Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

BPJS Kesehatan Bersama Kemenkes Luncurkan Program Pembiayaan Tuberkulosis

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 30 Agustus 2023 | 08:40 WIB
BPJS Kesehatan Bersama Kemenkes Luncurkan Program Pembiayaan Tuberkulosis
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti. (Dok: BPJS Kesehatan)

Suara.com - Kemajuan kesehatan masyarakat adalah salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia, yang terwujud dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebuah langkah penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat adalah inovasi dalam pembiayaan kesehatan. Ini menjadi sorotan utama dalam acara Townhall Pilar Pembiayaan Kesehatan dengan tema “Pendanaan lebih baik untuk masyarakat lebih sehat," yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama yang erat antara Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan dengan BPJS Kesehatan, yang bertujuan untuk menyosialisasikan pilar-pilar dan capaian dalam transformasi pembiayaan kesehatan. Dalam acara ini diluncurkan Inovasi Pembiayaan Kesehatan Strategis Tuberkulosis melalui metode pendanaan JKN.

"Seiring dengan peningkatan jumlah pelayanan kesehatan, muncul kebutuhan akan inovasi dan upaya kolaboratif untuk mengatasi tantangan baru. Dalam konteks ini, BPJS Kesehatan menyadari bahwa tidak cukup hanya dengan inovasi internal, tetapi juga dengan inovasi bersama mitra strategis mereka. Salah satu inovasi terbaru adalah program pembiayaan Tuberkulosis (TB) melalui metode pendanaan JKN," terang Ghufron.

Ghufron menjelaskan, inovasi ini menjadi sangat penting mengingat situasi TB di Indonesia yang menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia. Hingga 1 Agustus 2023, terdapat 6,3 juta peserta JKN yang terindikasi menderita TB. Tingginya angka rujukan pasien TB dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke rumah sakit menjadi masalah yang perlu segera diatasi, mengingat pengobatan TB membutuhkan waktu minimal 6 bulan dan membawa risiko penularan.

"Dengan peluncuran inovasi pembiayaan program TB, diharapkan masalah ini dapat diatasi. Salah satu tujuannya adalah memotivasi FKTP untuk mendiagnosis dan mengobati pasien TB secara efektif, sehingga meningkatkan akses dan kualitas layanan. Selain itu, inovasi ini berpotensi membuat pembiayaan kesehatan lebih berkelanjutan dan efisien dengan menekan angka rujukan ke rumah sakit," ujar Ghufron.

Inovasi Pembiayaan TB ini akan diuji coba dalam enam wilayah, yaitu Kota Medan, Kota Bogor, Kota Denpasar, Kota Surabaya, Kota Jakarta Utara, dan Kota Semarang. BPJS Kesehatan berperan aktif dalam program ini dengan menyediakan berbagai layanan, termasuk dashboard monitoring inovasi pembiayaan TB, sistem kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi kepatuhan penderita TB dalam minum obat, interoperabilitas data dalam sistem informasi kepesertaan, sosialisasi kepada fasilitas kesehatan bersama dengan Tim inovasi pembiayaan TB dan Kementerian Kesehatan, serta melakukan monitoring dan evaluasi.

"Pemerintah Indonesia telah mengamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 bahwa cakupan kepesertaan penduduk Indonesia dalam Program JKN diharapkan mencapai 98 persen dari total penduduk pada tahun 2024, sesuai dengan amanat Undang-Undang 40 Tahun 2004 dan UU 24 Tahun 2011 yang menegaskan perlunya perlindungan kesehatan bagi seluruh penduduk," terang Ghufron.

Hingga 1 Agustus 2023, Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah mencapai kepesertaan lebih dari 260 juta jiwa, atau lebih dari 93 persen dari total penduduk Indonesia. Peningkatan signifikan juga terlihat dalam tingkat kepuasan peserta, yang naik menjadi 89,62 persen pada tahun 2022 dari sebelumnya 87,63 persen di tahun 2021. Kepuasan Badan Usaha juga meningkat, mencapai 90,36 persen di tahun 2022 dari 86,56 persen di tahun 2021.

"Selain itu juga pada tahun 2022, pemanfaatan pelayanan kesehatan mencapai 502,9 juta kunjungan yang mencakup kunjungan sehat dan kunjungan sakit, setara dengan 1,4 juta kunjungan per hari. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan Program JKN," tambah Ghufron.

baca juga

Komitmen BPJS Kesehatan adalah meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan melalui berbagai inovasi. Dengan kolaborasi erat bersama Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan berharap dapat terus memperluas akses layanan berkualitas untuk mendukung upaya mencapai masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari TB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menebar Semangat Gotong Royong, Rela Berhutang Demi Iuran BPJS Kesehatan

Menebar Semangat Gotong Royong, Rela Berhutang Demi Iuran BPJS Kesehatan

Sumbar | Selasa, 29 Agustus 2023 | 23:06 WIB

Kasus ISPA Tembus 100 Ribu per Bulan Gegara Polusi Udara Tinggi, Kemenkes Sarankan Begini

Kasus ISPA Tembus 100 Ribu per Bulan Gegara Polusi Udara Tinggi, Kemenkes Sarankan Begini

Health | Selasa, 29 Agustus 2023 | 08:15 WIB

Sakit Gara-gara Polusi Udara Bisa Berobat Gratis Pakai BPJS Kesehatan?

Sakit Gara-gara Polusi Udara Bisa Berobat Gratis Pakai BPJS Kesehatan?

Bisnis | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 18:30 WIB

Mengenal Apa Itu UHC BPJS Kesehatan, Program yang Diagendakan WHO

Mengenal Apa Itu UHC BPJS Kesehatan, Program yang Diagendakan WHO

News | Rabu, 23 Agustus 2023 | 07:30 WIB

Komitmen DPM Mendukung Pengentasan Stunting dan TBC

Komitmen DPM Mendukung Pengentasan Stunting dan TBC

Sumut | Minggu, 20 Agustus 2023 | 21:28 WIB

Berkat Helmi-Dedy 24.162 Warga Bengkulu Bisa Berobat Gratis

Berkat Helmi-Dedy 24.162 Warga Bengkulu Bisa Berobat Gratis

Jakarta | Minggu, 20 Agustus 2023 | 20:37 WIB

Terkini

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:41 WIB

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 15:19 WIB

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:26 WIB

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:25 WIB