Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Berperan Penting Untuk Ekonomi Global, Apa Itu Keuangan Berkelanjutan?

Vania Rossa

Sabtu, 19 November 2022 | 22:28 WIB
Berperan Penting Untuk Ekonomi Global, Apa Itu Keuangan Berkelanjutan?
ilustrasi keuangan berkelanjutan. (Pixabay/Nattanan23)

Suara.com - Keuangan berkelanjutan memiliki peran penting di tengah situasi ekonomi global terutama dengan adanya krisis perubahan iklim yang juga berdampak pada sosial dan ekonomi secara signifikan.

Keuangan Berkelanjutan (sustainable finance) adalah sebuah gerakan dari industri keuangan yang mengedepankan pertumbuhan berkelanjutan dengan menyeimbangkan nilai ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) bersama dengan Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) dan United Nations Development Programme (UNDP) akan mengadakan konferensi bertajuk Indonesia International Conference for Sustainable Finance and Economy 2022: Sustainable Finance Toward a Transition to Net Zero Emission pada 30 November mendatang.

Ajang ini bertujuan mengkaji kebijakan dan upaya yang dibangun untuk memperkuat sektor keuangan Indonesia, termasuk dalam meningkatkan keuangan berkelanjutan dan transisi yang juga menjadi prioritas dari Sustainable Finance Working Group (SFWG) Kepresidenan G20.

Penerapan akan prinsip keuangan berkelanjutan menjadi salah satu upaya dalam mencapai Paris Agreement dan Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030.

Perubahan iklim menjadi salah satu isu yang sangat disorot, bahkan menjadi salah satu topik yang diangkat pada forum Kepresidenan G20 yang juga memiliki kaitan akan kebutuhan dalam mengembangkan strategi yang mampu mendukung transisi net zero emission melalui penerapan keuangan berkelanjutan.

Guna mewujudkan aktivitas transisi dekarbonisasi maka dibutuhkan dana yang cukup besar dan menjadi tantangan dalam mempercepat implementasi dari keuangan berkelanjutan.

Kini, salah satu upaya yang tengah ditempuh oleh pemerintah guna mendorong peningkatan keuangan berkelanjutan melalui transisi net zero emission adalah terciptanya perencanaan roadmap pajak karbon yang bisa diimplementasikan pada industri energi Indonesia.

Melalui kebijakan UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) Pasal 13 UU HPP antara lain mengatur, pajak karbon dikenakan atas emisi karbon yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup menjadi awalan bagi pemerintah dalam memperkenalkan kebijakan pajak karbon, dengan tujuan aturan ini dapat mengubah perilaku ekonomi agar beralih pada aktivitas ekonomi hijau yang rendah karbon.

Kebijakan ini dibuat selaras dengan Paris Agreement yang telah diratifikasi Indonesia yang di dalamnya terdapat komitmen Nationally Determined Contribution (NDC). Melalui komitmen NDC, Indonesia berupaya mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030.

Selain kebijakan pajak karbon, kebijakan lainnya yang diterapkan pemerintah untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau yaitu akuisisi energi bersih, aturan mengenai pensiun dini PLTU batu bara dan konversi sumber energi kotor.

Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) yang juga berperan dalam kegiatan konferensi mendatang meyakini bahwa diperlukan sebuah inovasi yang solutif bagi keuangan berkelanjutan untuk terus dapat berjalan guna mempercepat kemampuan bangsa Indonesia mencapai target transisi menuju net zero emission di tahun 2030.

Conny Siahaan, ICAEW Head of Indonesia, mengatakan, “ICAEW melihat bahwa krisis perubahan iklim setiap tahunnya semakin meningkat. Hal ini menjadi perhatian bagi kami untuk berpartisipasi dan mendorong terciptanya keuangan berkelanjutan yang mampu mempercepat transisi menuju net zero emission. Kebijakan dalam menjalankan peran dari sisi keuangan yang tepat akan sangat berpengaruh tidak hanya untuk saat ini tetapi juga kepada generasi yang akan datang.”

Dengan memprioritaskan peningkatan keuangan keberlanjutan bagi sektor swasta maka diperlukan ekosistem pendukung yang lebih besar terutama dalam penerapan mobilisasi keuangan berkelanjutan yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Optimis Ekonomi Masih Bisa Tumbuh, Jokowi: IMF Sebut Indonesia Jadi Titik Terang di Tengah Kesuraman Global

Optimis Ekonomi Masih Bisa Tumbuh, Jokowi: IMF Sebut Indonesia Jadi Titik Terang di Tengah Kesuraman Global

News | Senin, 14 November 2022 | 19:19 WIB

Sri Mulyani di Forum KTT G20: Ekonomi Global Hadapi Tantangan Sulit

Sri Mulyani di Forum KTT G20: Ekonomi Global Hadapi Tantangan Sulit

Bisnis | Senin, 14 November 2022 | 17:34 WIB

B20 Summit 2022, Saatnya Bangkit Hadapi Tantangan Ekonomi Global dengan Perkuat Kemampuan Digital

B20 Summit 2022, Saatnya Bangkit Hadapi Tantangan Ekonomi Global dengan Perkuat Kemampuan Digital

News | Senin, 14 November 2022 | 10:36 WIB

Terkini

Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis

Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:22 WIB

Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi

Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:17 WIB

Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis

Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:16 WIB

Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?

Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:08 WIB

Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?

Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:59 WIB

BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan

BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:50 WIB

Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026

Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:46 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:39 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:37 WIB

Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi

Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:28 WIB