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), di seluruh proyek EPC (Engineering, Procurement, Construction) yang dikerjakannya dan yang lebih membanggakan lagi, dalam pembangunan proyek-proyek tersebut, Rekind selalu mengedepankan produk-produk lokal sebagai dukungan terhadap pemerintah dalam mewujudkan aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Penghargaan atas komitmen Rekind terhadap penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKN) untuk kategori Jasa Infrastruktur yang diserahkan oleh Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri BUMN I didampingi oleh Irfan Junaidi, Pemimpin Redaksi Republika kepada Triyani Utaminingsih, Direktur Utama PT Rekayasa Industri yang diwakili oleh Wartono, selaku SVP Procurement PT Rekayasa Industri di Grand Ballroom Lt 5, Four Seasons Hotel Jakarta Selatan.

"Mudah-mudahan dengan penghargaan ini akan lebih memajukan, memotivasi, mendorong Rekind untuk selalu bisa meningkatkan lagi nilai TKDN di seluruh proyek yang dikerjakan oleh Rekind,” tegas Triyani Utaminingsih, Direktur Utama Rekind yang kerap disapa Yani.

Sejak awal Rekind dikenal berkomitmen tinggi untuk selalu mengedepankan produk-produk dalam negeri yang berkualitas guna mendukung setiap kegiatan project yang dikerjakannya. Kalaupun ada komponen yang harus diimpor, itu merupakan pilihan terakhir, karena bagi Rekind Indonesia memiliki banyak produk-produk berkualitas dalam menunjang kegiatan di bidang industri EPC.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, realisasi nilai TKDN dalam sejumlah proyek yang dikerjakan Rekind rata-rata realisasinya mampu mencapai angka 53,47%.

“Dan semua nilai TKDN tersebut telah diverifikasi langsung oleh lembaga verifikasi independent (PT Sucofindo dan PT SI), di mana Lembaga tersebut adalah Lembaga yang telah ditunjuk oleh pemerintah di dalam melakukan verifikasi TKDN,” tambahnya.

Menurut Yani, wujud komitmen Rekind dalam meningkatkan nilai TKDN sudah tergambar sejak dari pembuatan proposal proyek, desain perekayasaan awal (Front End Engineering Design/FEED) hingga pelaksanaan pembangunan atau konstruksi proyek. Bahkan dalam pengadaan barang dan jasa Rekind selaku kontraktor kerap menetapkan batasan nilai TKDN yang harus dipenuhi oleh setiap vendor dan/atau sub kontraktor di dalam kontrak pekerjaannya masing-masing.

“Jika nilai TKDN tidak terpenuhi sesuai kontrak, kami tidak segan memberikan sanksi tegas kepada mereka (vendor dan subkontraktor),” jelas Yani.

Meskipun demikian, perlu dipahami nilai TKDN sangat bergantung dengan cost estimate barang dan jasa. Fluktuasi pada cost estimate juga akan mengakibatkan terjadinya fluktuasi nilai TKDN.

Di sisi lain, tinggi rendahnya pemanfaatan TKDN setiap proyek juga sangat bergantung dari seberapa besar kemauan pemilik proyek. Kondisi ini biasanya terjadi karena harga material di perusahaan lokal bisa menjadi lebih mahal ketimbang impor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekind Digandeng Sejumlah Pihak untuk Bangun Ekosistem dan Melahirkan Industri LTJ di Tanah Air

Rekind Digandeng Sejumlah Pihak untuk Bangun Ekosistem dan Melahirkan Industri LTJ di Tanah Air

Bisnis | Jum'at, 30 September 2022 | 05:39 WIB

Rekind Telah Merampungkan PLTP Rantau Dedap

Rekind Telah Merampungkan PLTP Rantau Dedap

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 12:13 WIB

Mensesneg dan Wamen BUMN 1 Didampingi Dirut Rekind Tinjau Kesiapan JTB

Mensesneg dan Wamen BUMN 1 Didampingi Dirut Rekind Tinjau Kesiapan JTB

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:19 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB