Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Menuju Pariwisata Regeneratif, Inisiatif Atourin Mengubah Paradigma Industri Wisata Indonesia

Iwan Supriyatna

Kamis, 06 Juni 2024 | 18:07 WIB
Menuju Pariwisata Regeneratif, Inisiatif Atourin Mengubah Paradigma Industri Wisata Indonesia
Atourin melakukan launching ARTI pada Rabu, 5 Juni 2024 bertepatan dengan hari lingkungan hidup.

Suara.com - Industri pariwisata hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hiburan dan jalan-jalan. Geliat pariwisata Indonesia terus bergerak walau sempat betul-betul surut saat terjadi pandemi COVID-19 pada 2000-2022.

Di Indonesia, sektor pariwisata (bersama dengan industri kreatif) merupakan salah satu sektor yang menyumbang devisa negara terbesar serta menyediakan lapangan kerja untuk lebih dari 20 juta orang.

Sektor ini bahkan digadang-gadang sebagai sektor ekonomi yang terbesar dalam beberapa dekade mendatang. Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar berupa bentang alam yang indah, beragamnya seni budaya, serta kekayaan sejarah dan sosial lainnya.

Modalitas dalam konteks pariwisata ini, yang selanjutnya perlu dioptimalkan untuk sebesar-besar kemanfaatan bagi masyarakat, terutama masyarakat setempat dimana destinasi wisata berada.

Pariwisata, seperti halnya dua sisi koin mata uang, membawa dampak positif dan dampak negatif sekaligus. Dampak negatif, salah satunya yang diasosiasikan dengan kualitas lingkungan hidup.

Aktivitas wisata menimbulkan potensi permasalahan sampah, eksploitasi yang cenderung merusak alam dan keanekaragaman hayati, penurunan daya dukung lingkungan, dan alih fungsi lahan.

Indonesia sebagai negara dengan kekayaan biodiversitas atau keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, tidak bisa lengah akan hal ini. Karena jika wisata yang kontraproduktif terhadap keberlanjutan lingkungan terus dibiarkan maka akan memperburuk dampak terhadap biodiversitas tersebut.

Pariwisata regeneratif lahir seiring dengan konsep ekonomi restoratif. Menurut organisasi Earth Check, pariwisata regeneratif didefinisikan sebagai proses di mana para pemangku kepentingan sektor pariwisata, secara kolektif, memberikan perhatian dan perwalian (melalui pengambilan keputusan dan praktik) untuk perbaikan dan peningkatan elemen alam, manusia, dan buatan manusia ketika pindah, berkunjung, tinggal atau beroperasi di suatu destinasi.

Dengan melakukan hal ini, para pemangku kepentingan membiarkan elemen-elemen ini melampaui kondisi kemampuan bertahan hidup mereka saat ini.

Atourin terus berkomitmen untuk menjadi perusahaan teknologi pariwisata yang “ramah alam/ lingkungan, ramah sosial, dan ramah ekonomi” dengan terus menyebarkan narasi tentang pariwisata regeneratif.

Melalui pendekatan dan pelibatan multi pemangku kepentingan, Atourin ingin menyebarkan dan memperbesar dampak yang dihasilkan melalui berbagai produk dan aktivitas yang dilakukan. Langkah Atourin ini bahkan sudah berlangsung sejak tahun 2020 melalui berbagai program kampanye dan program berbasis pariwisata regeneratif di berbagai lokasi.

“Sejak tahun 2020, kami menggiatkan beberapa program berbasis pariwisata regeneratif. Salah satunya bertajuk One Traveler One Tree dimana kami telah menanam lebih dari 1.500 pohon di beberapa provinsi seperti DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali. Kami ingin mempeluas dampak dari inisiatif Atourin melalui pendekatan dan cara yang lebih komprehensif.” ujar Reza Permadi, COO Atourin ditulis Kamis (6/6/2024).

Pada tahun 2024 ini, Atourin akan launching inisiatif baru dengan nama Atourin Regenerative Tourism Initiative atau bisa disingkat dengan ARTI.

ARTI adalah inisiatif yang terdiri dari 4 pilar yakni ARTI Fund, ARTI Knowledge, ARTI Community dan ARTI Event. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman akan pariwisata regeneratif terhadap para pemangkup kepentingan pariwisata Indonesia sekaligus menyediakan platform berbasis teknologi yang mereka bisa gunakan Bernama ARTI.

ARTI akan menghubungkan mereka dengan berbagai kegiatan baik offline maupun online seperti penanaman pohon, konservasi mata air, pelestarian flora fauna, atau kegiatan berbasis peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan untuk para pegiat wisata.

Dalam konteks platform berbasis teknologi, Atourin menyediakan fitur carbon offsetting Bernama ARTI Button dimana wisatawan yang membeli produk Atourin akan bisa mengetahui berapa banyak karbon yang dihasilkan dari aktivitas wisata yang dilakukan serta berapa jumlah pohon yang harus ditanam untuk meng-offset emisi karbon tersebut.

“Setiap produk wisata di marketplace Atourin sudah dihitung emisi karbonnya (Carbon footprint) oleh para mitra dan emisi karbonnya bisa dinetralkan oleh wisatawan melalui aktivitas penanaman pohon di destinasi wisata tersebut. Saat ini kami juga sedang giat memperluas literasi Pariwisata Regeneratif kepada mitra-mitra kami.” jelas Benarivo T. Putra, CEO Atourin.

Atourin melakukan launching ARTI pada Rabu, 5 Juni 2024 bertepatan dengan hari lingkungan hidup. Berbagai mata acara menarik dari launching tersebut termasuk ARTI Talkshow bertajuk “Langkah Bersama Kolaborasi Multipihak dalam Mewujudkan Pariwisata Regeneratif Indonesia”, ARTI Marathon, ARTI Showcase Produk Desa Wisata, dan tentunya Launching ARTI itu sendiri.

Dengan inisiatif ini, maka Atourin makin menancamkan posisinya sebagai perusahaan teknologi pariwisata yang ramah alam, ramah sosial, dan ramah ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keraton Yogyakarta Kolaborasi dengan Platform Pariwisata Perkuat Promosi

Keraton Yogyakarta Kolaborasi dengan Platform Pariwisata Perkuat Promosi

Bisnis | Kamis, 06 Juni 2024 | 17:13 WIB

120 Pelaku UMKM, Pokdarwis, Petani Hadiri Pelatihan IHH Kawasan Borobudur

120 Pelaku UMKM, Pokdarwis, Petani Hadiri Pelatihan IHH Kawasan Borobudur

Bisnis | Sabtu, 01 Juni 2024 | 17:12 WIB

Butuh Modal untuk Bisnis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif? Coba IndoBisa 2024

Butuh Modal untuk Bisnis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif? Coba IndoBisa 2024

Bisnis | Jum'at, 31 Mei 2024 | 18:21 WIB

Terkini

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:09 WIB

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:07 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:52 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:44 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB