Polemik Impor Beras, RI Hadapi Krisis Pangan?

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 11 April 2023 | 17:11 WIB
Polemik Impor Beras, RI Hadapi Krisis Pangan?
ekerja menurunkan beras impor asal Vietnam milik Perum Bulog di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/12/2022). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta].

Suara.com - Polemik impor beras yang dilakukan pemerintah menjadi sorotan publik. Pasalnya pemerintah berencana melakukan impor beras sebanyak 2 juta ton ditengah panen raya musim tanam pertama tahun 2023.

Menanggapi hal tersebut, Syaiful Bahari, Pemerhati pertanian mengatakan, sebenarnya pemerintah di akhir 2022 sudah impor beras sebanyak 500 ribu ton untuk menutupi defisit Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang hanya tersisa 250 ribu ton, sedangkan menurut ketentuan batas minimal CBP di gudang Bulog harus ada 1 juta ton.

"Anehnya hampir setiap tahun pemerintah mengumumkan adanya surplus beras nasional sekitar 1,3 juta ton, bahkan Bapanas menyebutkan cadangan beras nasional mencapai 6 juta ton jika diproyeksikan produksi beras 31,68 juta ton," ujar Syaiful seperti dikutip, Selasa (11/4/2023).

Selanjutnya, kata Syaiful, jika angka di atas itu benar, maka seharusnya Indonesia tidak perlu mengimpor beras karena cadangan beras nasional termasuk CBP sudah cukup untuk menutupi konsumsi nasional.

"Tetapi kenapa mendadak impor dan menyatakan CBP tinggal 250 ribu ton di akhir tahun 2022? Kemana menghilangnya cadangan beras nasional yang selalu disampaikan pemerintah itu? Di sini mulai terlihat ada yang tidak sinkron antara ekspos data pemerintah yang disampaikan ke publik dengan kenyataan. Keberadaan cadangan beras nasional ini sangat penting sebagai instrumen pemerintah dalam menghadapi gagal panen, krisis pangan, dan kenaikan harga beras di konsumen," jelas dia.

Seharusnya, kata Syaiful, pemerintah berkata jujur menghadapi krisis beras saat ini, jangan ada yang ditutup-tutupi. Namun, sebelumnya di media baik Presiden Jokowi dan Menko Perekonomian Airlangga mengemukakan alasan impor karena Indonesia menghadapi iklim yang tidak menentu yaitu elnino.

"Alam yang selalu disalahkan karena memang tidak pernah bisa protes. Tetapi kalau ditarik akar permasalahannya memang sejak awal tata kelola beras nasional kita yang tidak beres. Sumber masalahnya dari hulu sampai hilir, di hulu mulai dari kelangkaan dan harga pupuk yang mahal, di hilirnya penggilingan padi rakyat dibiarkan mati tanpa ada perlindungan pemerintah. Sementara itu praktek konglomerasi beras dibiarkan sehingga Bulog sampai kesulitan menyerap beras lokal untuk stok CBP," imbuh dia.

Selanjutnya, kata Syaiful, apakah impor 2 juta ton bisa mengatasi persoalan defisit ketersediaan beras nasional? Mengacu kepada proyeksi hasil panen Gabah Kering Giling (GKG) di musim tanam I (Januari-April) yang dirilis Kementan adalah sebesar 19,61 juta ton dan produksi beras 11,29 juta ton.

Bahkan data yang dirilis BPS jauh lebih rendah yaitu 8,7 juta ton. Disusul dengan Musim Tanam (MT) II (Mei-Agustus) dengan asumsi rata-rata terjadi penurunan 25 persen, dengan produksi GKG sebesar 14,70 juta ton dan produksi beras diproyeksikan sebesar 7,35 juta ton. Terakhir, musim tanam III dengan asumsi produksi beras sejumlah 5,51 juta ton.

baca juga

"Jadi selama Januari-Desember 2023 diperkirakan produksi beras nasional hanya 24,15 juta ton, sementara konsumsi beras nasional 31 juta ton, artinya terjadi defisit 6,85 juta ton. Kita hanya berharap semoga panen di MT II dan MT III dapat mencukupi. Jika panen tidak sesuai harapan, rencana impor beras 2 juta ton tidak akan bisa menutupi defisit beras nasional," kata Syaiful.

Sementara itu, lanjut Syaiful, beban biaya konsumsi rakyat untuk beras semakin bertambah dengan kenaikan harga beras baik kelas medium maupun premium. Meskipun, kata Syaiful, Mendag mengatakan harga beras sudah mulai turun, namun, harga tersebut turun tipis setelah harga beras melambung tinggi dari tahun sebelumnya. Maka, Tidak bisa dipungkiri lagi dengan dikeluarkan Harga Eceran Tetap (HET) beras yang baru, pemerintah telah menetapkan kenaikan harga beras.

"Kalau rakyat ingin beras murah disuruh beli beras Bulog yang seharga Rp. 9.450, berapa jumlah beras Bulog yang beredar di pasaran? Dimana logika berpikirnya? Karena sebagian besar beras impor dipakai untuk menutupi program Bansos KPM sebanyak 21,3 juta. Sedangkan masyarakat di luar KPM harus membeli beras di pasar dan menanggung kenaikan harga beras," pungkas Syaiful.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ciptakan Tata Kelola Pertanian Terbaik Lewat Manfaat Kartu Tani

Ciptakan Tata Kelola Pertanian Terbaik Lewat Manfaat Kartu Tani

Bisnis | Jum'at, 07 April 2023 | 10:37 WIB

Kementan Nilai Program Peningkatan Kesejahteraan Petani di Jateng Berhasil

Kementan Nilai Program Peningkatan Kesejahteraan Petani di Jateng Berhasil

Bisnis | Jum'at, 07 April 2023 | 10:18 WIB

Kementan Tingkatkan Produksi Padi Maros Melalui Intervensi Mekanisasi

Kementan Tingkatkan Produksi Padi Maros Melalui Intervensi Mekanisasi

Bisnis | Jum'at, 31 Maret 2023 | 09:01 WIB

Terkini

Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:02 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Tembus 86%

Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Tembus 86%

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 08:00 WIB

Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten

Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten

Surakarta | Selasa, 29 September 2026 | 07:53 WIB

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:49 WIB

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:47 WIB

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:46 WIB

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 07:45 WIB

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Malang | Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB

×