Melihat Rekind Tak Hanya dari Sisi Bisnis

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 07 Maret 2023 | 07:38 WIB
Melihat Rekind Tak Hanya dari Sisi Bisnis
Rekind dan PT Kaltim Parna Industri menjalin kerjasama pembangunan Pabrik CO2 Liquefaction dengan kapasitas 50.000 Ton per tahun, yang berlokasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Suara.com - Situasi berat memang tengah dihadapi PT Rekayasa Industri (Rekind). Perusahaan yang bergerak di bidang rancang bangun dan perekayasaan industri atau lebih dikenal dengan istilah EPC (Engineering, Procurement, dan Construction) itu tengah dihadapkan pada tantangan finansial yang tidaklah ringan.

Namun demikian, ibarat lebah mencari madu, kondisi kurang menguntungkan yang tengah dihadapi Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut mengundang perhatian penuh sejumlah kalangan yang pernah menjalin sinergi khusus dengan Rekind.

Sebut saja Bobby Sumardiat Atmosudirjo, Direktur Utama PT Barata Indonesia. Pria yang ‘mengomandani’ perusahaan BUMN yang bergerak di bidang industri manufaktur guna mendukung sektor pangan, energi dan air itu, punya pandangan khusus dalam menyikapi situasi sulit yang tengah dihadapi Rekind.

Maklum, perusahaan yang dipimpinnya cukup lama menjalin sinergi dengan Rekind, terutama dalam menopang dan mengembangkan industri di tanah air. Bahkan Bobby sendiri, mengaku mengenal Rekind sejak dirinya duduk di bangku kuliah di Institut Teknoogi Bandung (ITB) itu.

Direktur Bisnis Produk Industrial PT Pindad tahun 2014 ini juga mengagumi kiprah atau perjalanan yang pernah dilalui satu-satunya perusahaan EPC milik negara tersebut.

Di matanya, Rekind merupakan sosok perusahaan yang dibentuk melalui keberanian untuk memulai penguasaan kemandirian teknologi dalam membangun industri di tanah air. Kehadirannya juga murni dibalut tekad negara, bukan kehendak siapapun.

Berbekal kesadaran dan semangat tinggi atas kekurangan yang dimilikinya, memacu seluruh insan Rekind saat itu dan masa kini untuk berkembang cepat dalam menguasai teknologi EPC.

Terbukti, sepanjang sejarahnya Rekind mampu membuat banyak hal. Bahkan, terakhir mampu melahirkan Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru sebagai kilang penghasil gas terbesar di Indonesia yang ramah lingkungan. Upaya mewujudkan itu menurut Bobby, pekerjaannnya sangat tidak mudah.

“Makanya, jika ingin melihat Rekind, mohon tidak dengan kacamata bisnis saja, tapi harus dilihat juga dari sisi sebagai aset strategis nasional dalam bidang EPC,” tegasnya.

Apalah artinya industri berat di Indonesia, jika tidak ditopang oleh peran perusahaan EPC milik bangsa atau alih-alih disupport oleh perusahaan EPC asing. Sungguh tidak berdaya tentunya.

“Makanya saya melihat Rekind merupakan aset nasional yang sangat strategis. Tidak hanya menopang negara, tetapi juga mendukung eksistensi perusahaan-perusahaan milik bangsa lainnya, seperti Barata Indonesia yang bergerak di bidang industri manufaktur. Terlepas sebagai Anak Perusahaan BUMN yaitu PT Pupuk Indonesia, tapi Rekind merupakan aset milik negara yang harus terus dipertahankan dan dibesarkan, karena kebutuhan pembangunan masih banyak sekali,” ujarnya.

Dari sisi kompetensi dan kapasitas Rekind, Direktur Proyek Infrastruktur PT Kilang Pertamina Internasional, Kadek Ambara Jaya malah ‘mengacungi jempol.’ Bahkan, mantan Direktur Utama Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia itu merasakan juga loyalitas dan tanggungjawab Rekind kepada para customernya.

Pengalaman itu dirasakan pria yang akrab disapa Kadek ini dalam sejumlah kegiatan proyek bersama Rekind. Sebut saja Blue Sky Balongan, Revamp RCC Phase 2, ROPP Balongan, dan Proyek RDMP RU VI Balongan Phase 1.

“Sesulit apapun, Rekind tidak pernah melarikan diri dari tanggungjawab. Dan itulah yang kami rasakan saat bekerja di berbagai proyek bersama Rekind. Mulai dari tahun 2002-2005 untuk proyek Blue Sky Balongan. Kemudian kerja sama juga di proyek Revamp RCC Phase 1 hinga tahun 2022. Kemudian tahun 2008 proyek Revamp RCC Phase 2 dan dari sini boleh saya bilang orang-orang yang terlibat di dalamnya merupakan The Dream Team-nya Rekind. Itu yang mungkin menjadi diferensiasi Rekind dibandingkan dengan perusahan-perusahaan EPC lainnya,” tandas Kadek meyakinkan.

Rekind mampu ahead (lebih cepat dari target) untuk pekerjaan yang paling sulit. Misalnya untuk pengerjaan spliter column, dengan 200 trip di Proyek Blue Sky Balongan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transisi Energi, Peran Rekind Sangat Penting dan Vital untuk Negara

Transisi Energi, Peran Rekind Sangat Penting dan Vital untuk Negara

Bisnis | Senin, 13 Februari 2023 | 14:52 WIB

Digandeng Rekind, Mitra Binaan Ini Sukses Support Produsen Otomotif Tanah Air

Digandeng Rekind, Mitra Binaan Ini Sukses Support Produsen Otomotif Tanah Air

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2023 | 10:46 WIB

Maha Karya Rekind di Proyek Gas JTB Mulai Mengalir ke Petrokimia Gresik

Maha Karya Rekind di Proyek Gas JTB Mulai Mengalir ke Petrokimia Gresik

Bisnis | Kamis, 26 Januari 2023 | 07:13 WIB

Terkini

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB