Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Impor Daging Beku Matikan Usaha Peternak Lokal

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 10 April 2023 | 13:31 WIB
Impor Daging Beku Matikan Usaha Peternak Lokal
Ilustrasi sapi. (Istimewa)

Suara.com - Menjamurnya daging beku asal India di dalam negeri dapat mematikan usaha para peternak lokal. Para peternak lokal menjadi kehilangan pendapatan karena pasarnya tergerus oleh produk impor.

Pemilik RPH Depok Puput Bersaudara, Didiek Priyanto mengaku merasakan secara langsung dampak dari kebijakan tersebut. Terlebih, sekarang ini, daging beku asal India bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan industri yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman (Horeca), melainkan masuk ke pasar tradisional.

"Dulu impor daging beku hanya untuk industri Horeca, sekarang bablas masuk ke pasar-pasar tradisional. Hal ini menyebabkan 20 persen konsumen kami itu pergi membeli daging murah yang belum tentu kualitasnya bagus," tutur Didiek Priyanto dalam Acara Silaturahmi dan Buka Puasa bersama Media pada Sabtu, (8/4/2023).

Didiek Priyanto menjelaskan, berkurangnya konsumen RPH Depok Puput Bersaudara karena terjadinya selisih harga yang cukup tinggi antara daging impor beku asal India dan daging sapi yang diproduksi peternak lokal.

"Kalau daging sapi harganya Rp101-104 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging kerbau dari India, per kilogramnya itu murah sekitar Rp70 ribu," imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh Komisaris Utama PT 17/36, Teten Djakatriana. Kata Teten, menjamurnya daging impor beku di dalam negeri tidak hanya mematikan peternak lokal yang kalah saing di pasar domestik, tetapi juga memicu hilangnya potensi tenaga kerja. Sebab, gangguan penjualan pada bagian hilir secara otomatis akan berdampak terhadap bagian hulunya.

"Impor memang murah, tapi tidak menyerap tenaga kerja. Berbeda dengan industri sapi inikan memberikan multiplier effect, ada pekerjanya," imbuh Teten.

Teten menambahkan, salah satu yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan industri peternakan sapi di dalam negeri adalah dengan membatasi impor daging beku dari India.

"Kalau stop impor itu tidak mungkin. Jadi yang bisa dilakukan Pemerintah adalah dengan menghitung berapa kebutuhan nasional, kemudian prioritaskan sapi yang diternak oleh rakyat. Setelah itu baru impor," lugas Teten.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mulai aktif mengimpor daging sejenis lembu asal India sejak 2016. Jumlahnya pun terus meningkat setiap tahun, hingga berada di urutan kedua terbanyak setelah Australia.

Tahun ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan pemerintah siap mengimpor 200 ribu ton daging sapi dan daging kerbau untuk menyambut Ramadan dan Lebaran 2023. Rinciannya, daging sapi yang akan didatangkan sebanyak 100 ton, begitu juga untuk daging kerbau. Langkah ini ditempuh untuk menjaga pasokan daging sapi dan kerbau di dua momentum itu. Terlebih, stok awal daging sapi dan kerbau pada tahun ini hanya 56.444 ton, dengan perkiraan produksi dalam negeri 504.779 ton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Wisata Air Terjun di Cianjur untuk Libur Lebaran, Satu di antaranya Curug Citambur yang Bisa Dilihat dari Rumah Abah Jajang

Rekomendasi Wisata Air Terjun di Cianjur untuk Libur Lebaran, Satu di antaranya Curug Citambur yang Bisa Dilihat dari Rumah Abah Jajang

Sumedang | Senin, 10 April 2023 | 12:46 WIB

Rafathar Beberkan Alasan Nyanyi Lagu Ramadan Datang Dengan Ekspresi yang Datar

Rafathar Beberkan Alasan Nyanyi Lagu Ramadan Datang Dengan Ekspresi yang Datar

Mamagini | Senin, 10 April 2023 | 12:54 WIB

Daftar 13 Nomor Telepon Darurat, Penting Disimpan Sebelum Berangkat Mudik 2023

Daftar 13 Nomor Telepon Darurat, Penting Disimpan Sebelum Berangkat Mudik 2023

News | Senin, 10 April 2023 | 12:42 WIB

BI Siapkan Rp 195 Triliun Uang Pecahan untuk Lebaran

BI Siapkan Rp 195 Triliun Uang Pecahan untuk Lebaran

Bisnis | Senin, 10 April 2023 | 13:24 WIB

Kontras dengan Ucapan Anak Buahnya, Pj Gubernur DKI Larang Pengurus RT Minta THR Warga: Gak Boleh!

Kontras dengan Ucapan Anak Buahnya, Pj Gubernur DKI Larang Pengurus RT Minta THR Warga: Gak Boleh!

News | Senin, 10 April 2023 | 12:19 WIB

Musim Mudik Lebaran 2023 Segera Tiba, Dishub Kota Pekanbaru Tetapkan Dua Aturan Ini

Musim Mudik Lebaran 2023 Segera Tiba, Dishub Kota Pekanbaru Tetapkan Dua Aturan Ini

Pekanbaru | Senin, 10 April 2023 | 12:12 WIB

Terkini

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:59 WIB

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:51 WIB

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:36 WIB

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:28 WIB

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:22 WIB

Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair

Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:17 WIB

Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis

Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:12 WIB