Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Pengembangan Industri Petrokimia Kunci Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 15 November 2023 | 11:39 WIB
Pengembangan Industri Petrokimia Kunci Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi.

Suara.com - Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan suatu negara. Seiring dengan pertumbuhan populasi yang pesat, tantangan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas semakin mendesak.

Indonesia, sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk mencapai ketahanan pangan yang optimal. Salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut adalah melalui pengembangan industri pupuk.

Untuk diketahui, penggunaan pupuk secara global terkait erat dengan produksi pangan. Negara-negara dengan pertanian intensif umumnya menggunakan lebih banyak pupuk. Pada 2018 saja, penggunaan pupuk di seluruh dunia mencapai sekitar 200 juta ton, dengan pupuk nitrogen mendominasi konsumsi.

Sementara pada 2019, produksi pupuk nitrogen dunia mencapai sekitar 110 juta ton, sedangkan produksi pupuk fosfor sekitar 40 juta ton, dan produksi pupuk kalium sekitar 40 juta ton.

Melihat besarnya potensi tersebut, Pupuk Indonesia langsung memfokuskan kekuatan inovasinya untuk mengakselerasi dan menciptakan masa depan baru melalui hilirisasi industri kimia dan petrokimia yang ramah lingkungan guna memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian nasional.

Pupuk memiliki peran vital dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga kualitas tanah. Dengan populasi yang terus meningkat, permintaan akan pangan pun semakin tinggi. Pupuk menjadi solusi efektif untuk memastikan pertanian dapat menghasilkan tanaman yang kuat dan berlimpah.

Namun, untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan, diperlukan pendekatan yang terintegrasi, dan pengembangan industri pupuk menjadi kunci strategis.

Pengembangan industri pupuk dengan memanfaatkan teknologi petrokimia membuka peluang besar untuk inovasi dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi pupuk.

Bahkan, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi beberapa waktu lalu menegaskan posisinya bahwa Pupuk Indonesia bertekad menjadi pemain industri petrokimia nasional. Terlebih, Pupuk Indonesia Grup akan melakukan diversifikasi industri dengan mengembangkan ammonia, soda ash, metanol dan sebagainya.

"Hilirisasi industri membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan iklim investasi, sehingga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Rahmad Pribadi ditulis Rabu (15/11/2023).

Industri petrokimia menawarkan keunggulan dalam memproduksi bahan baku pupuk dengan kualitas tinggi dan stabil. Oleh karena itu, kolaborasi antara sektor pertanian dan industri petrokimia dapat menciptakan formula pupuk yang lebih optimal.

Petrokimia memberikan akses ke bahan baku yang lebih murni dan konsisten, menghasilkan pupuk dengan kualitas lebih tinggi. Ini dapat meningkatkan daya serap tanaman dan efisiensi penggunaan pupuk, sehingga menciptakan hasil pertanian yang lebih baik.

Teknologi petrokimia memungkinkan proses produksi pupuk menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan menggunakan metode yang lebih canggih, limbah dapat diminimalkan, sementara output produksi dapat ditingkatkan.

Melalui investasi dalam penelitian dan pengembangan, penggunaan petrokimia dapat menghasilkan pupuk yang dioptimalkan untuk tanaman tertentu. Ini menciptakan kesempatan untuk mengatasi tantangan spesifik dalam pertanian, seperti ketahanan terhadap penyakit atau kondisi tanah tertentu.

Pupuk Indonesia, sebagai perusahaan terkemuka dalam industri pupuk di Tanah Air, telah mengambil langkah besar dalam memanfaatkan potensi petrokimia untuk meningkatkan kualitas pupuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan Petrokimia Gresik

Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan Petrokimia Gresik

Bisnis | Senin, 13 November 2023 | 08:44 WIB

Jambore Makmur Pupuk Indonesia Kolaborasi Terdepan untuk Pertanian Berkualitas

Jambore Makmur Pupuk Indonesia Kolaborasi Terdepan untuk Pertanian Berkualitas

Bisnis | Minggu, 12 November 2023 | 07:12 WIB

Untuk Menuju Indonesia Bebas Kelaparan, Ketahanan Pangan Perlu Libatkan Generasi Muda

Untuk Menuju Indonesia Bebas Kelaparan, Ketahanan Pangan Perlu Libatkan Generasi Muda

Press Release | Sabtu, 11 November 2023 | 22:16 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB