Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Antraks Merebak di Gunungkidul, Kementan Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Fabiola Febrinastri

Kamis, 06 Juli 2023 | 17:01 WIB
Antraks Merebak di Gunungkidul, Kementan Gerak Cepat Lakukan Penanganan
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zaenudin, dalam paparannya soal penanganan antraks di Gunungkidul, Yogyakarta. (Dok: Kementan)

Suara.com - Setelah zoonosis antraks merebak, Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat melakukan penanganan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Penanganan dilakukan antara lain dengan upaya mitigasi dan isolasi wilayah, serta menurunkan tim kesehatan hewan ke lokasi untuk investigasi.

Tim Kementan juga telah mendistribusikan obat-obatan berupaya antibiotik, vitamin, serta cairan disinfektan sebagai perangkat utama dinas setempat dalam penanganan kasus.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zaenudin mengatakan,  pihaknya juga langsung melakukan investigasi kasus dengan pengambilan dan pemeriksaan sempel untuk diagnosis serta komunikasi dan advice strategis.

"Termasuk menghentikan lalu lintas keluar dan masuk di lokasi tertular. Sampai saat ini, kasus pada ternak dan manusia terlokalisir di satu padukuhan, yaitu Dukuh Jati, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu," ujar Nuryani, Kamis (6/7/2023).

Nuryani mengatakan, penyuntikan antibiotik sudah dilakukan pada semua hewan yang rentan tertular di daerah terancam. Selain itu, Kementan juga melakukan dekontaminasi dengan disinfektan di lokasi penyembelihan dan penguburan ternak. Vaksin yang telah disuntikan pada 78 ekor sapi dan 286 ekor kambing.

"Sejak kami terima laporannya pada 15 Juni 2023, kami langsung melakukan sosialisasi dan komunikasi informasi edukasi bersama Dinas Gunungkidul," katanya.

Menurut Nuryani, sejauh ini, vaksin operasional yang telah didistribusikan ke Gunungkidul mencapai 96.000 dosis. Pihaknya juga telah melakukan pengambilan sempel pada 5.707 hewan dan stok vaksin yang tersedia saat ini mencapai 110.000 dosis.

"Kami berharap, kepedulian masyarakat terhadap antraks dapat terus meningkat, dengan memperkuat surveilans pada area endemik dan terancam. Jika ada kematian mendadak pada hewan, masyarakat bisa melakukan pelaporan ke petugas terdekat untuk dilakukan penelusuran," katanya.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Syamsul Ma'arif mengatakan, penyakit antraks merupakan penyakit zoonosis yang mampu bertahan hingga puluhan tahun, apabila hewan ternak yang terpapar tidak ditangani dengan tepat.

baca juga

"Sifat bakteri antraks sangat berbahaya, sehingga hewan yang terpapar tidak boleh dibuka. Kalau dibuka bakterinya bisa jadi spora dan bertahan bertahun tahun. Jadi direbus saja tidak aman karena spora bisa bertahan hingga bertahun tahun," katanya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi mengatakan bahwa dampak penyakit antraks apabila dikonsumsi manusia dapat menyebabkan kematian. Mulanya, penyakit tersebut menyerang paru-paru lalu setelahnya akan melepuh dan berujung pada kematian.

"Dampak ke manusia, bila daging antraks tetap dimakan, maka akan merusak paru-paru, lalu melepuh. Saya mengimbau semua puskesmas di Gunungkidul untuk lebih waspada, mengingat spora antraks bisa hinggap dimana-mana. Sejauh ini, kita sudah melakukan penyidikan terpadu melalui satgas, kemudian survei terhadap yang berisiko dan pengobatan kepada yang terpapar," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Munculnya Antraks di Gunungkidul: Bermula Makan Daging Sapi yang Sudah Dikubur

Kronologi Munculnya Antraks di Gunungkidul: Bermula Makan Daging Sapi yang Sudah Dikubur

News | Kamis, 06 Juli 2023 | 14:53 WIB

Ciri dan Gejala Antraks, Penyakit yang Ditularkan dari Hewan Ternak

Ciri dan Gejala Antraks, Penyakit yang Ditularkan dari Hewan Ternak

News | Kamis, 06 Juli 2023 | 13:33 WIB

Kenali Gejala Antraks Pada Manusia, Segera ke RS Jika Alami Tanda Ini!

Kenali Gejala Antraks Pada Manusia, Segera ke RS Jika Alami Tanda Ini!

News | Kamis, 06 Juli 2023 | 11:58 WIB

Puluhan Warga di Gunungkidul Terjangkit, Kenali Gejala Antraks dan Pengobatannya

Puluhan Warga di Gunungkidul Terjangkit, Kenali Gejala Antraks dan Pengobatannya

News | Kamis, 06 Juli 2023 | 10:35 WIB

Puluhan Warga Terpapar Antraks, Sultan Minta Pengawasan Hewan Ternak Lebih Diperketat

Puluhan Warga Terpapar Antraks, Sultan Minta Pengawasan Hewan Ternak Lebih Diperketat

Jogja | Rabu, 05 Juli 2023 | 20:56 WIB

Sebelum Meninggal, Warga Semanu yang Terpapar Antraks Gali Kuburan Bangkai Sapi Lalu Dagingnya Dibagikan

Sebelum Meninggal, Warga Semanu yang Terpapar Antraks Gali Kuburan Bangkai Sapi Lalu Dagingnya Dibagikan

Jogja | Rabu, 05 Juli 2023 | 20:39 WIB

Terkini

Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia

Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:03 WIB

Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati

Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:01 WIB

Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela

Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:00 WIB

Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit

Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit

Jogja | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:00 WIB

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:56 WIB

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

×