Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.460

Media Asing Sorot Pertumbuhan Ekonomi RI, Ramai-ramai Beri Tone Negatif

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 11 November 2022 | 13:59 WIB
Media Asing Sorot Pertumbuhan Ekonomi RI, Ramai-ramai Beri Tone Negatif
Pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Suara.com - Melesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III 2022 yang tumbuh 5,72 persen juga menjadi sorotan sejumlah media asing.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini boleh dibilang cukup menggembirakan karena bertahan pada level 5 persen jauh diatas negara-negara maju lainnya, sebut saja Amerika Serikat (AS), China hingga negara-negara Eropa.

Salah satu media yang ikut menyoroti adalah Agence France Press (AFP) yang beberapa waktu lalu mempublikasikan pemberitaan dengan judul "Pertumbuhan Q3 Indonesia Meningkat tetapi Tetap di Bawah Perkiraan".

Dalam laporannya AFP menyoroti perekonomian Indonesia yang dianggap menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang dihajar pandemi Covid-19.

Meski demikian pemberitaan tersebut menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi masih dibawah proyeksi mereka. Sebelumnya, Firma Riset memperkirakan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi sebesar 7,5 persen untuk kuartal tersebut sementara ekonom lainnya memperkirakan pertumbuhan menjadi sekitar 5,9 persen.

Begitu juga dengan laporan media asing ternama Amerika Serikat (AS) Reuters yang melaporkan dalam judul berita "Indonesia Mencatat Pertumbuhan Ekonomi Tercepat dalam Lebih Dari Setahun, Prospeknya Tidak Pasti".

Media ini mengungkapkan bahwa pencapaian Indonesia di angka 5,72 perse tersebut masih di bawah perkiraan dari jajak pendapat ekonom Reuters sebelumnya yang memperkirakan akan ekspansi di angka 5,89 persen.

Kedua media ini membeberkan alasan kenaikan pertumbuhan ekonomi ini dibanding tahun lalu, yakni karena didorong oleh ekspor dan konsumsi domestik yang kuat. Ekspor telah menyumbang sekitar seperempat dari produk domestik bruto.

Mereka mengungkapkan Indonesia diuntungkan dari kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia Ukraina pada Februari lalu. Dimana Indonesia adalah pengekspor utama batu bara, minyak bumi, emas, nikel, dan minyak sawit. Berkat kenaikan harga komoditas ini, ekspor Indonesia tumbuh di angka 21,64 persen yoy pada kuartal 3, dimana angka ini naik sebanyak 19,74 persen.

Konsumsi swasta meningkat sebanyak 5,4 persen kenaikan ini telah menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto (PDB) Hal ini juga didukung oleh peningkatan pengeluaran oleh kelompok berpenghasilan menengah dan atas, dan sedikit berubah dari pertumbuhan 5,5 persen pada kuartal kedua.

Dengan tidak memperhitungkan faktor musiman, PDB naik 1,81 persen dari tiga bulan sebelumnya, di atas perkiraan kenaikan 1,62 persen dalam jajak pendapat mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indikator Ekonomi Bagus, Tapi PHK Mengancam

Indikator Ekonomi Bagus, Tapi PHK Mengancam

Bisnis | Rabu, 09 November 2022 | 18:02 WIB

Ekonomi Kuartal III 2022 Tumbuh 5,7 Persen, Kemenkeu: Sudah Lewati Level Prapandemi

Ekonomi Kuartal III 2022 Tumbuh 5,7 Persen, Kemenkeu: Sudah Lewati Level Prapandemi

Bisnis | Senin, 07 November 2022 | 20:09 WIB

Konglomerat John Riady yakin Indonesia Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi

Konglomerat John Riady yakin Indonesia Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 20:15 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:39 WIB

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:32 WIB

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:30 WIB

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:36 WIB

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:28 WIB

RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi

RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB