Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kolaborasi Mendorong Inklusi Keuangan Petani Kecil di Asia Tenggara

Iman Firmansyah | Suara.com

Senin, 04 Desember 2023 | 12:30 WIB
Kolaborasi Mendorong Inklusi Keuangan Petani Kecil di Asia Tenggara
(Dok: Istimewa)

Suara.com - Visa baru saja terpilih sebagai Ketua Bersama (Co-Chair) untuk Grow Asia, sebuah badan penasihat tingkat tinggi yang menyatukan para pemimpin perusahaan untuk memperluas kemitraan Grow Asia dalam rangka mengembangkan strategi yang kuat dan berbasis pasar, serta berinvestasi dalam berbagai proyek pertanian.

Grow Asia didirikan pada tahun 2015 oleh World Economic Forum melalui kerja sama dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam upaya membangun solusi berbasis pasar guna menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan di Asia Tenggara.

Seperti yang diumumkan pada ajang COP28 tahun ini, Visa akan bergabung dengan Ketua Grow Asia sebelumnya yaitu East-West Seed, salah satu perusahaan benih sayuran terbesar di dunia yang telah melayani lebih dari 23 juta petani kecil di seluruh dunia.

Sebagai Ketua Bersama Grow Asia dan Mitra Inklusi Keuangan Digital eksklusif, Visa akan membantu merancang dan mencarikan Public Private Impact Funds, sebuah dana yang disiapkan Grow Asia untuk mengembangkan sistem agrikultur yang berkelanjutan, melalui kolaborasi dengan mitra lain dalam Grow Asia Network. Kolaborasi ini berlangsung selama tiga tahun dari Juli 2022 hingga Juni 2025.

Pada tahun pertama kemitraan ini, Visa akan terlibat secara langsung dalam lebih dari 30 kegiatan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan di seluruh kawasan Asia Tenggara, dan turut berkontribusi dalam merancang dan meningkatkan berbagai proyek dan pelatihan yang menyasar UKM di Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Kamboja.

Inklusi keuangan merupakan fondasi kesejahteraan di Asia Tenggara, di mana usaha kecil dan menengah (UKM) berkontribusi 44,8% terhadap total produk domestik bruto (PDB) di kawasan ini. Selain tantangan perubahan iklim dan keterbatasan inovasi yang dapat dikembangkan, penerapan praktik agrikultur yang tahan terhadap dampak perubahan iklim cenderung terhambat oleh masalah ekonomi dan aksesibilitas di kawasan ini. Digitalisasi dan inklusi keuangan bagi petani kecil dan pelaku usaha desa dapat menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan ekonomi dan membangun mata pencaharian yang lebih tangguh.

Sebagai Ketua Bersama Grow Asia, Visa akan mengembangkan dan mendukung berbagai program yang diterapkan Grow Asia dalam rangka mengintegrasikan solusi keuangan digital, mendorong inklusi keuangan petani kecil, serta mengatasi tantangan mata pencaharian di Indonesia, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Papua Nugini.

Presiden Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah yang signifikan dalam upaya memberdayakan masyarakat di seluruh dunia melalui inklusi keuangan digital. Inklusi keuangan petani kecil merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

"Melalui kerja sama yang erat dengan Grow Asia serta anggota Dewan Penasihat Grow Asia lainnya, kami bertujuan untuk membuka berbagai peluang baru dalam hal keuangan digital guna mendorong ketahanan terhadap perubahan iklim di sektor agrikultur," ucapnya, Senin (4/12/2023).

Komitmen Visa dalam mendorong inklusi keuangan digital dan pertumbuhan berkelanjutan di Asia tak hanya sebatas perannya sebagai Ketua Bersama. Visa juga akan melakukan investasi strategis untuk mengembangkan program pendanaan yang diterapkan oleh Grow Asia. Beberapa program pendanaan dari Grow Asia mencakup GrowVentures untuk sektor agri-pangan; GrowHer untuk pemberdayaan ekonomi perempuan; GrowRight untuk Investasi ramah lingkungan; dan GrowBeyond untuk penerapan agrikultur yang tahan terhadap dampak perubahan iklim.

Direktur Eksekutif Grow Asia, Beverley Postma mengatakan, pihaknya dengan senang hati menyambut Visa sebagai Ketua Bersama Dewan Bisnis yang baru. Visa ditunjuk di saat yang tepat dan menjadi momentum yang signifikan seiring dengan tantangan terbesar dalam upaya mitigasi perubahan iklim di Asia yang sedang dihadapi, yaitu bagaimana menyalurkan pembiayaan yang terjangkau ke tingkat petani. Lebih dari 45% kebutuhan pembiayaan pertanian masih belum terpenuhi di kawasan ini, dan UKM pedesaan kekurangan akses terhadap modal kerja, sehingga menghambat kemampuan mereka untuk meningkatkan produktivitas dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

"Pengalaman Visa yang luas dalam bidang keuangan digital akan berkontribusi besar terhadap misi bersama kami dalam memberdayakan petani kecil, pemerintah, dan perusahaan agrikultur melalui peningkatan inklusi keuangan, sekaligus mendorong adopsi praktik yang mendorong ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memastikan keberlanjutan jangka panjang sistem pangan di kawasan ini," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vietnam Diguncang Skandal Korupsi Terbesar di  Asia Tenggara

Vietnam Diguncang Skandal Korupsi Terbesar di Asia Tenggara

News | Selasa, 05 Desember 2023 | 07:31 WIB

DANA Tingkatkan Penetrasi Inklusi Keuangan ke Penyandang Disabilitas

DANA Tingkatkan Penetrasi Inklusi Keuangan ke Penyandang Disabilitas

Bisnis | Senin, 04 Desember 2023 | 09:08 WIB

Kisah Paulino Alcantara, Pemain Asal Asia Tenggara yang Jadi Legenda di Barcelona

Kisah Paulino Alcantara, Pemain Asal Asia Tenggara yang Jadi Legenda di Barcelona

Bola | Kamis, 23 November 2023 | 10:15 WIB

Rapor Asia Tenggara di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Vietnam Paling Tragis

Rapor Asia Tenggara di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Vietnam Paling Tragis

Your Say | Rabu, 22 November 2023 | 14:11 WIB

3 Manfaat Mengonsumsi Jamur Kuping, Salah Satunya Mencegah Alzheimer

3 Manfaat Mengonsumsi Jamur Kuping, Salah Satunya Mencegah Alzheimer

Your Say | Rabu, 22 November 2023 | 12:57 WIB

Hasil Lengkap Tim Asia Tenggara di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Loyo, Vietnam Kalah Superior

Hasil Lengkap Tim Asia Tenggara di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Loyo, Vietnam Kalah Superior

Bola | Rabu, 22 November 2023 | 08:35 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB