Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Alasan Menko Luhut Selalu Kedepankan Teknologi China

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 31 Mei 2023 | 09:55 WIB
Alasan Menko Luhut Selalu Kedepankan Teknologi China
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ditemui di Jakarta, Selasa (18/10/2022). [Suara.com/Muhammad Fadil Djailani]

Suara.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kerap sekali menyebut teknologi china dalam investasi dan pembangunan di dalam negeri. Namun, ada alasan tersendiri Menko Luhut selalu berpaling ke China.

Menko Luhut pun kagum melihat kemajuan teknologi China. Hal ini dilihatnya sendiri saat melakukan kunjungan kerja ke negeri tirai bambu tersebut.

Menurut Luhut, kemajuan teknologi dan industri China tidak lepas dari riset dan pengembangan. China rela menggunakan 3,5% pemasukan negara untuk pembiayaan riset dan pengembangan teknologi.

Hal itulah, bilang dia, yang membuat industri dan tekonologi China kekinian sangat maju. Bahkan, Luhut memandang, kemajuan industri dan teknologi China sulit dikejar oleh negera lain.

"China demikian cepat maju dan sulit buat negara manapun untuk mengejar teknologi mereka. Dia memberikan 3,5% dari revenue (pemasukan negara) dia untuk urusan research. Semua yang saya lihat ini sudah digitalize. Semua risetnya begitu canggih, sehingga dia mungkin 6-10 tahun ke depan menjadi yang terdepan dalam berbagai bidang teknologi," ujar Luhut di Jakarta yang dikutip Rabu (31/5/2023).

Dalam lawatannya, Luhut pun sempat mengunjungi 19 titik industri di China. Dia melihat sendiri keberhasilan industri China disebabkan adanya hilirisasi.

"Semua karena downstreaming industry, research-nya bagus, kemudian kerjanya terkoordinasi, terpadu dengan baik. Mereka tidak ada waktu untuk bicara sana sini, mereka fokus pada pekerjaannya," imbuhnya.

Mantan Kepala Staf Presiden ini menambahkan, pemerintah Indonesia kekinian juga fokus pada hilirisasi industri dan pengembangan teknologi. Agar berhasil, Luhut pun mengingatkan agar bisa bekerja dengan terintegrasi dan sesuai kemampuan.

"Jadi bapak ibu sekalian, kalau kita ini semua kompak bekerja, tidak tudingan-tudingan, kita fokus pada bidang kita, itu akan bisa membuat kita bisa transform Indonesia to be better country in the future. Target ini bisa tercapai kalau kita semua fokus pada kerjaan kita masing-masing secara terintegrasi," pungkas Luhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengangguran Bertitel Sarjana di China Membludak

Pengangguran Bertitel Sarjana di China Membludak

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2023 | 12:33 WIB

China Makin Maruk, Tempatkan Tiga Penanda di Laut Cina Selatan dengan Klaim Wilayahnya

China Makin Maruk, Tempatkan Tiga Penanda di Laut Cina Selatan dengan Klaim Wilayahnya

Bisnis | Kamis, 25 Mei 2023 | 10:39 WIB

China Akan Gelar Pertemuan dengan Negara Anggota ASEAN, Bahas Investasi Baru?

China Akan Gelar Pertemuan dengan Negara Anggota ASEAN, Bahas Investasi Baru?

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2023 | 08:51 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB