Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Kisah Sukses Yulvita Kembangkan Ecoprint, Ajak Pelajar Wirausaha Ramah Lingkungan

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 16 Mei 2023 | 21:55 WIB
Kisah Sukses Yulvita Kembangkan Ecoprint, Ajak Pelajar Wirausaha Ramah Lingkungan
Yulvita Paramita Dewi saat memberikan pelatihan pembuatan ecoprint kepada pelajar (Ist)

Suara.com - Mulai mendirikan usaha mikro kecil menengah (UMKM) butik Janitra sejak 2009 silam, Yulvita Paramita Dewi mengakui, mempertahankan eksistensi usaha jauh lebih sulit dibandingkan dengan mendirikannya.

“Saya sempat vakum dari 2012 sampai 2018,” ungkapnya, saat ditemui Suara.com di tengah aktivitasnya memberi pelatihan eco-print kepada ibu-ibu di Gedung Serbaguna Kayen, Condongcatur, Sleman pada Rabu (10/5/2023).

Alasan ia menghentikan sementara usahanya tersebut tidak lepas dari ketatnya persaingan usaha disertai dengan kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.

“Dulu, saat awal membangun usaha ini, saya usahakan untuk selalu ikut pameran dan fashion show agar Janitra Boutique semakin dikenal. Puncaknya pada 2010, kita bisa masuk ke Jogja Fashion Week,” kata dia.

Seiring ketatnya persaingan usaha kala itu, ditambah dengan tugasnya sebagai seorang ibu, Yulvita memilih untuk sementara vakum dari dunia usaha. Ada sejumlah alasan pribadi yang enggan ia sampaikan terkait pilihannya berhenti dari dunia usaha tersebut.

Keputusan dirinya untuk sejenak lepas dari kepenatan usaha selama enam tahun benar-benar membuatnya harus memulai usaha dari nol kembali.

Yulvita Paramita Dewi saat memberikan pelatihan pembuatan ecoprint kepada komunitas ibu rumah tangga di Sleman, DI Yogyakarta pada Rabu (10/5/2023) (Ist)
Yulvita Paramita Dewi saat memberikan pelatihan pembuatan ecoprint kepada komunitas ibu rumah tangga di Sleman, DI Yogyakarta pada Rabu (10/5/2023) (Ist)

Belum genap dua tahun membuka kembali UMKM miliknya, Janitra Boutique, harus kembali bergelut dengan tekanan ekonomi dampak dari pandemi Virus Corona pada Maret 2020 silam.

“Ada kekhawatiran waktu itu. Alhamdulillah, jualan online tetap lancar. Ketika wabah COVID-19 memang mau tidak mau toko harus tutup,” ujar Yulvita.

Usahanya juga diuji dengan pekerjanya yang satu persatu tumbang karena terjangkit Virus Corona hingga memaksa waktu produksi menjadi lebih lama.

“Tapi, saat itu juga mulai banyak mikir untuk mengembangkan usaha secara online,” ujar dia.

Usahanya untuk mengembangkan bisnis online ternyata berbuah manis. Usahanya tersebut tidak hanya mampu bertahan saat pandemic tapi juga berkembang secara online.

Perkembangan itu juga tidak lepas dari langkah pertamanya untuk memulai kembali Janitra setelah enam tahun vakum. Ia memilih untuk menyasar dunia pendidikan untuk mengenalkan ecoprint sebagai langkah awal usahanya pada tahun 2018.

“Kembali memulai usaha. Saya langsung melakukan lompatan dengan menyasar lembaga pendidikan, salah satunya sekolah,” ungkapnya.

Yulvita bermaksud untuk mulai mengenalkan potensi bisnis eco-print kepada para pelajar. Sekaligus memberikan fasilitas kepada anak-anak muda yang tertarik dengan bisnis tersebut.

Saat ini, Janitra bersama dengan komunitas batik eco-print sudah mengajar untuk membuat karya eco-print di SMA Pandak Bantul, SMA Ma’arif 2 Sleman, SMK Sosial Islam 1 Prambanan, SD Muhammadiya Sapen hingga workshop bersama guru-guru di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Bersama dengan sejumlah sekolah, ia juga tengah menyusun kurikulum dalam mengajarkan kreasi eco-print kepada pelajar.

“Harapan saya, anak-anak sejak dini dikenalkan pada bahan-bahan berbasis alami, seperti pewarna alami dan lain sebagainya. Hal ini agar turut membantu dalam mengajarkan penggunaan bahan yang ramah lingkungan,” kata Yulvita.

Jejaring Jadi Kunci

Janitra Boutique, kata Yulvita, awalnya bermula dari bisnis desain pakaian biasa dengan model usaha pre-order. Bisnis Janitra berkembang pesat saat Yulvita mulai mengembangkan produk ecoprint awal tahun 2018 silam.

Pertama kali Yulvita mendapatkan ide usaha eco-print berawal dari media sosial. Dengan modal berkisar Rp4 juta ia memulai bisnis Janitra Boutique.

Yulvita Paramita Dewi bersama komunitas ibu rumah tangga memamerkan karya mereka di Sleman, DI Yogyakarta pada Rabu (10/5/2023) (Ist)
Yulvita Paramita Dewi bersama komunitas ibu rumah tangga memamerkan karya mereka di Sleman, DI Yogyakarta pada Rabu (10/5/2023) (Ist)

Dari modal tersebut, omzet yang bisa diraup Janitra Boutique saat ini berkisar Rp10 juta dalam sebulan dengan jumlah produksi rata-rata 60 hingga 120 potong dalam satu bulan.

Pendapatan itu tidak lepas dari jaringan yang ia bangun selama bertahun-tahun. Terutama dengan kalangan praktisi kesehatan mulai dari para dokter hingga perawat.

Selain itu, ada sejumlah dokter di Jogja yang menjadi reseller Janitra Boutique sehingga membuka peluang usahanya itu berkembang lebih besar.

“Omzet tertinggi yang pernah saya raup itu mencapai Rp7 juta dalam seharidi pameran yang diadakan oleh komunitas kedokteran. Dengan agenda acara (digelar) selama tiga hari,” kata Yulvita.

Seiring dengan ketatnya persaingan usaha saat ini, Yulvita berharap, ke depannya para pembuat eco-print di Jogja agar tidak hanya mengincar keuntungan ekonomi semata. Melainkan juga menghargai nilai dari karya masing-masing.

“Kalau terlalu mengejar keuntungan. Persaingan usaha jadi kurang sehat,” kata dia.

Menjalankan usaha tak selalu sesuai dengan harapan. Menyadari hal ini, Yulvita berusaha terus mengasah kemampuannya dalam mengelola bisnis Janitra Boutique, salah satunya dengan menjadi mengikuti pelatihan, salah satunya BRIncubator.

Ia mengakui, ‘bimbingan’ dari BRI melalui pembinaan dan inkubasi bertajuk Brincubator: Business Owner Mentality yang digelar bersama dengan Rumah Kreatif BUMN Yogyakarta  berperan dalam mengembangkan usaha miliknya, terutama dalam bidang pengelolaan keuangan.

“Saya itu benar-benar mendapatkan ilmu terkait pengelolaan keuangan usaha dan digital marketing. Saya akui mulai bersemangat mengembangkan jualan secara online itu setelah ikut BRIncubator karena Janitra dulu sempat tidak punya karyawan sehingga saya jalin mitra dengan pihak ketiga,” ungkap dia.

Dengan seminar yang ia ikuti tersebut, Yulvita belajar banyak terkait bagaimana dirinya mengelola bisnis dengan produksi dengan pihak ketiga.

“Kita harus terus berkembang. Bukan hanya usaha kita, tapi juga diri kita. Terutama agar pengelolaan usaha bisa semakin baik ke depannya,” ucap dia.

BRI, sebagaimana disampaikan Dirut BRI terus berkomitmen mendukung UMKM sebagai sektor penting bagi perekonomian Indonesia. Salah satunya karena UMKM merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling tinggi di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hut Dekranas ke-43 Bawa Keuntungan Bagi Pelaku UMKM di Medan

Hut Dekranas ke-43 Bawa Keuntungan Bagi Pelaku UMKM di Medan

Sumut | Selasa, 16 Mei 2023 | 18:51 WIB

UMKM Kota Tangerang Mejeng di Soetta, Arief R Wismansyah: Semoga Bisa Go International

UMKM Kota Tangerang Mejeng di Soetta, Arief R Wismansyah: Semoga Bisa Go International

Jakarta | Selasa, 16 Mei 2023 | 15:36 WIB

5 Doa Penglaris Dagangan dan Usaha Lancar, Bisa Bikin Banyak Cuan

5 Doa Penglaris Dagangan dan Usaha Lancar, Bisa Bikin Banyak Cuan

| Selasa, 16 Mei 2023 | 13:20 WIB

Pertukaran Nilai Mata Uang Kian Dinamis, BRI Hadirkan Fitur Transaksi Valas di BRImo

Pertukaran Nilai Mata Uang Kian Dinamis, BRI Hadirkan Fitur Transaksi Valas di BRImo

Jogja | Selasa, 16 Mei 2023 | 14:00 WIB

Direktur Jaringan dan Layanan: BRI Selalu Mengedepankan Customer Experience Terpadu dalam Tiap Layanan

Direktur Jaringan dan Layanan: BRI Selalu Mengedepankan Customer Experience Terpadu dalam Tiap Layanan

Sumbar | Selasa, 16 Mei 2023 | 13:00 WIB

Lewat BRImo, Nasabah Bisa Nikmati Kemudahan Fasilitas Perbankan dari BRI

Lewat BRImo, Nasabah Bisa Nikmati Kemudahan Fasilitas Perbankan dari BRI

Jatim | Selasa, 16 Mei 2023 | 12:30 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB