Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Profil Risiko Produk Tembakau Alternatif dan Rokok Tidak Sama, Asosiasi: Edukasi Perlu Digencarkan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 13 Mei 2024 | 10:49 WIB
Profil Risiko Produk Tembakau Alternatif dan Rokok Tidak Sama, Asosiasi: Edukasi Perlu Digencarkan
Ilustrasi vape (Freepik/Racool_studio)

Suara.com - Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan, merupakan produk dengan profil risiko lebih rendah dibandingkan rokok. Namun akibat minimnya edukasi kepada publik, produk tembakau alternatif masih disejajarkan dengan rokok yang memiliki dampak kesehatan terhadap penggunanya.

Ketua Asosiasi Retail Vape Indonesia (ARVINDO), Fachmi Kurnia, menjelaskan produk tembakau alternatif secara kajian ilmiah telah terbukti rendah risiko. Namun, fakta-fakta tersebut belum diinformasikan secara masif kepada masyarakat. Hasilnya, publik masih menganggap produk ini berbahaya terhadap kesehatan sehingga tidak layak dijadikan sebagai opsi alternatif bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaannya.

“Jika banyak edukasi tentang profil risiko produk tembakau alternatif tentunya akan sangat membantu agar masyarakat mendapatkan informasi yang berdasarkan hasil penelitian, sehingga meluruskan misinformasi yang begitu banyak beredar sekarang ini,” kata Fachmi ditulis Senin (13/5/2024).

Untuk mengatasi masalah ini, Fachmi meneruskan, pemerintah merupakan pihak yang paling utama dalam mengedukasi tentang profil risiko produk tembakau alternatif kepada masyarakat.

“Pemerhati kesehatan juga harus melihat produk tembakau alternatif dari sisi profil risiko dibandingkan rokok. Jadi bukan hanya melihat dari sisi efek negatif sehingga informasi yang diterima sesuai penelitian ilmiah,” tegas Fachmi.

Apalagi, pemerintah selama ini telah berjuang keras untuk menurunkan prevalensi merokok. Namun, usaha yang dijalankan belum membuahkan hasil yang diharapkan. Dengan adanya produk tembakau alternatif, menurut Fachmi, pemerintah sudah seharusnya membuka opsi tersebut untuk mengurangi angka perokok.

“Sangat sulit bagi perokok dapat meninggalkan kebiasaan lama mereka,” ucapnya.

ARVINDO, ujar Fachmi, sampai saat ini aktif mengedukasi masyarakat mengenai profil risiko dari produk tembakau alternatif. Melalui kampanye edukasi yang berkelanjutan ini, dia berharap publik mendapatkan informasi akurat mengenai produk tembakau alternatif.

“Kami berusaha mengedukasi melalui kegiatan-kegiatan komunitas vape. Pemberi edukasi terbesar kami adalah para pengguna yang sudah merasakan langsung perbedaan saat beralih ke produk ini,” terangnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, juga mengharapkan adanya peran aktif dari pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai produk tembakau alternatif.

“AKVINDO berharap pemerintah memfasilitasi penyediaan informasi yang akurat dan objektif serta menciptakan kampanye edukasi yang baik tentang manfaat beralih ke produk tembakau alternatif,” ujar Paido.

Sebagai asosiasi konsumen, lanjut Paido, pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk memberikan edukasi secara aktif dan berkelanjutan kepada masyarakat. Alasannya, asosiasi konsumen juga memiliki peran penting dalam menyediakan informasi yang kredibel tentang produk tembakau alternatif kepada masyarakat.

“Upaya AKVINDO dalam mendukung pemerintah mencakup penyediaan informasi yang objektif dan tepercaya kepada anggota, serta kampanye edukasi yang ditujukan kepada masyarakat umum. Kami juga dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan informasi yang jujur dan akurat tersedia bagi konsumen,” jelasnya.

Menurut Public Health England (PHE), yang kini dikenal sebagai UK Health Security Agency, telah mempublikasikan hasil kajian berjudul “Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products”.

Hasilnya, rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan mampu mengurangi paparan risiko hingga 90-95 persen lebih rendah daripada rokok. Dengan fakta itu, PHE mengatakan produk tembakau alternatif dapat membantu lebih banyak perokok beralih dari kebiasaannya.

Fakta bahwa produk tembakau alternatif merupakan opsi yang efektif bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaannya diperkuat dengan hasil penelitian dari Universitas Bern berjudul “Electronic Nicotine-Delivery Systems for Smoking Cessation” yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada Februari 2024.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan produk tembakau alternatif meningkatkan keberhasilan berhenti merokok (abstinence) sebesar 21 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komitmen Dorong Perekonomian Nasional, Nojorono Kudus Terus Berinovasi Pada Produk

Komitmen Dorong Perekonomian Nasional, Nojorono Kudus Terus Berinovasi Pada Produk

Bisnis | Rabu, 08 Mei 2024 | 07:25 WIB

Produk Tembakau Alternatif untuk Kurangi Risiko Kebiasaan Merokok

Produk Tembakau Alternatif untuk Kurangi Risiko Kebiasaan Merokok

Bisnis | Senin, 06 Mei 2024 | 11:07 WIB

Asosiasi Pelaku Usaha dan Konsumen Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektronik

Asosiasi Pelaku Usaha dan Konsumen Dukung Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Rokok Elektronik

Bisnis | Selasa, 30 April 2024 | 15:11 WIB

Terkini

Doyan Beli Emas, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 23 Persen

Doyan Beli Emas, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 23 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:08 WIB

Apa Itu ATM Bitcoin? Ramai Dibicarakan karena Tutup Mendadak

Apa Itu ATM Bitcoin? Ramai Dibicarakan karena Tutup Mendadak

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:05 WIB

Harga Minyak Bergejolak Usai Trump Ancam Serang Iran, Stok AS Menipis!

Harga Minyak Bergejolak Usai Trump Ancam Serang Iran, Stok AS Menipis!

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:40 WIB

Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini

Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:33 WIB

Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:30 WIB

Harga Lebih Murah, Rumah Second Kini Jadi Incaran Gen Z

Harga Lebih Murah, Rumah Second Kini Jadi Incaran Gen Z

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:25 WIB

Para Vaper Sebut Produk Tembakau Alternatif Bukan Narkoba

Para Vaper Sebut Produk Tembakau Alternatif Bukan Narkoba

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:05 WIB

Pedagang Keluhkan Harga Sapi Naik Tinggi Jelang Iduladha, Ini Penyebabnya

Pedagang Keluhkan Harga Sapi Naik Tinggi Jelang Iduladha, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Biaya Sekolah Naik Gila-gilaan, Orang Tua Dipaksa Putar Otak Siapkan Dana Pendidikan

Biaya Sekolah Naik Gila-gilaan, Orang Tua Dipaksa Putar Otak Siapkan Dana Pendidikan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 06:56 WIB

Arsenal Juara Liga Inggris: Kantongi Rp4,24 triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Arsenal Juara Liga Inggris: Kantongi Rp4,24 triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 06:32 WIB