Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Harita Nickel Tingkatkan Kehidupan Biota Laut Obi Melalui Terumbu Karang Buatan

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 11 November 2022 | 19:02 WIB
Harita Nickel Tingkatkan Kehidupan Biota Laut Obi Melalui Terumbu Karang Buatan
Salah satu area perairan Obi tempat terumbu karang buatan. (Dok: Harita Nickel)

Suara.com - Kerusakan terumbu karang menjadi salah satu keprihatinan dunia. Terumbu karang merupakan ekosistem di perairan laut dangkal yang sebagian besar terbentuk oleh hewan karang yang bersimbiosis dengan alga zooxanthellae. Terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat dan tempat pemijahan ikan dan biota laut lainnya, serta sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup di laut.

Terumbu karang dapat terdegradasi keberadaannya, baik akibat faktor alam maupun aktifitas yang merusak dalam memanfaatkan terumbu karang tersebut. Kerusakan terumbu karang akan  mempengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, salah satunya  mata pencaharian mereka sebagai nelayan tentunya akan terganggu akibat habitat ikan yang rusak.

Kepedulian akan hal tersebut membuat Harita Nickel, industri tambang dan hilirisasi nikel di Pulau Obi, terpanggil untuk menjaga kelestariannya. Harita menyadari bahwa terjaganya kehidupan dan biota laut di dalamnya sangat dipengaruhi oleh kondisi terumbu karang.

Penanggung Jawab Teknis dan Lingkungan (PTL) perusahaan, Rico W Albert, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyadari kondisi terumbu karang yang baik akan mampu menjaga kehidupan ikan karang dan biota laut lainnya. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kesadaran akan pentingnya manfaat terumbu karang bagi masyarakat pesisir menjadikan Harita Nickel memperkuat program pelestarian lingkungan dengan penempatan terumbu karang buatan di sekitar wilayah operasional di Pulau Obi," katanya.

Penggunaan Kubus Berongga

Harita Nickel membuat terumbu karang buatan dari bahan yang aman bagi lingkungan laut berbentuk kubus berongga. Bentuk ini dipilih karena kemudahan sistem pengangkutan dan penempatannya. Kubus berongga tersebut disusun sesuai perencanaan dan diharapkan memiliki rongga yang cukup untuk rumah ikan.

Tim pemantau lingkungan laut Harita menyusun terumbu karang di perairan Obi. (Dok: Harita Nickel)
Tim pemantau lingkungan laut Harita menyusun terumbu karang di perairan Obi. (Dok: Harita Nickel)

Rumah karang model kubus ini diharapkan akan memudahkan masyarakat membuat terumbu buatan sejenis. Harita Nickel telah menempatkan sekitar 1000 buah kubus berongga. Ukurannya 40 x 40 x 40 cm dengan ukuran rongga didalamnya 20 x 20 x 20 cm.

Terumbu karang buatan ini ditempatkan di kedalaman laut yang bervariasi, yaitu 3 -5 meter, berdasarkan ukuran air surut terendah. Penempatannya dipilih di lokasi yang kondisi terumbu alaminya sudah terdegradasi atau relatif rusak atau lokasi yang tidak ada terumbu karangnya.

baca juga

Sebelum ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan, tim pemantau laut Harita Nickel melakukan pengamatan kondisi lingkungan laut disekitarnya agar pertumbuhan karangnya optimal. Pemantauan pun rutin dilakukan untuk mengamati pertumbuhan karang di terumbu buatan.

Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat dan Ajak Perguruan Tinggi

Untuk menjaga keberlangsungan habitat ikan karang dan biota laut ini, Harita Nickel juga ingin mengajak akademisi dan masyarakat di pantai barat Pulau Obi. Tujuannya agar semua pihak memiliki kesadaran sama tentang pentingnya terumbu karang.

"Dalam melaksanakan sejumlah program pemantauan dan perlindungan lingkungan, sejauh ini rencana program artificial reef kita melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat, baik dalam pembuatan maupun pemantauannya belum terealisasi," ujar Rico.

Dalam beberapa tahun mendatang, kubus-kubus berongga diharapkan bisa menjadi terumbu karang baru, yang dihuni ikan karang dan beragam biota lainnya. Pada saat bersamaan, masyarakat akan memperoleh manfaat ekonomis dan kemudahan memperoleh ikan karang dan biota lainnya.

Pemahaman yang diberikan kepada masyarakat tentang upaya pelestarian lingkungan tentunya akan terus berlanjut, termasuk juga upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan ekosistem laut di perairan Pulau Obi, bagi keberlangsungan alam dan manusia saat ini dan tahun-tahun mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Indonesia Grup Dukung Rehabilitasi Terumbu Karang

Pupuk Indonesia Grup Dukung Rehabilitasi Terumbu Karang

Bisnis | Selasa, 27 September 2022 | 20:33 WIB

Berbagai Upaya Bersama Jaga Kelestarian Ekologi di Kepulauan Seribu

Berbagai Upaya Bersama Jaga Kelestarian Ekologi di Kepulauan Seribu

News | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 19:39 WIB

Gubernur Sulsel Selamatkan Ekosistem di Laut Dengan Tenggelamkan Apartemen Ikan

Gubernur Sulsel Selamatkan Ekosistem di Laut Dengan Tenggelamkan Apartemen Ikan

Sulsel | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 09:25 WIB

Kembalikan Keindahan Terumbu Karang Sulsel, DKP Rehabilitasi Terumbu Karang Pulau Salebbo Pangkep

Kembalikan Keindahan Terumbu Karang Sulsel, DKP Rehabilitasi Terumbu Karang Pulau Salebbo Pangkep

Sulsel | Minggu, 17 Juli 2022 | 12:35 WIB

Aksi Peduli Lingkungan, Penggemar BTS Transplantasi Terumbu Karang di Laut Lombok Utara

Aksi Peduli Lingkungan, Penggemar BTS Transplantasi Terumbu Karang di Laut Lombok Utara

News | Selasa, 14 Juni 2022 | 04:25 WIB

4 Tingkatan Umum Rantai Makanan di Laut, Contohnya pada Terumbu Karang

4 Tingkatan Umum Rantai Makanan di Laut, Contohnya pada Terumbu Karang

Lifestyle | Jum'at, 31 Desember 2021 | 16:06 WIB

Terkini

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:26 WIB

Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T

Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:59 WIB

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:49 WIB

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:43 WIB

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB