Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Pengembangan Industri Petrokimia Kunci Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia

Iwan Supriyatna

Rabu, 15 November 2023 | 11:39 WIB
Pengembangan Industri Petrokimia Kunci Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi.

Suara.com - Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan suatu negara. Seiring dengan pertumbuhan populasi yang pesat, tantangan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas semakin mendesak.

Indonesia, sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk mencapai ketahanan pangan yang optimal. Salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut adalah melalui pengembangan industri pupuk.

Untuk diketahui, penggunaan pupuk secara global terkait erat dengan produksi pangan. Negara-negara dengan pertanian intensif umumnya menggunakan lebih banyak pupuk. Pada 2018 saja, penggunaan pupuk di seluruh dunia mencapai sekitar 200 juta ton, dengan pupuk nitrogen mendominasi konsumsi.

Sementara pada 2019, produksi pupuk nitrogen dunia mencapai sekitar 110 juta ton, sedangkan produksi pupuk fosfor sekitar 40 juta ton, dan produksi pupuk kalium sekitar 40 juta ton.

Melihat besarnya potensi tersebut, Pupuk Indonesia langsung memfokuskan kekuatan inovasinya untuk mengakselerasi dan menciptakan masa depan baru melalui hilirisasi industri kimia dan petrokimia yang ramah lingkungan guna memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian nasional.

Pupuk memiliki peran vital dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga kualitas tanah. Dengan populasi yang terus meningkat, permintaan akan pangan pun semakin tinggi. Pupuk menjadi solusi efektif untuk memastikan pertanian dapat menghasilkan tanaman yang kuat dan berlimpah.

Namun, untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan, diperlukan pendekatan yang terintegrasi, dan pengembangan industri pupuk menjadi kunci strategis.

Pengembangan industri pupuk dengan memanfaatkan teknologi petrokimia membuka peluang besar untuk inovasi dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi pupuk.

Bahkan, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi beberapa waktu lalu menegaskan posisinya bahwa Pupuk Indonesia bertekad menjadi pemain industri petrokimia nasional. Terlebih, Pupuk Indonesia Grup akan melakukan diversifikasi industri dengan mengembangkan ammonia, soda ash, metanol dan sebagainya.

baca juga

"Hilirisasi industri membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan iklim investasi, sehingga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Rahmad Pribadi ditulis Rabu (15/11/2023).

Industri petrokimia menawarkan keunggulan dalam memproduksi bahan baku pupuk dengan kualitas tinggi dan stabil. Oleh karena itu, kolaborasi antara sektor pertanian dan industri petrokimia dapat menciptakan formula pupuk yang lebih optimal.

Petrokimia memberikan akses ke bahan baku yang lebih murni dan konsisten, menghasilkan pupuk dengan kualitas lebih tinggi. Ini dapat meningkatkan daya serap tanaman dan efisiensi penggunaan pupuk, sehingga menciptakan hasil pertanian yang lebih baik.

Teknologi petrokimia memungkinkan proses produksi pupuk menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan menggunakan metode yang lebih canggih, limbah dapat diminimalkan, sementara output produksi dapat ditingkatkan.

Melalui investasi dalam penelitian dan pengembangan, penggunaan petrokimia dapat menghasilkan pupuk yang dioptimalkan untuk tanaman tertentu. Ini menciptakan kesempatan untuk mengatasi tantangan spesifik dalam pertanian, seperti ketahanan terhadap penyakit atau kondisi tanah tertentu.

Pupuk Indonesia, sebagai perusahaan terkemuka dalam industri pupuk di Tanah Air, telah mengambil langkah besar dalam memanfaatkan potensi petrokimia untuk meningkatkan kualitas pupuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan Petrokimia Gresik

Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan Petrokimia Gresik

Bisnis | Senin, 13 November 2023 | 08:44 WIB

Jambore Makmur Pupuk Indonesia Kolaborasi Terdepan untuk Pertanian Berkualitas

Jambore Makmur Pupuk Indonesia Kolaborasi Terdepan untuk Pertanian Berkualitas

Bisnis | Minggu, 12 November 2023 | 07:12 WIB

Untuk Menuju Indonesia Bebas Kelaparan, Ketahanan Pangan Perlu Libatkan Generasi Muda

Untuk Menuju Indonesia Bebas Kelaparan, Ketahanan Pangan Perlu Libatkan Generasi Muda

Press Release | Sabtu, 11 November 2023 | 22:16 WIB

Terkini

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

×