Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Masalah Pangan RI: Terjebak dalam Pusaran Harga

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 13 Juni 2024 | 17:00 WIB
Masalah Pangan RI: Terjebak dalam Pusaran Harga
Ilustrasi. Masalah pangan di Indonesia bagaikan lingkaran setan yang tak kunjung usai.

Suara.com - Masalah pangan di Indonesia bagaikan lingkaran setan yang tak kunjung usai. Alih-alih fokus pada ketahanan dan kedaulatan pangan, isu yang kerap mencuat justru terkait dengan fluktuasi harga bahan pokok.

Isu ini mencuat dalam forum diskusi Ruang Gagasan bertajuk 'Pertanian Cerdas Untuk Masa Depan Generasi Muda' yang diselenggarakan Core Indonesia X Suara.com secara virtual pada Kamis (13/6/2024).

Core Indonesia
Core Indonesia

"Fluktuasi harga pangan kita selalu menjadi masalah," sebut Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Prof. Tomy Perdana.

Berdasarkan slide yang ditampilkan oleh Tomy harga beras, cabai, bawang merah, dan telur menjadi komoditas yang sering mengalami lonjakan harga, memicu inflasi dan membebani masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan.

Mirisnya, fenomena ini bukan hal baru. Dari tahun ke tahun, cerita serupa terulang, bagaikan siklus yang tak berujung. Menurut Tomy beberapa faktor kompleks berkontribusi terhadap instabilitas harga pangan di Indonesia. Yang paling berpengaruh adalah sistem tata kelola pangan yang masih rapuh.

Core Indonesia
Core Indonesia

"Salah satunya rantai pasokan yang panjang dan tidak efisien, ditambah dengan minimnya infrastruktur penyimpanan dan distribusi," katanya.

Tomy mengakui bahwa masalah fluktuasi harga pangan tidak hanya terjadi di Indonesia, menurutnya hampir seluruh negara di dunia mengalami hal yang serupa sehingga mempengaruhi laju inflasi di negara itu.

Kondisi tidak stabilnya harga pangan lanjut Tomy juga membuat hampir 193 juta orang di dunia mengalami kerawanan akut, data ini berdasarkan Global Food Security Index pada Tahun 2022. Angka ini naik sekitar 40 juta orang dibandingkan tahun sebelummnya.

"Salah satu penyebab terjadinya kerawanan pangan yaitu peningkatan harga pangan domestik dan diperkirakan harga pangan di seluruh dunia akan terus mengalami kenaikan," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi Idul Adha Tidak Setinggi Idul Fitri, Tetap Ada Gerakan Pasar Murah di Kota Tarakan

Inflasi Idul Adha Tidak Setinggi Idul Fitri, Tetap Ada Gerakan Pasar Murah di Kota Tarakan

Bisnis | Kamis, 13 Juni 2024 | 13:38 WIB

Segini Harga Toyota Avanza saat Pertama Dirilis 2004: Bukti Inflasi Dua Dekade Terakhir Melesat?

Segini Harga Toyota Avanza saat Pertama Dirilis 2004: Bukti Inflasi Dua Dekade Terakhir Melesat?

Otomotif | Rabu, 12 Juni 2024 | 14:13 WIB

Peroleh Julukan Bapak Pengendali Inflasi, Mendagri Tito Karnavian Menyebutkan Ilmu Pandemi COVID-19

Peroleh Julukan Bapak Pengendali Inflasi, Mendagri Tito Karnavian Menyebutkan Ilmu Pandemi COVID-19

Bisnis | Sabtu, 08 Juni 2024 | 07:55 WIB

Terkini

IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah

IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:48 WIB

Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta

Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:33 WIB

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:28 WIB

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:16 WIB

Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade

Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:51 WIB

Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu

Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:47 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:24 WIB

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:18 WIB

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

×