Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 23 Agustus 2023 | 11:47 WIB
Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat
Presiden Rusia Vladimir Putin. [ALEX THERRIEN/ EPA]

Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, penggunaan dolar AS dalam perdagangan antara negara-negara anggota BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) telah mengalami penurunan.

Putin menyampaikan hal ini dalam sebuah pertemuan melalui saluran video dengan delegasi KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan.

Ia menegaskan, tujuan dan upaya dedolarisasi yang dilakukan oleh BRICS telah menghasilkan hasil positif. Ia mencatat bahwa pada tahun sebelumnya, penggunaan dolar dalam perdagangan antar-BRICS hanya sebesar 28,7 persen.

Putin juga menekankan pentingnya untuk membahas penggunaan mata uang nasional dalam semua bidang kerja sama ekonomi antara kelima negara BRICS.

Ia menyoroti peran penting Bank Pembangunan Baru BRICS, yang dianggap sebagai alternatif untuk lembaga-lembaga keuangan Barat, dalam upaya dedolarisasi ini.

Meskipun Putin tidak dapat menghadiri KTT BRICS di Johannesburg secara langsung, para pemimpin negara anggota BRICS lainnya, seperti Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, hadir dalam pertemuan tersebut.

BRICS adalah kelompok negara-negara berperekonomian berkembang yang memiliki pengaruh besar dalam ekonomi global, menguasai seperempat ekonomi global dan memiliki 40 persen dari total penduduk dunia. Putin mencatat bahwa negara-negara BRICS sekarang memiliki hampir 26 persen dari GDP global.

Putin juga menyebutkan bahwa investasi saling menguntungkan antara negara-negara BRICS telah meningkat enam kali lipat dalam satu dasawarsa terakhir, sebagaimana dikutip dari Anadolu via Antara.

Kerja sama antara negara-negara BRICS didasarkan pada prinsip kesetaraan, kemitraan, dan saling menghormati kepentingan masing-masing negara. Putin juga mengutuk berbagai sanksi yang telah diberlakukan terhadap Rusia dan menyoroti dampak negatifnya terhadap kondisi ekonomi global.

Saat ini, diperkirakan ada 40 negara yang mendaftarkan diri untuk bergabung bersama BRICS, salah satunya Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan telah melakukan pendaftaran resmi, seperti Argentina, Meksiko, Iran, Arab Saudi, Mesir, Nigeria, dan Bangladesh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potensi Ekonomi Jika Indonesia Gabung BRICS, Makin Dikucilkan Uni Eropa?

Potensi Ekonomi Jika Indonesia Gabung BRICS, Makin Dikucilkan Uni Eropa?

Bisnis | Selasa, 22 Agustus 2023 | 16:04 WIB

Mengenal Strela-10, Sistem Pertahanan Udara dari Era Uni Soviet

Mengenal Strela-10, Sistem Pertahanan Udara dari Era Uni Soviet

Your Say | Selasa, 22 Agustus 2023 | 13:02 WIB

Serba-Serbi KTT BRICS Digelar Pekan Ini di Afrika Selatan, Dihadiri Presiden Jokowi

Serba-Serbi KTT BRICS Digelar Pekan Ini di Afrika Selatan, Dihadiri Presiden Jokowi

News | Selasa, 22 Agustus 2023 | 12:09 WIB

Domino's Pizza Bangkrut, Resmi Tutup Semua Gerai

Domino's Pizza Bangkrut, Resmi Tutup Semua Gerai

Bisnis | Selasa, 22 Agustus 2023 | 09:49 WIB

Mengenal Khrizantema-S, Ranpur Anti-tank Milik Rusia yang Langka

Mengenal Khrizantema-S, Ranpur Anti-tank Milik Rusia yang Langka

Your Say | Sabtu, 19 Agustus 2023 | 10:30 WIB

Nilai Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Risiko Masih Mengintai

Nilai Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Risiko Masih Mengintai

Bisnis | Rabu, 16 Agustus 2023 | 10:14 WIB

Terkini

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB