Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Luhut Ikut Urusi Kisruh Impor Kereta Bekas

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 03 Maret 2023 | 05:59 WIB
Luhut Ikut Urusi Kisruh Impor Kereta Bekas
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. [Instagram/luhut.pandjaitan]

Suara.com - Kisruh rencana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk mengimpor kereta bekas terus bergulir. Kisruh ini bermula dari Kementerian Perindustrian yang tidak setuju KCI mengimpor sarana kereta bekas dari Jepang.

Kisruh ini pun kini tengah diurusi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Rencana impor sarana kereta bekas ini akan dibahas melalui rapat koordinasi yang dipimpin Luhut.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, rapat perdana pembahasan impor kereta bekas ini akan diselenggarakan pada Jumat (3/3) besok.

"Besok kita rapatkan, nanti diundang oleh Menko Marves," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (2/3/2023).

Menurut Agus, rapat besok juga akan mendengarkan pandangan dari seluruh pihak mulai dari pelaku industri hingga pengamat "Besok kita rapatkan, pasti ada solusi. Nggak bisa kira-kira kalau keputusan," kata dia.

Kemenhub kukuh bolehkan impor kereta bekas

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersikukuh untuk tetap memberi izin PT KAI Commuter Indonesia (KCI) untuk mengimpor sarana KRL. Sarana KRL yang didatangkan ini diperlukan untuk mengganti sarana kereta yang akan pensiun.

Dukungan ini disampaikan dalam bentuk surat rekomendasi teknis yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian dengan tanggal 19 Desember 2022.

"Pengadaan sarana ini harus segera dilaksanakan untuk menggantikan beberapa rangkaian kereta yang akan dipensiunkan pada 2023-2024 mengingat usia pakainya yang sudah terlalu lama," ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangannya, Rabu (1/3/2023).

baca juga

Selain sarana KRL yang ujur, impor gerbong kereta bekas ini untuk keperluan pengangkutan penumpang yang meningkat.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh PT KCI, realisasi penumpang tertinggi sebelum pandemi sudah menyentuh angka 336,3 juta orang penumpang pada 2019. Jumlah penumpang diproyeksikan akan terus meningkat hingga 523,6 juta orang pada 2040.

"Semoga upaya ini tetap membuat KCI dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat," kata Adita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibalik Impor Kereta Bekas yang Mendesak, KCI: Jadi Pilihan Utama

Dibalik Impor Kereta Bekas yang Mendesak, KCI: Jadi Pilihan Utama

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2023 | 12:11 WIB

Kemenhub Kukuh Bolehkan KCI Impor Gerbong KRL, Ini Alasannya

Kemenhub Kukuh Bolehkan KCI Impor Gerbong KRL, Ini Alasannya

Bisnis | Rabu, 01 Maret 2023 | 14:19 WIB

Ramai Wacana Impor Kereta Bekas, Keselamatan Penumpang Belakangan

Ramai Wacana Impor Kereta Bekas, Keselamatan Penumpang Belakangan

Bisnis | Selasa, 28 Februari 2023 | 10:16 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB