Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Pelik! Ekonomi Indonesia 2024 Tak Capai 5%, Inflasi Bakal Melambung

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 07 Desember 2023 | 11:46 WIB
Pelik! Ekonomi Indonesia 2024 Tak Capai 5%, Inflasi Bakal Melambung
Ilustrasi. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024 hanya akan mencapai 4,8%.

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024 hanya akan mencapai 4,8%. Angka ini lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,2%.

“Ekonomi 2024 tidak setinggi asumsi makro karena tantangan pelik,” ujarnya saat acara Proyeksi Ekonomi Indonesia 2024, Rabu (6/12/2023).

Penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Perang Rusia-Ukraina yang masih berkecamuk hingga saat ini, telah menyebabkan kenaikan harga komoditas global, termasuk minyak dan gas. Hal ini akan berdampak pada inflasi di Indonesia.
2. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebanyak lima kali di tahun 2024. Hal ini akan menyebabkan aliran modal asing keluar dari Indonesia.
3. Pemilu presiden dan legislatif di Indonesia yang akan diselenggarakan pada tahun 2024, juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.

Indef memperkirakan inflasi di Indonesia di tahun 2024 akan mencapai 3,2%. Angka ini lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 2,8%.

Kenaikan inflasi tersebut akan menyebabkan daya beli masyarakat menurun, sehingga konsumsi rumah tangga akan berkurang. Hal ini akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.

Indef menyarankan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah untuk memitigasi risiko penurunan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi. Langkah-langkah tersebut antara lain:

1. Menjaga stabilitas harga komoditas global, misalnya dengan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara produsen komoditas.
2. Memperkuat cadangan devisa untuk menghadapi keluarnya aliran modal asing.
3. Menjaga stabilitas politik menjelang pemilu.

Indef juga menyarankan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor-sektor yang memiliki potensi tinggi, seperti industri manufaktur dan pariwisata.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Wait and See Jelang Tahun Politik, Pemerintah Ketar-ketir

Investor Wait and See Jelang Tahun Politik, Pemerintah Ketar-ketir

Bisnis | Rabu, 06 Desember 2023 | 16:12 WIB

Mampukah Pemilu Dongkrak Daya Beli Masyarakat RI yang Saat Ini Lesu?

Mampukah Pemilu Dongkrak Daya Beli Masyarakat RI yang Saat Ini Lesu?

Bisnis | Rabu, 06 Desember 2023 | 15:06 WIB

Harga Cabai Kian Pedas, Laju Inflasi Makin Mengganas

Harga Cabai Kian Pedas, Laju Inflasi Makin Mengganas

Bisnis | Jum'at, 01 Desember 2023 | 15:57 WIB

Terkini

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×