Suara.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE), perusahaan jasa konstruksi dan pertambangan memastikan tidak hanya menggenjo kinerja bisnis yang berkelanjutan. Akan tetapi, PPRE juga berkomitmen dalam memberikan kepedulian kepada lingkungan dan sosial melalui implementasi tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Upaya itu dibuktikan dalam penerimaan penghargaan bergengsi ajang penghargaan TJSL & CSR Awards 2023 yang diselenggarakan oleh BUMN Track bekerjasama dengan ISVI (Indonesia Shared Value Institute).
PP Presisi berhasil meraih penghargaan TJSL & CSR Awards 2023 Top 3 Star (Silver) Pilar Sosial dan Top 4 Star (Gold) Pilar Lingkungan kategori BUMN & Anak Perusahaan BUMN. Penghargaan tersebut diraih PP Presisi karena dinilai mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, melalui Program Unggulan TJSL diantaranya di bidang Sosial dan Lingkungan.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada BUMN Track dan masyarakat atas kepercayaannya kepada PP Presisi, penghargaan ini memicu dan mendorong kami dalam menjalankan program TJSL & CSR yang tidak hanya mencari tujuan bisnis Perusahaan, namun juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Direktur Utama PP Presisi I Gede Upeksa Negara yang dikutip, Sabtu (9/9/2023).
Parameter penilaian dalam ajang bergengsi ini tidak hanya bagaimana Perusahaan menjalankan kontribusinya kepada masyarakat dan lingkungan namun merupakan percepatan bagi BUMN & Anak Perusahaannya dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi covid-19 melalui program TJSL & CSR yang mencakup dari aspek Ekonomi, Sosial, Lingkungan, Hukum & Tata Kelola Perusahaan berdasarkan SDGs.
Ke depan Perseroan akan terus berupaya dan berkomitmen untuk berkontribusi bagi percepatan pemulihan ekonomi sosial dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Fokus pada bisnis jasa pertambangan
PPRE juga mulai fokus menggarap konstruksi pada bidang jasa pertambangan. Pada kontruksi jasa pertambangan perseroan akan mengerjakan mining development infrastructure seperti pekerjaan pembangunan dan maintenance jalan hauling dan pembangunan infrastruktur tambang lainnya.
Selain itu, pekerjaan mining contractor yakni mulai dari pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) hingga pengangkutan ore nickel (hauling services).
Untuk tahun 2023, PPRE menargetkan peningkatan kontrak baru pada lini bisnis jasa pertambangan sebagai kontraktor utama yang diproyeksikan mencapai lebih dari 50-60 persen. Angka itu bahkan melebihi pencapaian di tahun lalu.
Keberhasilan PPRE dalam perolehan kontrak baru di sektor jasa pertambangan pada tahun 2022 yang mencapai 55 persen dari total kontrak, PPRE optimis untuk terus berfokus pada perolehan kontrak baru di sektor jasa pertambangan nikel sebagai sumber recurring income Perseroan dengan jangka waktu kontrak yang lebih panjang.
"Kami percaya saat ini adalah waktu yang tepat untuk memfokuskan sumber daya dan energi kami di sektor jasa pertambangan seperti perolehan kontrak baru dengan target kontrak baru dalam rentang Rp 6-7 triliun, atau meningkat 20-30 persen dari tahun sebelumnya, yang mana perolehan kontrak pada jasa pertambangan terus meningkat dari tahun ketahun sesuai dengan target Perseroan," kata I Gede Upeksa Negara.