Mendag Janji Stop Impor Garam, Susi Pudjiastuti: Awas Kalau Bohong

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 27 Juli 2023 | 16:06 WIB
Mendag Janji Stop Impor Garam, Susi Pudjiastuti: Awas Kalau Bohong
Mendag Zulkifli Hasan bersama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Pasar Pananjung, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (20/7/2023). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/rwa]

Suara.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menanggapi pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, yang berjanji tidak akan lagi impor garam konsumsi usai diprotes oleh petani Madura.

"Awas kalau bohong, Pak Zulhas," tulis Susi melalui akun Twitter miliknya, dikutip pada Kamis (27/7/2023).

Sebelumnya, Zulhas memang berjanji tidak akan lagi mengimpor garam usai mendapatkan protes dari petani lokal.

"Saya hari ini dikunjungi oleh teman-teman yang mewakili petani garam dari Madura, dan mereka meminta agar pemerintah tidak lagi melakukan impor garam konsumsi. Saya jamin, saya menjamin bahwa hal tersebut akan dilakukan, dan garam konsumsi tidak akan diimpor lagi. Karena ini menyangkut keberlangsungan petani dan kesejahteraan banyak orang," kata <endag.

Juru Bicara Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA), KH Muhdlor Abdullah, yang mewakili petani garam dalam kesempatan itu memang mendesak pemerintah agar tidak mengimpor garam konsumsi. Mereka percaya bahwa kualitas garam yang diproduksi oleh petani lokal sudah cukup baik.

BASSRA juga sangat berharap Mendag Zulhas dapat mengkoordinasikan aspirasi para petani garam dari Madura tersebut. Mereka berharap pemerintah tidak lagi mengimpor garam agar petani lokal dapat lebih sejahtera.

"Dengan menghentikan impor garam konsumsi, garam hasil produksi petani di Madura dapat terserap secara maksimal dengan harga yang layak," ujar Muhdlor kepada Zulhas.

Merujuk pada data BPS, impor garam Indonesia stabil di atas 2,5 juta ton per tahun selama enam tahun terakhir. Pada 2017, impor garam mencapai 2,55 juta ton.

Pada tahun 2018, angka impor garam meningkat menjadi 2,83 juta ton sebelum kembali turun menjadi 2,59 juta ton pada tahun berikutnya. Namun, angka tersebut kembali naik menjadi 2,6 juta ton pada tahun 2020 dan 2,83 juta ton pada tahun 2021.

Baca Juga: Membaca Peluang Susi Pudjiastuti Jadi Cawapres Anies: PKS dan NasDem Beri Lampu Hijau

Sejumlah negara yang menjadi importir garam tersebut antara lain Australia, India, Selandia Baru, China, Denmark, Jerman, dan Thailand.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI