Suara.com - Holding BUMN Danareksa memiliki misi dari Menteri BUMN Erick Thohir untuk membenahi Perum Produksi Film Negara (PFN). Salah satunya, menjadikan PFN Sebagai lembaga pendanaan film atau Film Fund.
Direktur Utama Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi menjelaskan, nantinya PFN akan mirip dengan film fund yang telah ada di luar negeri. Hanya saja, prosesnya masih tengah dibicarakan.
"Apakah nanti dalam bentuk aturan, imbauan, atau dalam bentuk apa pun, tapi yang pasti sedang dipikirkan bagaimana memastikan film fund bisa mendukung dan memastikan ekosistem perfilman Indonesia bisa sustain ke depannya," ujarnya ketila Media Gathering di Lokananta, Solo, yang ditulis Selasa (12/12/2023).
Yadi menuturkan, dengan adanya film fund, ekosistem film di Indonesia bisa berjalan secara berkelanjutan. Sebab, ada jaminan pendanaan film dari PFN.
"Bentuknya apa sampai saat ini saya belum terinfo bagaimana inisiatif pemerintah, dari sisi kami beberapa inisiatif sudah kita jalankan supaya memastikan PFN ini strategis dalam ekosistem perfilman Indonesia," imbuh dia.
Direktur Investasi Danareksa, Chris Soemijantoro, melanjutkan, PFN juga akan dibantu oleh himpunan bank negara (Himbara) untuk menyalurkan pembiayaan film.
"Kalau film fund ini sedang diskusi, sudah ada beberapa komitmen dari perbankan yang ingin melakukan pendanaan," jelas dia.
"Caranya mungkin dengan mengkurasi dari berapa film akan mereka coba biayai tapi tidak semuanya dan mereka akan seleksi bersama-sama investor yang ingin masuk ke sana," tambah dia.
Chris menambahkan, PFN juga akan menjadi fasilitator atas perizinan aset-aset untuk dijadikan lokasi syuting.
Nantinya, ada platform tersendiri yang dikelola PFN agar sineas-sineas bisa mengajukan izin penggunaan lokasi atau aset.
"Platform tersebut sudah ada dan sedang berjalan bekerja sama dengan Telkom, sudah jadi platformnya sekarang dalam masa uji coba. Harapan kita sih tahun depan bisa launching tapi untuk sekarang sedang dalam listing project," pungkas dia.