Media Asing Sorot Pertumbuhan Ekonomi RI, Ramai-ramai Beri Tone Negatif

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 11 November 2022 | 13:59 WIB
Media Asing Sorot Pertumbuhan Ekonomi RI, Ramai-ramai Beri Tone Negatif
Pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Suara.com - Melesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III 2022 yang tumbuh 5,72 persen juga menjadi sorotan sejumlah media asing.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini boleh dibilang cukup menggembirakan karena bertahan pada level 5 persen jauh diatas negara-negara maju lainnya, sebut saja Amerika Serikat (AS), China hingga negara-negara Eropa.

Salah satu media yang ikut menyoroti adalah Agence France Press (AFP) yang beberapa waktu lalu mempublikasikan pemberitaan dengan judul "Pertumbuhan Q3 Indonesia Meningkat tetapi Tetap di Bawah Perkiraan".

Dalam laporannya AFP menyoroti perekonomian Indonesia yang dianggap menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang dihajar pandemi Covid-19.

Meski demikian pemberitaan tersebut menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi masih dibawah proyeksi mereka. Sebelumnya, Firma Riset memperkirakan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi sebesar 7,5 persen untuk kuartal tersebut sementara ekonom lainnya memperkirakan pertumbuhan menjadi sekitar 5,9 persen.

Begitu juga dengan laporan media asing ternama Amerika Serikat (AS) Reuters yang melaporkan dalam judul berita "Indonesia Mencatat Pertumbuhan Ekonomi Tercepat dalam Lebih Dari Setahun, Prospeknya Tidak Pasti".

Media ini mengungkapkan bahwa pencapaian Indonesia di angka 5,72 perse tersebut masih di bawah perkiraan dari jajak pendapat ekonom Reuters sebelumnya yang memperkirakan akan ekspansi di angka 5,89 persen.

Kedua media ini membeberkan alasan kenaikan pertumbuhan ekonomi ini dibanding tahun lalu, yakni karena didorong oleh ekspor dan konsumsi domestik yang kuat. Ekspor telah menyumbang sekitar seperempat dari produk domestik bruto.

Mereka mengungkapkan Indonesia diuntungkan dari kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia Ukraina pada Februari lalu. Dimana Indonesia adalah pengekspor utama batu bara, minyak bumi, emas, nikel, dan minyak sawit. Berkat kenaikan harga komoditas ini, ekspor Indonesia tumbuh di angka 21,64 persen yoy pada kuartal 3, dimana angka ini naik sebanyak 19,74 persen.

baca juga

Konsumsi swasta meningkat sebanyak 5,4 persen kenaikan ini telah menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto (PDB) Hal ini juga didukung oleh peningkatan pengeluaran oleh kelompok berpenghasilan menengah dan atas, dan sedikit berubah dari pertumbuhan 5,5 persen pada kuartal kedua.

Dengan tidak memperhitungkan faktor musiman, PDB naik 1,81 persen dari tiga bulan sebelumnya, di atas perkiraan kenaikan 1,62 persen dalam jajak pendapat mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indikator Ekonomi Bagus, Tapi PHK Mengancam

Indikator Ekonomi Bagus, Tapi PHK Mengancam

Bisnis | Rabu, 09 November 2022 | 18:02 WIB

Ekonomi Kuartal III 2022 Tumbuh 5,7 Persen, Kemenkeu: Sudah Lewati Level Prapandemi

Ekonomi Kuartal III 2022 Tumbuh 5,7 Persen, Kemenkeu: Sudah Lewati Level Prapandemi

Bisnis | Senin, 07 November 2022 | 20:09 WIB

Konglomerat John Riady yakin Indonesia Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi

Konglomerat John Riady yakin Indonesia Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 20:15 WIB

Terkini

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:16 WIB

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB

×