Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

AHY Kritik Utang Indonesia Era Jokowi, Yustinus Prastowo: Pidato Politik Menebar Pesimisme

M Nurhadi

Senin, 31 Juli 2023 | 15:57 WIB
AHY Kritik Utang Indonesia Era Jokowi, Yustinus Prastowo: Pidato Politik Menebar Pesimisme
Staf Khusus (Stafsus) Menteri Keuangan (Menkeu) Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo. [ANTARA/Citro Atmoko]

Suara.com - Staf Khusus Menteri Keuangan,Yustinus Prastowo, memberikan tanggapan terhadap beberapa kritikan yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Salah satu kritikan AHY adalah tentang meningkatnya utang pemerintah dan BUMN selama pemerintahan Jokowi.

Dalam responsnya, Prastowo menyatakan bahwa pidato AHY mengandung pesimisme, meskipun ekonomi Indonesia telah diakui sebagai "bright spot" di tengah krisis ekonomi global. Prastowo menawarkan 14 poin sanggahan sebagai bentuk diskursus yang sehat dan terbuka.

"Pidato politik yang menggelitik. Saat dunia menjuluki kita 'bright spot' di tengah suramnya ekonomi global, tudingan 'mandek' bahkan mundur hanya menebar pesimisme," kata Prastowo, dikutip pada Senin (31/7/2023).

Selanjutnya, Prastowo menyebut bahwa pembangunan infrastruktur harus dipercepat untuk meningkatkan konektivitas, mengurangi biaya logistik, dan mendorong sektor ekonomi baru, sehingga daya saing dapat meningkat dan kesejahteraan dapat merata.

Prastowo juga menyampaikan data terkait belanja pemerintah untuk perlindungan sosial, petani, dan UMKM, serta berbagai program pemberdayaan melalui subsidi bunga, UMi, KUR, Prakerja, dan pelatihan di BLK.

AHY daftar caleg Partai Demokrat di KPU, Minggu (14/5/2023). (Suara.com/Rakha)
AHY daftar caleg Partai Demokrat di KPU, Minggu (14/5/2023). (Suara.com/Rakha)

Dia menyoroti dukungan terhadap UMKM, subsidi non energi, dan kebijakan Skema Subsidi Resi Gudang untuk mendukung petani mendapatkan harga terbaik atas hasil panen mereka.

Prastowo menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,3 persen pada 2022, yang merupakan yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan lebih kuat dari rata-rata kawasan regional. Dia juga mengakui adanya pengaruh dan dampak pandemi Covid-19 serta dinamika perekonomian global.

Poin selanjutnya mencakup stabilitas pertumbuhan ekonomi RI sebelum pandemi, serta pembangunan infrastruktur dan subsidi perpajakan yang dilakukan pemerintah untuk meringankan penderitaan rakyat.

Prastowo menyatakan bahwa pemerintah tidak berdalih terhadap utang, melainkan mematuhi amanat Undang-Undang yang membatasi jumlah pinjaman maksimal 60 persen dari PDB.

Terakhir, dia menyampaikan bahwa menghentikan utang yang terkendali dapat menghambat kesempatan untuk berbelanja pada sektor prioritas, karena alokasi anggaran telah meningkat pada sektor-sektor seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suram! Ini Tanda-tanda Ekonomi Dunia Akan Gelap Gulita Versi Sri Mulyani

Suram! Ini Tanda-tanda Ekonomi Dunia Akan Gelap Gulita Versi Sri Mulyani

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 15:25 WIB

Sri Mulyani: Dunia Akan Gelap Gulita

Sri Mulyani: Dunia Akan Gelap Gulita

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 14:56 WIB

Hasil Survei SPIN: Masyarakat Mau Cawapres Dari Militer, Andika Perkasa Jadi Favorit Kalahkan AHY

Hasil Survei SPIN: Masyarakat Mau Cawapres Dari Militer, Andika Perkasa Jadi Favorit Kalahkan AHY

News | Sabtu, 29 Juli 2023 | 06:18 WIB

ASEAN Jangan Hanya Fokus jadi Episentrum Ekonomi Global Saja, Tapi Harus Pikirkan Ini Juga

ASEAN Jangan Hanya Fokus jadi Episentrum Ekonomi Global Saja, Tapi Harus Pikirkan Ini Juga

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2023 | 16:59 WIB

Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Angka Putus Sekolah, Masih Tinggi, Begini Solusinya

Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Angka Putus Sekolah, Masih Tinggi, Begini Solusinya

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2023 | 15:36 WIB

Tak Hanya Sektor Kesehatan, Polusi Udara Bisa Sebabkan Ekonomi RI Rugi

Tak Hanya Sektor Kesehatan, Polusi Udara Bisa Sebabkan Ekonomi RI Rugi

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2023 | 18:33 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB