Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dolar Pulang Kampung, Rupiah Makin Merana

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 04 November 2022 | 15:50 WIB
Dolar Pulang Kampung, Rupiah Makin Merana
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar Rupiah terus bergerak melemah sepanjang perdagangan pada pekan ini. Bahkan, Rupiah sempat dibandrol Rp15.700 per Dolar AS.

Menanggapi hal ini Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut, terus melemahnya mata uang garuda disebabkan makin agresifnya Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve dalam mengkerek naik suku bunga acuannya hingga ke kisaran target 3,75- sampai 4%.

"Kalau Amerika masih naikan suku bunga, pasti dolarnya balik pulang ke Amerika. Dolarnya balik ke Amerika harga dolarnya pasti tambah kuat," kata Suahasil saat dijumpai di Kantornya, Jakarta Jumat (4/11/2022).

Kondisi ini membuat lebih banyak masyarakat untuk tertarik menyimpan uang di perbankan. Dolar yang beredar di seluruh dunia, termasuk negara berkembang akan kembali ke AS.

"Dolar AS di seluruh dunia pengin balik ke Amerika supaya dapat bunga yang tinggi itu. Jadi bergeraklah seluruh dolar dari emerging market pergi pulang kampung," katanya.

Senada, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Dia mengemukakan, pelemahan ini tak terlepas dari agresifnya Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve yang mengkerek naik suku bunga acuan demi meredam gejolak inflasi di negara tersebut.

"Tren depresiasi nilai tukar negara berkembang tersebut didorong oleh menguatnya dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif di berbagai negara, terutama AS," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (3/11/2022).

Sepanjang tahun ini, kata Sri Mulyani mata uang Garuda sudah melemah 8,62%, namun pelemahan ini dikatakannya masih jauh lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara lain, seperti India, Malaysia dan Thailand.

baca juga

"Depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya seperti India (10,20%), Malaysia (11,86%), dan Thailand (12,23%), sejalan dengan persepsi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap positif.

Pada perdagangan akhir pekan ini rupiah ditutup melemah 43 point walaupun sebelumnya sempat melemah 45 point dilevel Rp15.738 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.695.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Dolar AS, Bahana TCW Tekankan Pentingnya Diversifikasi Investasi

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Dolar AS, Bahana TCW Tekankan Pentingnya Diversifikasi Investasi

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 13:54 WIB

Harga Emas Anjlok Imbas Melonjaknya Dolar AS dan Imbal Hasil US Treasury

Harga Emas Anjlok Imbas Melonjaknya Dolar AS dan Imbal Hasil US Treasury

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 09:21 WIB

Rupiah Babak Belur Dihajar Dolar AS, Sri Mulyani Bilang Begini

Rupiah Babak Belur Dihajar Dolar AS, Sri Mulyani Bilang Begini

Bisnis | Kamis, 03 November 2022 | 20:18 WIB

Terkini

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:46 WIB

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:08 WIB

×