Pencipta ETH Ungkap Potensi Uang Digital yang Turut Dikembangkan Indonesia

M Nurhadi Suara.Com
Rabu, 07 Februari 2024 | 12:25 WIB
Pencipta ETH Ungkap Potensi Uang Digital yang Turut Dikembangkan Indonesia
Kripto Ethereum (Unsplash)

Suara.com - Sosok di balik kripto terkemuka, Ethereum, Vitalik Buterin menyinggung risiko mata uang digital bank sentral (CBDC) yang belakangan mulai dilirik banyak negara, termasuk Bank Indonesia melalui Rupiah Digital.

Menurut Buterin, para bank sentral harus memperhatikan sisi keamanan kripto yang terus berkembang hingga saat ini. Ia lantas menyarankan agar uang digital didesain lebih terbuka, karena tidak hanya fitur aman, pengguna juga harus bisa memastikan mereka memiliki kunci ganda guna antisipasi kehilangan aset kripto mereka.

Ia menjelaskan, mata uang digital bisa menjadi alternatif yang lebih aman. Namun, konsep desentralisasi tetap krusial dalam proses penerbitan dan distribusi mata uang digital. Tanpa hal ini, CBDC seperti yuan digital dan rupiah digital hanya sekadar menciptakan varian lain dari sistem keuangan yang sudah ada.

Dikutip dalam laporan CNBC Internasional, Buterin menyebut, dengan dukungan desentralisasi, sistem keuangan justru lebih mudah dipantau oleh otoritas tanpa adanya konflik kepentingan.

Bank sentral China, yang sejauh ini menjadi pelopor dalam pengembangan CBDC, telah melakukan uji coba implementasi CBDC selama hampir satu dekade. Pada bulan Juni, transaksi menggunakan yuan digital, atau e-yuan, mencapai hampir US$250 miliar.

Sebagai informasi, CBDC adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi blockchain dan diatur serta didukung sepenuhnya oleh bank sentral suatu negara.

Belakangan, Bank Indonesia tak mau ketinggalan dalam mengembangkan CBDC bertajuk rupiah digital. Pada bulan Maret 2024, BI akan memulai tahap perkenalan proof of concept rupiah digital tersebut.

"Kami saat ini sedang memasuki tahap proof of concept untuk rupiah digital wholesale. Kami berharap bahwa proof of concept ini akan selesai pada Maret 2024," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam sebuah konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Pada 30 November 2022, BI telah menerbitkan sebuah buku putih tentang pengembangan rupiah digital yang dikenal dengan istilah Proyek Garuda. Proyek ini menjadi landasan eksplorasi desain CBDC Indonesia.

Baca Juga: Tingkatkan Industri Crypto dan Teknologi Blockchain, Pintu Kembali Gandeng Komunitas Ethereum

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI