Kronologi ASN Guru Muda di Pangandaran Diintimidasi Senior Diduga Gegara Pungli

M Nurhadi

Kamis, 11 Mei 2023 | 15:04 WIB
Kronologi ASN Guru Muda di Pangandaran Diintimidasi Senior Diduga Gegara Pungli
Ilustrasi ASN muda. [Istimewa]

Suara.com - Nama Husein Ali Rafsanjani, seorang guru dan ASN PNS di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tengah menjadi sorotan setelah dirinya mengunggah curahan hati di media sosial Instagram dan TikTok.

Dalam unggahannya di sosial media itu, Husein yang merupakan guru PNS mengungkapkan, adanya dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan Pemkab Pangandaran. Namun sayangnya, setelah Husein melaporkan kejadian tersebut, dirinya justru mendapatkan intimidasi dari beberapa pihak.

Karena tidak ingin terus merasa dipojokkan, Husein akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai guru PNS, karena lingkungan kerja yang dirasa semakin tidak aman dan tidak nyaman bekerja sebagai abdi negara. Namun, ada beberapa hal yang memberatkan Husein hingga saat ini, salah satunya adalah surat pemecatan yang tidak kunjung keluar, sehingga dirinya belum bisa bekerja di tempat lain, karena statusnya yang masih sebagai ASN.

Duduk Perkara ASN Pangandaran Husein Diintimidasi Senior Hingga Bupati Turun Tangan

Dalam video yang beredar, Husein menyebutkan bahwa dirinya diancam oleh oknum ASN Pangandaran karena telah melaporkan dugaan pungli saat Latsar CPNS. Video Husein itu kemudian viral dan menjadi perbincangan.

Husein menceritakan kejadiannya bermula pada tahun 2020, di mana pada saat itu ia harus mengikuti Latsar CPNS di Kota Bandung. Husein diminta untuk membayar uang transportasi sebesar Rp 270.000 untuk mengikuti pelatihan, padahal biaya kegiatan sudah dianggarkan. Lalu saat latihan dasar berjalan, para peserta kembali diminta membayar Rp 310.000 yang tidak tahu peruntukannya.

Husein merasa keberatan, selain karena merasa pungutan itu tidak diperlukan, Husein juga tidak memiliki uang. Saat itu gajinya selama tiga bulan belum cair karena menggunakan sistem rapel. Husein lalu berinisiatif untuk melaporkan pungutan tidak wajar itu melalui situs pengaduan Lapor.go.id, dengan nama anonim. Laporan Husein sempat ramai menjadi perbincangan para pegawai di Kabupaten Pangandaran. Dan pada akhirnya, Husein pun mengakui tentang laporannya karena sudah tersebar dan Husein kemudian dipanggil untuk menjalani proses sidang di gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran. Husein diinterogasi oleh 12 pegawai.

Kemudian pada sidang kedua, Husein kembali diminta untuk menghapus laporan. Bahkan, SMP 2 Pangandaran, tempatnya mengajar sempat didatangi pegawai BPKSDM. Dan akhirnya, Husein terpaksa mencabut laporannya karena ada ancaman surat keputusan (SK) pengangkatan menjadi PNS tidak akan ditandatangani. Husein juga memilih untuk pulang ke Bandung, Jawa Barat, sambil menunggu surat pemecatan. Namun, surat itu tidak kunjung keluar hingga akhirnya Husein mengajukan pengunduran diri pada Februari 2023. 

Sementara itu, Pemkab Pangandaran membantah semua tuduhan Husein. Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani, mengatakan bahwa pada saat Latsar, pihaknya tidak menganggarkan transportasi CPNS ke lokasi di Bandung karena pusat pendidikan administrasi (Pusdikmin) akan menggelar Latsar secara daring.

baca juga

Selain itu, Dani juga membantah kalau pihaknya mengintimidasi Husein, dan pihak BKPSDM hanya menyampaikan aturan sesuai PP 53 tentang Disiplin dan PP 94.

Terkait Husein yang merasa diintimidasi saat proses klarifikasi, Dani menegaskan bahwa ia hanya mendatangkan pihak-pihak yang terlibat saja. Dan Dani mengatakan, hingga saat ini Husein masih berstatus ASN Pemkab Pangandaran karena surat pengunduran dirinya belum diproses.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berinisiatif untuk bertemu dengan Husein. Ridwan Kamil ingin mendengar penjelasan secara langsung dari Husein terkait dugaan pungli serta ancaman yang diterimanya.

Pertemuan yang berlangsung selama satu jam di ruang kerja gubernur, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, pada hari Rabu (10/5/2023) digelar secara tertutup.

Ridwan Kamil sebagai pembina ASN di Jabar, akan mencari solusi terbaik baik pihak yang terlibat. Ridwan Kamil juga mengatakan, bahwa pihaknya juga akan memberikan opsi-opsi bagi kedua belah pihak yaitu Husein dan Pemda Kabupaten Pangandaran.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Guru Pangandaran Ungkap Pungli Mendapat Intimidasi, Netizen Mulai Kulik Harta Kekayaan Kepala BKPSDM Pangandaran

Viral Video Guru Pangandaran Ungkap Pungli Mendapat Intimidasi, Netizen Mulai Kulik Harta Kekayaan Kepala BKPSDM Pangandaran

Semarang | Kamis, 11 Mei 2023 | 14:52 WIB

Berkaca dari Guru ASN di Pangandaran, Begini Cara Lapor Pungutan Liar di lapor.go.id

Berkaca dari Guru ASN di Pangandaran, Begini Cara Lapor Pungutan Liar di lapor.go.id

News | Kamis, 11 Mei 2023 | 14:25 WIB

Cupid Makin Mendunia, FIFTY FIFTY Tak Percaya dengan Popularitas Mereka

Cupid Makin Mendunia, FIFTY FIFTY Tak Percaya dengan Popularitas Mereka

Your Say | Kamis, 11 Mei 2023 | 14:03 WIB

Pasca Viral, Husein Guru ASN Pangandaran Bertemu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil Kasih Opsi Pindah Mengajar di SMA

Pasca Viral, Husein Guru ASN Pangandaran Bertemu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil Kasih Opsi Pindah Mengajar di SMA

Sumedang | Kamis, 11 Mei 2023 | 14:00 WIB

Viral Video 2 Menit 27 Detik Wanita Kendari Main di Ranjang Tersebar Luas, Pelaku Ditangkap dan Pemeran Minta Maaf

Viral Video 2 Menit 27 Detik Wanita Kendari Main di Ranjang Tersebar Luas, Pelaku Ditangkap dan Pemeran Minta Maaf

Bandung | Kamis, 11 Mei 2023 | 13:30 WIB

Kebangetan Baiknya, Resepsi Pernikahan Wanita Ini Dibiayai Mantan Mertua

Kebangetan Baiknya, Resepsi Pernikahan Wanita Ini Dibiayai Mantan Mertua

Lifestyle | Kamis, 11 Mei 2023 | 13:48 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×