Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Menhub Sempat Kena Omelan Karena Dinilai Buang-buang Uang Bangun Kereta Cepat

Achmad Fauzi

Kamis, 21 September 2023 | 12:25 WIB
Menhub Sempat Kena Omelan Karena Dinilai Buang-buang Uang Bangun Kereta Cepat
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (tengah) memberi keterangan pers usai menjalani pemeriksaan di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Rabu (26/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menceritakan perjuangan pemerintah dalam menggarap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Bahkan, Menhub sempat terkena omelan beberapa pihak, karena dinilai buang-buang uang negara dengan membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Namun, tutur Budi, setelah merasakan naik Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pihaknya melontarkan omelan langsung berubah pendapatnya.

"Kami mau bikin kereta cepat saja, banyak yang ngomel. Kenapa buang-buang uang? Begitu memakainya, baru mereka di situ senang," ujar Menhub dalam sebuah seminar yang dikutip, Kamis (21/9/2023).

Budi Karya bilang, pandangan tersebut juga terjadi ketika membangun MRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Dia menjelaskan, kedua proyek itu diragukan banyak yntuk menjadi moda angkutan massal.

Dia mengakui, memang proyek transportasi massal memakan biaya yang tak sedikit, tetapi kehadirannya ditunggu banyak orang. Karena, selain bisa mengangkut masyarakat banyak, juga bisa mengurangi polusi udara dan kemacetan.

"Meskipun biayanya mahal, banyak masyarakat yang terbantu dan berterima kasih atas transportasi massal ini. Ini (transportasi massal) juga membuat adanya substitusi dari kerugian macet, polusi dan sebagainya," imbuh dia.

Sebelumnya, Budi Karya mengungkapkan perasaaan warga setelah menjajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dirinya pun menjajal bersama warga dari kalangan akademisi, wiraswasta, hingga seniman.

"Antusiasme masyarakat untuk mengikuti uji coba kereta cepat luar biasa. Baru dibuka pendaftaran langsung habis kuotanya," ujar Menhub yang dikutip, Selasa (19/9/2023).

Pada kesempatan tersebut, Menhub mengajak masyarakat untuk mengutamakan penggunaan angkutan massal ketimbang kendaraan pribadi.

baca juga

"Bapak Presiden Jokowi menjadi inisiator dari berbagai pembangunan infrastruktur transportasi publik. Mulai dari MRT yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Setelah itu LRT, dan sekarang kereta cepat. Ini adalah budaya baru dari Indonesia," kata Menhub.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhub Ungkap Perasaan Warga Usai Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Menhub Ungkap Perasaan Warga Usai Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Selasa, 19 September 2023 | 15:47 WIB

Tenang Meski Kuota Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung Habis, Masih Bisa Daftar 24 September

Tenang Meski Kuota Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung Habis, Masih Bisa Daftar 24 September

Bisnis | Senin, 18 September 2023 | 08:08 WIB

Naik Kereta Cepat Gratis Klik di Sini, Terbuka untuk Masyarakat Umum

Naik Kereta Cepat Gratis Klik di Sini, Terbuka untuk Masyarakat Umum

Bisnis | Minggu, 17 September 2023 | 09:13 WIB

Terkini

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

×