Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jadi Bos Baru Twitter, Elon Musk Larang Pegawainya Work From Home

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 11 November 2022 | 11:13 WIB
Jadi Bos Baru Twitter, Elon Musk Larang Pegawainya Work From Home
Elon Musk memimpin Twitter. [Olivier Douliery/AFP]

Suara.com - Bos anyar Twitter Elon Musk meminta para pegawainya untuk tidak lagi bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH), keputusan ini diambil setelah dia mengirimkan surat elektronik kepada seluruh pegawai Twitter.

Mengutip BBC, Jumat (11/10/2022) Elon Musk meminta seluruh anak buahnya bekerja selama 40 jam dalam seminggu.

Dalam surat itu Elon juga menjelaskan jika perlambatan ekonomi global akan mempengaruhi pendapatan iklan Twitter. Saat dikonfirmasi BBC, Twitter tidak memberikan komentar apapun.

Sebelumnya pada 2020, Twitter memiliki kebijakan bekerja dari rumah untuk para pegawai hingga jangka waktu yang tidak ditentukan. Saat itu Twitter meyakini jika kebijakan ini efektif apalagi selama masa pembatasan saat COVID-19 sedang tinggi-tingginya.

Namun Elon Musk memiliki pandangan berbeda. Semua orang yang di rumah bekerja tidak serius. Karena itu untuk bekerja keras, pegawai harus datang ke kantor.

Elon Musk diketahui memang memiliki etos kerja yang luar biasa tinggi, baru-baru ini dia mengatakan jam kerjanya bertambah lebih banyak ketika memutuskan untuk mengakuisisi Twitter.

Pekerjaanku meningkat dari sekitar 70 jam sampai 80 jam per minggu menjadi kemungkinan sekitar 120 jam," katanya seperti dikutip dari Benzinga, Kamis (10/11/2022).

Diketahui sebelum mengambil alih Twitter, Elon Musk merupakan bos besar sejumlah perusahaan bertaraf global seperti Tesla, SpaceX, Neuralink, dan Boring Company.

Dengan demikian dia bekerja kurang lebih selama 17 jam/perhari, dimana waktunya hanya dihabiskan untuk tidur dan bekerja saja.

"Pergi tidur, bangun, bekerja, pergi tidur, bekerja, melakukan hal itu 7 hari seminggu," cetusnya.

Ia mengaku tak punya pilihan selain bekerja keras karena banyak hal harus ditangani di Twitter. "Jika Twitter sudah diletakkan di jalur yang benar, kupikir akan jauh lebih mudah untuk dikendalikan dibandingkan SpaceX atau Tesla," pungkas Elon Musk.

Elon Musk pernah mengatakan bahwa kerja 8 jam sehari atau sekitar 40 jam seminggu (5 hari kerja) sangatlah kurang untuk melakukan sesuatu yang besar, apalagi jika ingin mengubah dunia.

Musk menyarankan bekerja sekitar 80 hingga 100 jam dalam seminggu, di kisaran 16 hingga 20 jam per hari. "Tidak ada orang yang pernah mengubah dunia hanya dengan bekerja 40 jam seminggu," kata dia.

Di kemudian hari Elon Musk mengakui jadwal kerja semacam itu tidak sehat bagi tubuh dan tidak seharusnya ditiru karena kata dia bisa bikin gila.

"Tak seorang pun harus bekerja sebanyak itu. Tidak direkomendasikan bagi siapa pun. Kamu akan menjadi sedikit gila jika kamu bekerja 120 jam dalam seminggu," kata Elon Musk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jam Kerja Elon Musk Tambah Jadi 120 Jam/Minggu: Jangan Diikuti, Bisa Gila

Jam Kerja Elon Musk Tambah Jadi 120 Jam/Minggu: Jangan Diikuti, Bisa Gila

Bisnis | Kamis, 10 November 2022 | 09:07 WIB

Pendiri Twitter Minta Maaf dan Mengaku Siap Disalahkan Usai Elon Musk Lakukan PHK Massal

Pendiri Twitter Minta Maaf dan Mengaku Siap Disalahkan Usai Elon Musk Lakukan PHK Massal

Bisnis | Minggu, 06 November 2022 | 12:24 WIB

Elon Musk Hingga Tony Blair Dipastikan Hadir di B20 Summit Bali

Elon Musk Hingga Tony Blair Dipastikan Hadir di B20 Summit Bali

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 19:50 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB