Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

Cerita Inspiratif Dina: Tebar Manfaat dengan Produk Organik, Cuan Jutaan dalam Sepekan

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 07 Mei 2023 | 03:55 WIB
Cerita Inspiratif Dina: Tebar Manfaat dengan Produk Organik, Cuan Jutaan dalam Sepekan
Dian saat membagikan produk Bakoel Organik ke masyarakat di Kabupaten Gunungkidul pada 2020 lalu. [Ist]

Suara.com - Mengejar cuan atau keuntungan bukan berarti melupakan memberi manfaat bagi sesama manusia. Motivasi ini terus diingat oleh Dina, sosok 33 tahun di balik Bakoel Organik, UMKM minuman sehat bebas bahan kimia.

Dirinya mulai merintis Bakoel Organik sejak tahun 2016 silam. Kala itu, ketika ia bekerja di Rumah Sakit Panti Rapih, ia mengaku terbesit ingin memulai suatu usaha yang tidak hanya menguntungkan dirinya. Melainkan juga memberi manfaat kepada orang-orang di sekitarnya.

“Waktu itu, mulai nyari-nyari jaringan petani organik di Klaten dan memutuskan untuk menjual sayur organik,” kenang Dina, saat kami temui di pameran UMKM di Tamansari, Kota Yogyakarta, Kamis (4/5/2023).

Memulai usahanya dari nol, Dina menyadari, butuh lebih dari sekedar niat untuk menjalankan suatu usaha. UMKM yang ia rintis kala itu semakin sulit berkembang karena rendahnya minat dari masyarakat. Selain itu, kurangnya pengalaman dalam mengelola bisnis sayur segar membuat dirinya merugi.

Titik balik usaha Dina justru muncul ketika ia dan keluarganya diterpa musibah. Sang ibu didiagnosa diabetes tidak lama setelah ia menjalankan usahanya. Dina lantas menyadari, dirinya harus lebih memerhatikan kesehatan ibundanya, terutama masalah makanan dan minuman.

“Waktu itu, aku berusaha setiap hari menyediakan pressed juice untuk ibuku. Bahannya masih sederhana, cara membuat juga cari di Youtube. Ternyata, setelah cukup lama konsumsi jus ini, mamaku merasa lebih baik,” kata dia kepada Suara.com.

Proses produksi minuman Bakoel Organik (Ist)
Proses produksi minuman Bakoel Organik (Ist)

Dina memastikan, cold pressed juice yang ia buat sama sekali tidak ada tambahan bahan lain. “Sama sekali tanpa air dan tambahan lain, apa lagi gula,” ujar Dina.

Perlahan tapi pasti, kondisi kesehatan mama Dina semakin membaik bahkan merasa lebih bugar dari sebelumnya. Karena pengalaman tersebut, sang mama lantas menyarankan agar jus yang tiap hari dibuat oleh Dina agar ditawarkan kepada orang lain yang membutuhkan.

“Waktu itu, mama bilang ‘kenapa gak coba dijual aja?’. Akhirnya, meski sempat ragu karena pengalaman pahit sebelumnya, aku nyoba untuk menawarkan jus buatanku ke orang-orang terdekat,” kata dia.

Kala itu, ia menyadari, jual cold pressed juice jauh lebih banyak tantangan dibandingkan usaha yang ia rintis sebelumnya.

“Jelas. Jus sehat kayak gini tidak bisa diberikan target besar karena pasar yang tersegmentasi. Dengan harga Rp30 ribu per botol, kalau menyasar ke anak-anak kuliah, tentu sulit untuk kalangan tertentu,” terang Dina yng menjalankan usahanya dari Ngaglik, Sleman itu.

Untung tak dapat ditolak, produk Bakoel Organik yang kala itu sebenarnya belum diberi target penjualan besar oleh Dina justru menarik perhatian sejumlah kawannya dari kalangan dokter.

“Dari temen-temen di kedokteran ini, aku ketemu sama orang-orang dengan penyakit yang identik denga terapi jangka panjang seperti kanker, penyakit ginjal dan lain sebagainya,” ungkap dia.

Dina Christiana Dewi, sosok 33 tahun di balik Bakoel Organik, UMKM minuman sehat bebas bahan kimia saat ditemui pada Kamis (4/5/2023). [Suara.com/Hadi]
Dina Christiana Dewi, sosok 33 tahun di balik Bakoel Organik, UMKM minuman sehat bebas bahan kimia saat ditemui pada Kamis (4/5/2023). [Suara.com/Hadi]

Para pasien yang menjalani kemoterapi itu, kata dia, banyak yang cerita berbagai keluhan mereka. Mulai dari sariawan dalam jangka waktu yang lama hingga kerontokan parah. Dina lantas menawarkan mereka untuk terus berpikir positif, selain dukungan dari keluarga, pikiran yang baik juga turut mendukung potensi semangat hidup lebih besar.

Dina menyadari, para dokter yang merawat pasien-pasien itu terus mendorong pasien untuk hidup sehat. Mudah dikatakan, sulit dilakukan secara terus menerus, itulah hidup sehat. Dina lantas menyarankan sejumlah pasien untuk mencoba jus buatannya.

“Karena saya juga apoteker. Saya tegaskan, jika memang pilihannya adalah kemoterapi, tidak apa-apa. Harus tetap dijalani. Tapi, efek samping kemoterapi tidak hanya membunuh sel jahat tapi juga sel-sel baik,” ujar dia.

“Nah, sekali lagi saya bilang kepada orang-orang. Jangan hanya mencoba dari jalur herbal saja tapi juga jalur medis yaitu kemoterapi. Cara medis ini, silahkan diimbangi dengan gaya hidup sehat,” sambungnya.

Ada salah satu pasien yang rutin kemoterapi dan kini menjadi salah satu langganan Bakoel Organik yang mengaku tubuhnya terasa lebih bugar setelah beberapa bulan secara harian mengonsumsi cold pressed juice.

“Saya persilakan mereka untuk mencoba. Kalau cocok ya syukur, mau berhenti-pun tidak apa-apa. Namun yang pasti, jangan pernah menyerah dengan keadaan. Harus terus berusaha, apapun caranya,” ujar dia, menirukan masa di mana dirinya memberikan semangat kepada sejumlah pasien yang kini menjadi temannya pula.

Semakin Diminati Kala Pandemi

Mengawali Bakoel Organik dengan modal Rp6,5 juta. Bakoel Organik sempat memiliki omzet hingga lebih dari Rp20 juta dalam sebulan. Pendapatan tertinggi itu dicapai oleh Dina saat momen Wabah Virus Corona di mana banyak kalangan mencari cara agar bisa hidup lebih sehat.

Saat itu, ketika banyak usaha gulung tikar karena tekanan ekonomi. Bakoel Organik justru semakin diminati banyak kalangan. Meningkatnya pesanan Bakoel Organik kemudian membuat Dina menyadari, momen tersebut harus bisa membuat Bakoel Organik tidak hanya menguntungkan dirinya pribadi tapi juga orang banyak.

Kala itu, dalam sehari, Bakoel Organik paling sedikit bisa menjual 25 botol, dengan rata-rata penjualan mencapai 30 botol per hari. Tingginya minat pembeli tersebut lantas justru memunculkan masalah baru, yakni Dina membutuhkan alat cold pressed juice yang mampu memproduksi dalam jumlah besar.

Bakoel Organik [Ist]
Bakoel Organik [Ist]

“Di momen itu, Kemenparekraf tiba-tiba mengumumkan dukungan kepada UMKM melalui BRI, khususnya Rumah Kreatif BUMN. Puji Tuhan, kita mendapatkan dukungan dana dan aku bisa beli alat tambahan dengan harga Rp7 juta,” ungkap Dina yang kemudian turut mengikuti salah satu dari rangkaian pelatihan untuk UMKM.

Perlahan tapi pasti, nama Bakoel Organik semakin melambung. Dina mengakui dirinya pernah mendapatkan penawaran dukungan modal dari pihak swasta.

“Pernah dapat tawaran [modal]. Tapi, saya menolak jika itu uang. Saya lantas meminta CSR itu untuk diarahkan menjadi bentuk dukungan kepada para petani organik,” ujar Dina.

Pasalnya, Bakoel Organik juga memiliki petani binaan yang berada di Turi, Sleman. Dina menegaskan, jika memang ada pihak-pihak yang ingin mendukung Bakoel Organik. Maka, orang-orang yang berada di balik UMKM miliknya itu juga harus menerima manfaat, salah satunya kalangan petani organik.

“Kita ini hidup dari petani. Aku dapat pasokan sayur fresh itu dari petani, tanpa mereka Bakoel Organik ini tidak bisa sampai seperti sekarang,” tegas Dina.

Menjadi petani organik, kata Dina, bukan perkara mudah. Alasannya, petani organik membutuhkan modal yang lebih besar dibandingkan petani konvensional untuk skala tertentu.

“Para petani organik itu sebenarnya banyak. Tapi, banyak juga yang memutuskan untuk berhenti di tengah jalan karena untuk menjadi petani organik itu butuh dana yang tidak sedikit,” kata Dina.

Kini, Dina sudah memiliki lima orang yang membantunya terus mengembangkan Bakoel Organik semakin besar di masa depan.

“Ke depanya, harapan kita Bakoel Organik bisa punya tempat sendiri. Di mana tempat itu tidak hanya melayani penjualaan kita tapi juga membantu petani organik mengenalkan hasil panen mereka,” ujar dia.

Saat ini, ada lima varian rasa Bakoel Organik yakni greeney (kale, apel, seledri dan jeruk nipis), sunshine (apel, wortel dan jeruk nipis), orange (apel, lemon dan jeruk), super red (buah bit, wortel, jahe, jeruk nipis dan apel) dan awejuice (semangka, jeruk nipis dan apel).

Dina memberi saran kepada para pengusaha yang baru membangun bisnisnya agar tidak lupa untuk berbagi dan tidak memaksakan diri untuk meraup untung besar dari usaha yang baru dirintis.

“Buka usaha itu jangan bertujuan untuk cari untung dulu. Memberi itu tidak masalah, dengan memberi pasti akan ada pintu-pintu rejeki yang akan mengalir ke kita,” pungkas Dina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persib Kena Prank, PSIS Semarang Perpanjang Kontrak Septian David Maulana

Persib Kena Prank, PSIS Semarang Perpanjang Kontrak Septian David Maulana

Bola | Sabtu, 06 Mei 2023 | 21:44 WIB

PSSI Pastikan BRI Liga 1 2023-2024 Pakai VAR, tapi...

PSSI Pastikan BRI Liga 1 2023-2024 Pakai VAR, tapi...

Bola | Sabtu, 06 Mei 2023 | 20:43 WIB

BUMN Communications Week 2023, Persepsi Publik yang Baik Jadi Investasi Keberhasilan Komunikasi Perusahaan

BUMN Communications Week 2023, Persepsi Publik yang Baik Jadi Investasi Keberhasilan Komunikasi Perusahaan

Jabar | Sabtu, 06 Mei 2023 | 21:30 WIB

Arya Sinulingga: Membangun Persepsi Penting karena akan Membuat Apapun Didukung oleh masyarakat

Arya Sinulingga: Membangun Persepsi Penting karena akan Membuat Apapun Didukung oleh masyarakat

Bali | Sabtu, 06 Mei 2023 | 21:00 WIB

Corporate Secretary BRI: Era Digital Munculkan Tantangan dan Nilai-nilai Baru dalam Tiap Aspek

Corporate Secretary BRI: Era Digital Munculkan Tantangan dan Nilai-nilai Baru dalam Tiap Aspek

Bali | Sabtu, 06 Mei 2023 | 21:00 WIB

Pemanfaatan Media Sosial secara Tepat akan Mendukung Upaya Menjaga Reputasi Perusahaan

Pemanfaatan Media Sosial secara Tepat akan Mendukung Upaya Menjaga Reputasi Perusahaan

Jabar | Sabtu, 06 Mei 2023 | 20:30 WIB

Terkini

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:32 WIB

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:27 WIB

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:40 WIB

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB