- Bursa Efek Indonesia menetapkan jadwal cum date dividen tunai tahun buku 2025 pada 6 hingga 7 Juli 2026.
- Investor wajib memiliki saham INDF, ICBP, CTRA, dan emiten lainnya sebelum tanggal cum date untuk mendapatkan dividen.
- Pembeli saham pada tanggal ex date tidak berhak menerima distribusi dividen karena sudah melewati batas waktu kepemilikan.
Suara.com - Awal pekan ini menjadi momen krusial bagi para pemburu keuntungan dividen (dividend hunter) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), gelombang jadwal cum date pembagian dividen tunai tahun buku 2025 akan memuncak secara masif sepanjang periode 6 hingga 7 Juli 2026.
Sejumlah emiten berskala besar (big cap) hingga papan menengah menjadwalkan hari terakhir pemilikan saham yang berhak atas dividen pada dua hari tersebut. Beberapa nama ikonis yang paling dinantikan investor antara lain duo Grup Indofood (INDF dan ICBP), emiten agribisnis Sampoerna Agro (SGRO), hingga raksasa properti Ciputra Development (CTRA).
Sebagai panduan bagi pelaku pasar, cum date (cumulative date) merupakan batas tanggal terakhir bagi investor untuk membeli atau memiliki saham tertentu agar namanya tercatat sebagai penerima hak dividen.
Sementara itu, ex date (excludent date) yang jatuh pada hari bursa berikutnya menandakan bahwa pembeli saham pada hari tersebut sudah tidak lagi berhak mendapatkan distribusi laba tersebut.
Daftar Emiten dengan Jadwal Cum Date: Senin, 6 Juli 2026
Bagi investor yang membidik dividen dari deretan perusahaan di bawah ini, proses pembelian atau kepemilikan saham harus dipertahankan hingga penutupan perdagangan pada hari Senin, 6 Juli 2026. Seluruh emiten dalam daftar ini akan memasuki fase ex date pada Selasa, 7 Juli 2026.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Membagikan dividen tunai sebesar Rp 290 per lembar saham.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP): Mengalokasikan dividen tunai senilai Rp 265 per lembar saham.
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO): Menawarkan dividen tunai yang cukup tebal sebesar Rp 193 per lembar saham.
PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG): Menebar dividen tunai sebesar Rp 80 per lembar saham.
PT FAP Agri Tbk (FAPA): Memberikan dividen tunai senilai Rp 70 per lembar saham.
PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS): Membagikan keuntungan tunai sebesar Rp 60 per lembar saham.
PT Ciputra Development Tbk (CTRA): Menyiapkan dividen tunai sebesar Rp 36 per lembar saham.
PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM): Mengucurkan dividen tunai senilai Rp 32 per lembar saham.
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI): Membagikan dividen tunai minor sebesar Rp 6,5 per lembar saham.
PT Pratama Widya Tbk (PTPW): Membagikan dividen tunai bernilai Rp 5,69 per lembar saham.
Daftar Emiten dengan Jadwal Cum Date: Selasa, 7 Juli 2026
Sementara itu, kelompok emiten berikut menjadwalkan batas akhir hak dividen (cum date) pada Selasa, 7 Juli 2026, dengan perdagangan tanpa hak dividen (ex date) yang akan dimulai pada Rabu, 8 Juli 2026.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): Membagikan dividen tunai sebesar Rp 25 per lembar saham.
PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS): Mengalokasikan dividen tunai bernilai Rp 6 per lembar saham.
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS): Menebar dividen tunai sebesar Rp 4 per lembar saham.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Menyediakan dividen tunai senilai Rp 1,5 per lembar saham.
PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO): Membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,5 per lembar saham.
PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP): Memberikan dividen tunai bernilai Rp 1,43 per lembar saham.
PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA): Mengucurkan dividen tunai mini sebesar Rp 1 per lembar saham.
PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS): Menyisihkan dividen tunai sebesar Rp 0,35 per lembar saham.
PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL): Membagikan dividen tunai nominal terkecil sebesar Rp 0,01 per lembar saham.
Desclaimer: Redaksi mengingatkan para investor, khususnya pemodal jangka pendek, untuk tetap cermat memperhitungkan potensi munculnya fenomena dividend trap—yaitu penurunan harga saham yang tajam pada saat ex date—terutama pada saham-saham yang memberikan rasio imbal hasil (dividend yield) tinggi.