Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Anies Baswedan Sebut Ekonomi Indonesia Bisa Seperti Yugoslavia, Apa Maksudnya?

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 12 Desember 2023 | 14:02 WIB
Anies Baswedan Sebut Ekonomi Indonesia Bisa Seperti Yugoslavia, Apa Maksudnya?
Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan sapa warga di sela-sela kunjungannya ke Keraton Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). (Suara.com/Dea)

Suara.com - Baru-baru ini Anies Baswedan menyampaikan pernyataan yang cukup menarik perhatian banyak orang. Ia mengatakan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur harus disertai dengan pembangunan sisi manusia, agar nasib Indonesia tak sama seperti Yugoslavia secara ekonomi. Namun sebenarnya seperti apa ekonomi negara itu yang membuatnya runtuh di era ‘90-an?

Yugoslavia, dalam perspektifnya, bubar tidak hanya karena konflik etnis namun juga ketimpangan ekonomi yang terus berlanjut.

Konflik yang muncul diawali dengan disparitas ekonomi berkelanjutan, sementara negara-negara di sekitarnya terus melaju dan tumbuh.

Didirikan Tahun 1943, Runtuh Tahun 1992

Jika dilihat sejarahnya, Yugoslavia berdiri secara resmi tahun 1943, dan mengalami keruntuhan pada tahun 1992. terletak di semenanjung Balkan di kawasan Eropa Timur, namanya memiliki arti Slavia Selatan.

Negara ini dibagi ke dalam enam negara bagian dan dua daerah otonomi khusus. Negara bagian yang ada di sana adalah Serbia, Montenegro, Slovenia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, dan Makedonia. Sementara dua daerah otonomi khususnya adalah Kosovo dan Vojvodina.

Puncak kejayaan negara ini berhasil diwujudkan oleh  Josep Broz Tito, yang menjadi pemimpinnya pada era tahun 1953 hingga 1980. setelah sosoknya meninggal, muncul berbagai masalah sosial politik yang membawa negara tersebut pada kehancuran.

Beberapa faktor utama yang menjadi dalang runtuhnya antara lain adalah adanya kekosongan kekuasaan, tidak mendapatkan figur pemimpin baru yang ideal, terjadi perpecahan antar entis, dan runtuhnya kekuatan komunis di akhir 1990-an.

Lima tahun menjelang kehancurannya, tepatnya pada 1987, Yugoslavia mengalami krisis ekonomi dan politik di tingkat nasional. Krisis ini dipicu perpecahan antar etnis yang ada di sana, dan kondisi pemerintahan yang tidak stabil.

Seperti mendapatkan pukulan akhir, pada tahun tersebut Slobodan Milosevic terpilih menjadi presiden Serbia, dan menerapkan kebijakan diskriminatif berdasarkan etnisitas yang merugikan sebagian besar masyarakat Yugoslavia.

Proklamasi Beberapa Negara Bagian

Di tahun 1991, beberapa negara bagian seperti Slovenia, Makedonia, Bosnia, dan Kroasia memutuskan untuk memproklamirkan kemerdekaannya secara sepihak. Hal ini disusul dengan pendirian pemerintahan dengan mata uang, angkatan bersenjata, dan wilayah negaranya.

Menjelang akhir keruntuhannya, Seibia menolak keras proklamasi yang dilakukan oleh negara bagian tersebut. Serbia berusaha mempertahankan eksistensi republik Yugoslavia, dan berujung pada perang antar etnik antara Serbia dan Bosnia yang memicu banyak korban jiwa.

Berdasarkan penelusuran Redaksi, tidak ada sumber yang menjelaskan secara detail mengenai pemicu utama dari runtuhnya Yugoslavia, baik masalah ekonomi atau kekosongan kekuasaan atau konflik etnis. Namun secara umum, ketiganya dapat dikatakan berkontribusi pada keruntuhan negara tersebut di awal tahun 1990-an.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Honor Tak Seberapa, Komika Aulia Rakhman Kini Terancam Mendekam di Penjara

Honor Tak Seberapa, Komika Aulia Rakhman Kini Terancam Mendekam di Penjara

Entertainment | Selasa, 12 Desember 2023 | 13:34 WIB

Transformasi Limbah Menjadi Peluang Ekonomi, Strategi PT PLN dalam Pemanfaatan FABA dari PLTU

Transformasi Limbah Menjadi Peluang Ekonomi, Strategi PT PLN dalam Pemanfaatan FABA dari PLTU

Bisnis | Selasa, 12 Desember 2023 | 11:10 WIB

Sahroni NasDem: Pilpres Satu Putaran Itu Omong Kosong, Target Anies Lolos Putaran Kedua

Sahroni NasDem: Pilpres Satu Putaran Itu Omong Kosong, Target Anies Lolos Putaran Kedua

Kotak Suara | Selasa, 12 Desember 2023 | 11:13 WIB

Jubir AMIN Instruksikan Relawan untuk Kawal Pemilu yang Adil

Jubir AMIN Instruksikan Relawan untuk Kawal Pemilu yang Adil

Kotak Suara | Selasa, 12 Desember 2023 | 10:45 WIB

Debat Capres-Cawapres 2024 Jadi Momen AMIN Keruk Undecided Voters

Debat Capres-Cawapres 2024 Jadi Momen AMIN Keruk Undecided Voters

Kotak Suara | Selasa, 12 Desember 2023 | 10:41 WIB

Hasil Survei Terbaru Jelang Debat Pilpres 2024: Prabowo-Gibran Teratas, GAMA-AMIN Sengit

Hasil Survei Terbaru Jelang Debat Pilpres 2024: Prabowo-Gibran Teratas, GAMA-AMIN Sengit

Kotak Suara | Selasa, 12 Desember 2023 | 08:17 WIB

Terkini

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:15 WIB

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:37 WIB

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:16 WIB

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB