Etnis Tionghoa Berperan Penting Dalam Sejarah dan Perkembangan Politik Indonesia

Iwan Supriyatna

Minggu, 16 April 2023 | 07:01 WIB
Etnis Tionghoa Berperan Penting Dalam Sejarah dan Perkembangan Politik Indonesia
Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) Dr. Johanes Herlijanto saat menjadi pembicara dalam Seminar "Tionghoa dan Politik Indonesia: Pandangan dan Harapan'.

Suara.com - Politikus yang berasal dari etnis Tionghoa akan tetap memiliki optimisme dan semangat untuk berkontribusi dalam politik di Tanah Air. Etnis Tionghoa telah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia sejak abad ke-15 dan berperan penting dalam sejarah dan perkembangan politik Indonesia.

"Tionghoa adalah salah satu dari 15 kelompok etnik terbesar di negeri ini, namun mereka menjadi target dari berbagai peraturan diskriminatif yang diterapkan oleh pemerintah otoritarian Orde Baru. Namun menguatnya iklim demokrasi di Indonesia saat era reformasi ini menjadi berkah tersendiri. Komunitas Tionghoa Indonesia kembali memperoleh hak dan ruang untuk mengekspresikan identitas, budaya, dan meningkatkan partisipasi politik mereka,” kata Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) Dr. Johanes Herlijanto saat menjadi pembicara dalam Seminar "Tionghoa dan Politik Indonesia: Pandangan dan Harapan' ditulis Minggu (16/4/2023).

Politikus Tionghoa bahkan berhasil meraih jabatan-jabatan politik yang penting. Salah satunya adalah Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang memiliki karier mulus dan dianggap sebagai simbol dari penerimaan masyarakat terhadap politikus dengan latar belakang etnik Tionghoa.

"Di tengah optimisme terhadap makin meningkatnya penerimaan tersebut, resistensi terhadap kepemimpinan BTP justru meningkat, khususnya pada pertengahan hingga akhir 2016,” kata Johanes yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH).

Menurut dia, yang penting untuk dicatat adalah etnisitas BTP sebagai Tionghoa turut pula menghadirkan dalam gelombang penolakan. Muncul kembalinya isu identitas dalam gelombang resistensi terhadap BTP menjelang dan di sepanjang pilkada pada 2017 tentu membawa dampak tertentu bagi masyarakat Tionghoa, termasuk para politikus dan pemimpin komunitas Tionghoa.

Johanes Herlijanto menyatakan bahwa pada masa Orde Baru, pemerintah menerapkan kebijakan asimilasi yang merugikan etnis Tionghoa dan berdampak pada kehidupan politik dan ekonomi mereka di Indonesia.

Meski beberapa politisi dan tokoh mengungkapkan kekecewaan dan kekhawatiran atas maraknya isu etnisitas di sekitar Pemilu 2017, Johanes menyatakan tetap optimis dan semangat untuk terus berkontribusi bagi negara melalui partisipasi politik.

“Hal ini terlihat dari banyaknya warga etnis Tionghoa yang mengikuti pemilihan umum 2019 sebagai calon anggota legislatif, baik di tingkat nasional maupun daerah,” jelas Johanes.

Johanes menilai, optimisme dan semangat tersebut antara lain karena kepercayaan dan harapan mereka yang terus berlanjut terhadap semangat toleransi dan keberagaman di masyarakat Indonesia.

baca juga

“Mereka berharap peran partai politik dalam meningkatkan kualitas demokrasi dan hak asasi manusia,” imbuhnya.

Etnis Tionghoa juga tercatat berperan aktif dalam gerakan nasionalis Indonesia, khususnya pada masa penjajahan Belanda. Sejak masa prakemerdekaan hingga pascakemerdekaan, peran masyarakat Tionghoa di Indonesia sangatlah penting. Misalnya membantu negara dalam bidang kesehatan dengan mendirikan rumah sakit dan berperan dalam pendidikan dengan mendirikan universitas dan sekolah swasta.

“Misalnya acara Sumpah Pemuda di gedung milik Sie Kong Liong. Peristiwa di Rengasdengklok menggunakan rumah milik Djiaw Kie Siong,” ujar I Wayan Suparmin, Ketua Umum Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI) cabang Jakarta dan Ketua Yayasan Sosial Candranaya, saat menjadi pembicara kedua dalam seminar tersebut.

I Wayan juga menekankan kebebasan dan keberhasilan politik yang diraih etnis Tionghoa di era reformasi ini. Namun, dia mengimbau masyarakat Tionghoa tetap bijak dan berhati-hati karena masih ada riak dan tantangan menjelang tahun politik 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kompak Jadi Saksi di Pernikahan Putri Hary Tanoe, Prabowo Dinilai Bisa Jadi Penerus Jokowi

Kompak Jadi Saksi di Pernikahan Putri Hary Tanoe, Prabowo Dinilai Bisa Jadi Penerus Jokowi

News | Sabtu, 15 April 2023 | 20:44 WIB

Gelar Pelatihan Dakwah Digital, PDIP Tolak Politik Identitas Demi Rebut Kekuasaan

Gelar Pelatihan Dakwah Digital, PDIP Tolak Politik Identitas Demi Rebut Kekuasaan

News | Sabtu, 15 April 2023 | 19:24 WIB

Bebas, Anas Urbaningrum Tak Mau Buru-Buru Balik ke Ranah Politik

Bebas, Anas Urbaningrum Tak Mau Buru-Buru Balik ke Ranah Politik

Denpasar | Sabtu, 15 April 2023 | 08:20 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×