Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Jokowi Pamer Pertumbuhan Ekonomi, Ekonom Justru Sebaliknya: Berada di Titik Nadir

Iwan Supriyatna, Kevino Dwi Velrahga

Selasa, 21 Mei 2024 | 16:35 WIB
Jokowi Pamer Pertumbuhan Ekonomi, Ekonom Justru Sebaliknya: Berada di Titik Nadir
Presiden Joko Widodo alias Jokowi membeberkan upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam memperkuat infrastruktur air di hadapan delegasi KTT World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. (tangkapan layar/Novian)

Suara.com - Presiden Jokowi bersama jajarannya ramai-ramai membanggakan pertumbuhan ekonomi RI kuartal I 2024 yang mencapai di atas 5 persen atau tepatnya 5,1 persen.

Namun, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengatakan yang terjadi justru sebaliknya, ekonomi sedang dalam kondisi rapuh dan berada di titik nadir.

“Makanya saya memberikan judul bahwa Indonesia saat ini sedang di titik nadir, dan perlu upaya yang luar biasa serius untuk mengeluarkan Indonesia dari titik nadir," ujar Wijayanto dalam diskusi virtual berjudul 'Koalisi Besar Bisa Menuju Demagog Otoriter', ditulis Selasa (21/ 5).

Pria yang juga Co-Founder & Advisor Paramadina Public Policy Institute itu mengatakan pemerintah selalu melakukan pengungkapan ke publik tentang hal-hal baik. Menurutnya, ini bagai sisi mata uang—hanya satu sisi baik yang ditampilkan, padahal nyatanya ada sisi buruk yang disembunyikan.

Wijayanto menyebut setidaknya ada empat alasan utama perekonomian Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Pertama, terlalu bergantungnya Indonesia kepada sumber daya alam dalam urusan ekspor.

Padahal, negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Kamboja sudah mulai mendiversifikasi ekspor bahkan mengekspor teknologi-teknologi canggih.

"Kita justru berjalan mundur, lebih banyak memproduksi barang-barang mentah, komoditas, sumber daya alam. 38 persen ekspor kita itu enam komoditas, yakni migas (minyak bumi dan gas), CPO (minyak sawit mentah), batu bara, tembaga, dan nikel," terangnya.

Kedua, walau pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2024 termasuk tinggi di atas 5 persen, menurutnya itu karena faktor bulan Ramadan dan Pemilu.

baca juga

Ia meyakini jikalau faktor tersebut dikeluarkan dari PDB, maka PDB Indonesia akan rendah.

"Buktinya banyak pengangguran, banyak layoff (pemutusan hubungan kerja), pendapatan pajak pertambahan nilai (PPN) itu relatif lebih rendah daripada tahun yang lalu," ucapnya.

Lebih lanjut, Wijayanto berujar pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif bagus juga karena injeksi steroid berupa utang luar negeri.

"Kita ini seperti anak kos-kosan yang hidup mewah, tapi setiap hari kita kasbon, berutang untuk mempertahankan hidup mewah. Hal ini tidak bisa berlanjut dalam waktu yang lama," jelasnya.

Perihal utang ini juga menyangkut alasan ketiga, yakni dari sisi fiskal Indonesia yang semakin tergantung pada utang. Ia menilai saat ini Indonesia untuk membayar cicilan bunga utang bisa menyedot 14 persen dari total APBN.

"Pengeluaran kita untuk membayar bunga itu dua kali lebih besar daripada capital expenditure (belanja modal), dan persentase untuk membayar bunga ini akan semakin lama semakin meningkat," tuturnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meninggalnya Presiden Iran Bisa Bikin Harga Kebutuhan Naik, Jokowi Mulai Was-was

Meninggalnya Presiden Iran Bisa Bikin Harga Kebutuhan Naik, Jokowi Mulai Was-was

Bisnis | Selasa, 21 Mei 2024 | 15:15 WIB

Beda Kelas Gibran dan Bobby Nasution: Anak-Mantu Jokowi Kompak 'Ngekor' Prabowo

Beda Kelas Gibran dan Bobby Nasution: Anak-Mantu Jokowi Kompak 'Ngekor' Prabowo

Lifestyle | Selasa, 21 Mei 2024 | 15:14 WIB

Warisan Jokowi yang Buat Prabowo Bisa Mimpi Buruk

Warisan Jokowi yang Buat Prabowo Bisa Mimpi Buruk

Bisnis | Selasa, 21 Mei 2024 | 14:35 WIB

Terkini

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:30 WIB

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:15 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:48 WIB

×